Jatah Mantan (Pelakor)

Jatah Mantan (Pelakor)
Ke Bali


__ADS_3

Raina yang marah, kembali mengambil ponselnya lalu memblokir nomor Raihan. Dia tidak mau sakit hati menunggu pesan dari lelaki itu namun sudah beberapa hari tak ada pesan masuk dari lelaki pujaannya itu. Padahal dia sendiri yang meminta untuk tidak menghubunginya, lucu bukan? Ya namanya juga wanita, terkadang lain dibibir lain dihati karena gengsi.


Seharian itu mood Raina sangat buruk, bahkan banyak karyawan yang kena imbasnya karena setelah melihat foto Raihan siang tadi, dia langsung pergi ke tokonya.


"Bu ini baksonya." Mila


"Hmm, taruh aja disitu Mil." Raina


"Baik Bu, kalau begitu saya pamit ya Bu, mau jaga didepan lagi?" Mila


"Sebentar..!," Raina menghentikan langkah karyawannya Mila, dia melangkahkan kakinya lalu duduk di sofa. Saat kuah bakso itu di sruput, ada raut wajah kecewa yang dikeluarkan Bos nya itu.


"Mila, ini kurang pedas, bukankah saya mintanya bakso pedas? Ambilkan lagi sambalnya!" Raina


"I-itu sudah pedas kok bu, emm ma-maaf Bu, biar saya bawakan lagi sambalnya." Mila


Bu Bos mau makan bakso disambelin apa sambel dibaksoin sih?, heran gue. Pikir Mila


Dalam hati Mila, dia begitu kesal karena hanya karena sambal dia dimarahi, biasanya Raina selalu ramah pada semua karyawan, baru kali ini Mila melihat Bos cantiknya marah.


Kejadian itu berlanjut sampai malam hari, ada saja karyawan yang salah sedikit, langsung Raina tegur dengan keras.


Hingga malam tiba, dan semua karyawan bernafas lega.


"Akhirnya si Bos pulang juga ya, hari ini gue dimarahin 3 kali guyssss.." Siska


"Ah, sama aja, gue juga 2 kali, padahal cuman salah naruh barang aja." Lili

__ADS_1


"Sepertinya Bu Raina lagi galau, tapi gue sempet denger kalau pacar bu Raina lagi masa cerai sama istrinya, berarti bu bos jadi orang ketiga dong ya?" Mila


"Sstt… jangan ngegosip, apalagi belum tentu bener, lo mau dipecat? Bahkan dipenjara karena pencemaran nama baik, gue sih ogah." Lili


"Yaelah Li, jangan nakutin gue, gue ralat deh, inget ya kalian jangan sebarin apa yang baru aja kalian denger, nanti kalian juga terancam dipecat!" Mila


"Iya." Roni


"Gue mah gak mau ikut campur, lah kalau tau sepotong-sepotong kan gak jelas infonya, nanti jadi fitnah." Ferdi


***


Sementara di Bali, Raihan sedang mencari keberadaan pak Hendra. Berbekal info yang dimiliki Gio, Raihan yakin bisa menemukan calon mantan mertuanya itu.


Sebenarnya Raihan sudah muak dengan kelakuan pak Hendra, mulai dari menipu ibunya sehingga membuatnya terpaksa menikahi Imelda, selalu meminta tambahan dana yang bahkan ternyata hanya dipakai untuk dirinya sendiri dihambur-hamburkan dengan wanita mudanya.


Apalagi dengan kenyataan yang baru, tak menutup kemungkinan jika ayahnya juga meninggal ada keterlibatan Hendra didalamnya. Rasanya dia ingin menjebloskan Hendra kepenjara sekarang juga, menyeretnya tanpa belas kasihan.


"Yasudah kita pantau saja, tunggu sampai dia kembali, siapa tahu kita beruntung dan menemukan imelda juga..!" Raihan


"Baik Pak." Gio


Mereka memantau lebih dari satu jam, jika dicari keluar Bali itu luas, lebih baik mereka menunggu ditempat yang pasti, dimana Hendra pasti akan kembali.


Namun tidak ada hasil, Raihan meminta orang lain untuk memantau dan memberikan laporan berupa foto tentang siapa saja yang bersama Hendra.


Raihan memutuskan naik lift menuju kamarnya, dia ingin merebahkan tubuhnya. Setelah sampai dikamar hotelnya, lelaki itu teringat dengan kekasihnya.

__ADS_1


Meski dia tahu kalau kekasihnya itu melarangnya menghubungi, namun dia begitu merindukan Raina. Pria itu mencoba menelponnya hanya sekedar ingin mendengar suaranya meski cuma dijawab sebentar atau dijawab dengan ketus.


Namun alangkah terkejutnya saat dia tidak bisa menghubungi kekasihnya.


"Ko gak bisa? Apa jaringannya eror ya? Mana mungkin nomorku diblokir Raiana, apa karena jarak yang terlalu jauh ya? Bali kan jauh, hmm..." Raihan


"Hahaha, sepertinya nomorku diblokir" ucap Raihan setelah memeriksa lebih teliti lagi.


Lelaki itu merasa kecewa, disaat dirinya berusaha mencari wanita jahat itu, dan seharusnya Raina mendukung serta menyemangatinya, namun malah ini yang dia dapat.


Raihan menghempaskan tubuhnya di ranjang, dia berteriak sekencang-kencangnya.


"Imelda…..!"


"Ya, hidupku kacau setelah kehadirannya, aku harus menangkapnya meski Raina belum tentu aku dapatkan lagi." Raihan


***


Raina yang baru saja sampai, dia menatap ponselnya, "buka gak ya blokirannya?" 


Wanita itu galau antara benci dan cinta, rasanya ingin bisa mengobrol dan bercanda lagi dengan kekasihnya, ingin menatap wajah tampan pria itu, namun dia tak mampu, dia harus tetap dengan pendiriannya yang tak mau mengecewakan ayahnya lagi.


"Biarin aja lah, dia kan lagi seneng-seneng di Bali dan entah dengan wanita mana, aku cemburu? Oh no, aku gak cemburu." Raina


Namun hatinya berkata lain, apa wanita yang berlibur bersama Raihan lebih cantik dari aku? Padahal dari dulu cintaku sama dia gak pernah luntur lho, aku kepo banget dia pergi sama siapa, apa aku tanya ke tante Lisa ya? 


"Gak boleh, harga diri Raina, ingat! Jangan jadi pelakor lagi, apalagi yang agresif seperti dulu!" Raina

__ADS_1


Akhirnya wanita itu hanya mampu menatap layar ponselnya, menatap Foto saat mereka menikmati indahnya sunset dipantai.


Bersambung ...


__ADS_2