Jatah Mantan (Pelakor)

Jatah Mantan (Pelakor)
Trauma


__ADS_3

Naima sangat ingin melanjutkan apa yang diucapkannya, namun saat menatap Imelda, membuatnya takut, dia akan menganggap semuanya telah selesai.


"Ada apa suster, bicaralah..!" Ucap salah satu polisi


"Ti-tidak pak polisi, menurut saya memang kecelakaan itu alami, sepertinya tuan Bram bermaksud ingin keluar dari kamarnya namun malah terjatuh."


Akhirnya Imelda merasa lega.


Setelah polisi itu pergi, Raihan pun pergi ke kantornya, meski masih dalam suasana duka, dia memaksakan diri karena ada banyak pekerjaan yang tidak bisa dipercayakan kepada orang lain.


Saat tiba di kantor begitu banyak ucapan belasungkawa padanya, pria itu hanya tersenyum kaku dan sering kali menunduk.


Raina yang melihatnya pun merasa ikut prihatin,


"Mas.. yang sabar ya..!"


"Iya.. terimakasih."


Raihan bergegas menuju ruangannya untuk melakukan pekerjaan yang sempat tertunda.


Hari itu Raina tidak terlalu banyak berinteraksi dengan bos nya itu, dia sedikit ragu untuk menghibur lelaki itu, dia takut jika malah mengganggu.


Akhirnya jam pulang telah tiba, dia pulang dengan menaiki taksi, karena sedang tidak ingin menyetir mobilnya sendiri.


Karena jalanan macet, membuat taksi itu mengambil jalan lain, namun sangat disayangkan ternyata jalan pintas itu malah membawa bencana.


"Pak, bagaimana ini mereka mengepung kita?."


Ucap Raina pada pak sopir.


"Aduh gimana ya neng, bapak juga gak tahu, lebih baik diam saja di dalam mobil." Jawabnya.


Sore itu jalanan di sekitar sana lumayan sepi, namun beberapa meter lagi mereka bisa memasuki kawasan jalan ramai, hanya saja mobil itu benar-benar tidak bisa maju melewati mereka.


"Keluar..! Jika tidak gue pecahin kaca mobilnya." Ucap salah satu dari mereka.


Namun Raina tak bergeming, dia memeluk tasnya dan tangannya gemetar karena takut.


"Diam didalam saja neng. Bapak takut mereka melukai kita, takut jika ada yang membawa senjata tajam." Ucap sopir itu. 


Namun para pembegal itu benar-benar nekat, mengambil batu yang lumayan besar memukul kaca depan, seketika kaca itu pecah, bahkan pecahan kaca itu mengenai tangan pak sopir.


"Pak, gimana ini? Bapak juga terluka?." Ucap Raina.


Lelaki diluar itu memasukkan tangannya mencengkram baju pak sopir dan berhasil membuatnya keluar.

__ADS_1


"Dan kamu juga cepat keluar..!" Ucapnya pada Raina.


Raina bingung harus bagaimana, namun dia harus mengikuti semua instruksi yang diberikan jika dia ingin selamat.


"Bagus. Berikan tasmu..!"


Setelah semua barang berharga Raina raib, pak sopir juga kehilangan semua harta yang ia bawa.


Dua dari begal itu masuk ke dalam mobil taksi tadi, mencoba membawa mobil itu, namun mereka berpikir ulanh saat melihat body Raina yang menggoda.


"Masukkan dia ke dalam mobil, kita bisa bersenang-senang dulu bersamanya.hahaha."


"Jangan sakiti aku, jangan bawa aku! Bukankah aku sudah memberikan semua yang ku miliki." Teriak Raina.


"Tubuhmu belum sayang.." Ucap salah satu dari mereka sambil mencolek pipi Raina.


Membuat tubuh Raina lemas seketika, membayangkan apa yang akan terjadi kemudian.


Tidak, aku tidak boleh menyerah, dan semoga ada keajaiban. Batin Raina


Tak lama kemudian, datanglah beberapa polisi yang kebetulan sedang berpatroli.


Sempat terjadi ketegangan disana, Raina yang sempat menjadi sandera, bahkan begal itu menempelkan pisaunya di leher Raina, membuat kulit lehernya sedikit tergores.


