
Ternyata keluarga Raina benar-benar datang, bahkan lengkap bersama Pak Nino, karena akan mengadakan pengajian maka ayah Raina memaksakan diri untuk ikut, namun yang dia lihat sekarang adalah kelakuan anaknya yang masih tidak mau menuruti kata-katanya, itu sangat membuatnya kecewa.
"Pak, semua tidak seperti yang Bapak pikirkan, aku bahkan sudah keluar dari perusahaan Mas Raihan, aku benar-benar menuruti apa kata Bapak kok." Raina
"Lalu ini apa? Dia masih datang kemari menemuimu." Pak Nino
"Saya sedang proses perceraian Pak, saya benar-benar serius dengan anak Bapak." Raihan
"Kamu begitu mudahnya menceraikan istrimu yang sekarang, apa nanti kamu juga akan melakukan hal yang sama pada anak saya?" Pak Nino
"Sudah pak, sudah..!" Bu Ana
Bu Ana menarik lengan suaminya agar masuk ke dalam rumah, memberi kode kepada Raina agar dia ikut masuk juga.
"Sebaiknya kamu pulang Mas!" Raina
"Tapi..?" Raihan
Mereka semua masuk ke dalam Rumah, bahkan langsung mengunci pintunya, mengusir Raihan secara tidak langsung, lelaki itupun akhirnya pulang dengan wajah kecewa.
Dia berniat kembali ke kantor namun Gio menghubunginya, memberitahu jika pak Hendra telah berhasil ditangkap saat tiba di Jakarta. Membuat Raihan segera pergi ke kantor polisi.
Saat wajahnya bertemu dengan wajah mantan mertuanya itu, dia begitu emosi.
Raihan terus saja berteriak, "Dimana Imelda? Dimana kamu sembunyikan dia? Kalian benar-benar manusia parasit!"
"Tenang pak..!" Gio
Hendra hanya menunduk, dia tidak mau menanggapi perkataan Raihan, dia juga tidak tahu keberadaan Imelda, jika pun tahu dia akan bernegosiasi dengan Raihan.
"Hmm, memangnya kalau aku tahu Imelda dimana, kamu akan melepaskan aku hah? Tidak kan?" Pak Hendra mencoba memancing Raihan.
"Beraninya kau meminta aku membebaskanmu, aku akan membiarkanmu mati membusuk dipenjara, karena aku tahu kamu juga terlibat pembunuhan papa." Raihan
"Hahaha… iya, Bram mati, aku bahagia, dan yang melakukannya adalah Imelda, aku tak perlu mengotori tanganku. Asal kau tahu Bram selalu tak menganggapku besan, dia seperti tak menyukaiku dan imelda makanya aku puas melihat dia mati. Hahahaha…" Hendra
__ADS_1
"Kurang ajar kau." Raihan
Lelaki muda itu emosi hingga berhasil memukul pipi kanan Hendra namun kemudian ditahan Gio , karena dia tidak mau masalah ini semakin rumit apalagi klien nya malah mendapatkan masalah.
Raihan diantar pulang oleh Gio karena emosi yang tidak stabil saat menyetir sangat berbahaya, Raihan kini terdiam di kursi belakang dengan lamunannya.
Aku harus menangkap pembunuh itu, bagiamana pun caranya! Pikir Raihan
Setelah sampai di Rumah, terlihat sekali jika Lisa khawatir karena anaknya baru pulang.
"Dari mana saja Han? Di telpon juga gak diangkat." Lisa
"Dari kantor polisi." Raihan
"Untuk apa? Apa Imelda sudah tertangkap? Syukurlah…" Lisa
"Bukan Mah, tapi yang ditangkap baru ayahnya." Raihan
"Sayang sekali, tapi Mamah akan pergi kesana, menanyakan tentang alasan dibalik semua ini."
"Maksud kamu?" Lisa
Wanita itu merasa bingung dengan jawaban anaknya, namun dia tetap bertekad pergi menemui Hendra yang telah menipunya itu.
***
Sementara di Rumah Raina, pak Nino masih merasa kecewa, dia mendiamkan anaknya itu.
"Bapak nyesel pergi kesini." Pak Nino
"Jangan gitu dong Pak..!" Bu Ana
"Aku gak mau aja Mah lihat anak kita nanti dapat masalah besar, mulut orang kan pedes-pedes, dikira mereka Raina bukan anak baik-baik kalau pacaran sama suami orang, bapak juga ikut malu." Pak Nino
"Tapi, Nak Raihan kan mau bercerai, lagi pula poligami itu diperbolehkan kok." Bu Ana
__ADS_1
"Tetep aja Raina jadi orang ketiga dan penghancur rumah tangga orang Bu." Pak Nino
"Mungkin Nak Raihan punya alasan lain menceraikan istrinya, bisa saja itu semua tidak ada hubungannya dengan anak kita, bisa saja hubungan mereka sudah buruk sebelum Raina bertemu Nak Raihan lagi." Bu Ana
"Terus aja belain anak Ibu." Pak Nino
"Lah, dia juga anak Bapak." Bu Ana
"Emm…. Bapak cuma gak mau rumah tangga Raina anak kita gagal lagi, Bu." Pak Nino
"Iya, doakan saja yang terbaik buat dia Pak..!" Bu Ana
Bu Ana dan pak Nino berbicara di dalam kamar, sementara Raina duduk di ruang tamu bersama Farhan, wanita itu nampak lemas.
Saat Raina menonton televisi ternyata ada berita tentang Imelda yang berstatus sebagai buronan.
Dia langsung membulatkan matanya,"Imelda dimana kau bersembunyi? Aku akan menangkapmu."
"Memangnya dia siapa Kak?" Farhan
"Calon mantan istrinya Mas Raihan." Raina
"Wah ternyata jahat ya? Pantas saja mau diceraikan." Farhan
Farhan berlari ke kamar ayah dan ibunya, dia menarik paksa lengan pak Nino, berharap bapaknya itu melihat berita yang sedang berlangsung.
"Farhan, gak usah ditarik lengan Bapak!" Pak Nino
"Sebentar Pak lihat deh! Itu wanita yang akan diceraikan Kak Raihan, wanita itu jahat, Kak Raina tidak menghancurkan rumah tangga orang kan kalau begini ceritanya?" Farhan
Pak Nino memperhatikan televisi itu dengan seksama, dia mulai mencerna apa yang terjadi dan apa yang akan dia katakan pada anak perempuannya itu.
"Jadi Bapak merestui hubungan kami kan Pak?" Raina
Wanita itu bertanya dengan hati bahagia dan penuh harapan.
__ADS_1
Bersambung...