Namun pada akhirnya begal itu bisa ditangkap tanpa ada yang terluka serius.


"Dimana rumahmu, biar kami antar?."


"Di jalan A pak." Jawab Raina, dia masih dalam keadaan trauma namun masih bisa menjawab pertanyaan polisi.


Saat itu hari sudah sore, namun masih banyak ibu-ibu yang sedang bergosip di dekat warung.


Saat melihat Raina turun dari mobil polisi, membuat para mulut tetangga itu mulai bergosip.


Ada yang berpendapat jika Raina mungkin dilaporkan oleh istri sah dari laki-laki di video viral itu.


Sebagian berpendapat, jika Raina memang wanita nakal yang memiliki banyak masalah, dan melanggar hukum.


"Janda gatel, pasti habis dilabrak istri sah, lalu dilaporkan pada polisi tuh."


"Bukannya video itu sudah hilang, berarti memang salah paham."


"Dari penampilannya saja sudah jelas jika dia niat merayu suami orang, kalian tahu sendiri kan jika si Raina berangkat kerja, dia pasti memakai pakaian seksi."


"Iya sih, tapi biasanya sekretaris kantor memang seperti itu kan? Kalau aku lihat di tv tv."

__ADS_1


"Kamu ini malah terus membela janda gatel itu." Ucap bu RT yang kesal.


Mereka membubarkan diri bersamaan dengan terdengarnya adzan magrib tiba.


Sementara Raina yang masih merasa syok, dia tidak bisa tidur, dia bahkan tidak ingin bercermin, atau memegang lehernya.


Meski luka sayatan itu kecil dan hanya mengeluarkan beberapa tetes darah, namun itu sangat membuat wanita itu ketakutan.


cermin, jangan melihat cermin Raina..!


Raina kamu tidak apa-apa, orang jahat itu sudah berada di sel penjara. batinnya


Wanita itu tinggal sendiri, hanya ada satu pembantu dan itu pun datang ketika pagi hari saja dan hanya bekerja 2 jam saja untuk membersihkan rumahnya, karena dirinya tidak sanggup membersihkan rumahnya yang cukup luas, ditambah kesibukannya kini dia memilih menyuruh orang saja.


Kini dia merasa kesepian, tidak ada yang menenangkan dirinya disaat dalam keadaan seperti ini.


Tiba-tiba teleponnya berdering, Raina mengangkatnya dan menceritakan semua kejadian naas tadi pada ibunya dengan terbata-bata.


"Ibu langsung pesan tiket kereta malam ini ya sayang, ibu akan sampai sekitar waktu subuh, kamu bisa hubungi pegawai mu untuk menemanimu Na..!"


"Iya bu.."


Sambungan telepon itu pun terputus, Raina menelpon karyawannya yang biasa bekerja di pemesanan barang-barang online nya.


"Mel… kamu ke rumah mbak ya sekarang..!"


"Ada apa mba?."


"Kesini aja, mba tunggu, nanti ada uang lembur untuk kamu, tenang aja." 


Akhirnya malam itu Raina ditemani Mela, salah satu karyawannya, membuat wanita itu sedikit merasa aman.


Bahkan Mela tidur dikamar yang sama, namun Mela memilih tidur di sofa besar dekat ranjang bos nya itu, dia lebih nyaman tidur di sana, daripada merasa canggung tidur satu ranjang bersama bosnya itu.


Saat tengah malam, Raina mulai bisa memejamkan matanya, namun 10 menit kemudian dia terbangun.


"Tidak…."


"Jangan.., jangan sakiti aku!, pergi kalian..pergi darisini!"


Mela yang mendengar teriakan itu segera bangun dari sofa, lalu menghampiri wanita itu yang kini sedang terduduk di atas ranjangnya dengan tangan tak mau diam yang seakan mengusir seseorang.


Namun memang tak ada siapapun disana selain Mela, membuat mela ragu mendekati bos nya itu, dia merasa takut, bahkan akan sangat mengerikan jika Bos nya itu kesurupan.


apa yang harus aku lakukan? bu Bos kenapa sih? kenapa aku jadi ngeri gini. pikirnya

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2