Jatah Mantan (Pelakor)

Jatah Mantan (Pelakor)
Pulang Ke Rumah Ortu


__ADS_3

Raina menghabiskan waktunya dengan kekasihnya itu, mereka makan malam di sebuah restoran yang cukup mewah.


Raihan memperlakukan wanita itu layaknya kekasih, menggandeng saat datang, mempersilahkan wanita itu duduk, memberikan buket bunga mawar.


Wanita itu tersipu malu, dia merasa seperti pergi ke masa lalu dimana mereka menjalin hubungan disaat masih kuliah, sikap Raihan masih sama padanya, memperlakukannya dengan sangat baik.


"Makasih buat hari ini Mas.." Raina


"Sama-sama sayang." Raihan


"Aku besok mau pergi ke rumah orang tuaku, ya beberapa hari, mungkin hari senin aku akan mengambil cuti, gapapa 'kan?" Raina


"Iya gak masalah, asal cuti sehari aja, soalnya pasti aku bakalan kangen banget sama kamu." Raihan


"Haha, gombal." Raina


Mereka menikmati makan malam itu, seperti biasa tak jauh dari sana Imelda memantau mereka, namun kali ini dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa menyerang secara sembunyi-sembunyi.


Dasar wanita mur@han, terus saja menggoda Raihan. Pikir Imelda


***


Keesokan harinya Raina berangkat sejak pagi, dia memilih menaiki kendaraan umum saja, dia pergi menggunakan kereta api.


Sepanjang perjalanan dia membeli cemilan dan oleh-oleh, wanita itu tidak mau pulang dengan tangan kosong.


Raina begitu menikmati liburannya, lagi pula sudah lama dia tidak pulang kampung, apalagi disana ada pantai, membuat dia membayangkan liburan yang menyenangkan.


Sesampainya di rumah, dia disambut hangat oleh keluarganya, ayah Raina juga sudah tidak bersitegang dengan dia. Membuat mereka memang terlihat melepaskan rindu.


"Kamu pasti capek, kamu istirahat dulu ya..! Mau minum apa?" Bu Ana

__ADS_1


"Apa aja mah, yang penting seger deh.hehe.." Raina


"Na, makasih ya, kamu udah melunasi hutang bapakmu ini." Pak Nino


"Sama-sama Pak, itu sudah menjadi kewajiban Raina, kebetulan aku juga lagi ada uangnya." Raina


"Oh iya pak, Bapak kenal dengan pak Hendra?" Raina


"Pak Hendra yang mana? Bapak sudah tua, Bapak kadang ingat wajahnya namun lupa namanya, hehehe." Pak Nino


Raina mengeluarkan foto lama itu, memperlihatkannya pada Bapaknya.


"Yang ini Pak," Raina menunjukan foto itu.


"Oh ini, dia Henhen, nama panggilan Bapak ke dia Henhen, iya kenal, dia sahabat Bapak, memangnya kenapa?" Pak Nino


"Gapapa, aku baru tahu saja, Bapak masih suka berkomunikasi dengan pak Hendra?" Raina


"Ini minumannya Na, diminum mumpung dingin..!" Bu Ana


"Makasih mah." Raina


Setelah minum, rasanya Raina mengantuk, dia tidur siang sejenak untuk menghilangkan rasa lelahnya.


Saat sore tiba, Raina mengajak Farhan ke pantai, dia ingin melihat matahari terbenam, pasti sangat indah.


"Farhan, ayo cepetan..!" Raina


"Iya kak bentar, cerewet banget sih." Farhan


"Bapak sama ibu gak diajak nih?" Bu Ana

__ADS_1


"Boleh bu, ayo.. tapi kita pesan Grab saja, Raina kan gak bawa mobil." Raina


"Iya terserah kamu aja Na yang penting nyampe, hehehe..." Bu Ana


Mereka berangkat sekeluarga, mereka hanya makan bersama dan menikmati suasana pantai. Jika ingin berenang, seharusnya mereka berangkat pagi hari.


"Rasanya ingin berenang, tapi entah kenapa aku takut tenggelam, aku tak bisa berenang." Farhan


"Hahaha, makanya belajar dong..!" Raina


"Tapi disini sudah 2 kali loh ada orang yang tenggelam." Bu Ana 


"Benarkah? Aku kok tidak pernah dengar." Raina


"Yang terakhir terjadi satu tahun lalu, masih muda dan tidak ditemukan mayatnya sampai sekarang, kalau yang kasus satu lagi untungnya Bapak kamu saat itu melihatnya dan menolongnya, itu terjadi sudah sekitar 20th yang lalu, kamu masih kecil, mungkin kamu lupa, padahal disini sangat heboh waktu itu." Bu Ana


"Emm, Bapak hebat dong jadi pahlawan, hehe.." Raina


"Iya, tapi anehnya keluarga yang ditolong, sama sekali tidak mengucapkan kata terimakasih, keterlaluan sekali." Bu Ana


"Mungkin mereka langsung kembali ke kotanya bu, jangan berpikiran jelek, lagi pula bapak menolongnya secara ikhlas." Pak Nino


"Bapak the best," Raina mengangkat kedua jempolnya.


Raina mengabadikan momen sore itu, melihat matahari tenggelam, berwarna jingga, sangat menakjubkan. 


Raina memotret dirinya membelakangi pantai, lalu mengirimkannya pada Raihan dengan caption "sunset yang indah, dan yang difoto pun tak kalah indah 'kan? Hehe…"


Saat Raihan menerima pesan itu, dia merasa tidak asing dengan pantai itu.


Rasanya pantai itu tidak asing, aku melihat foto itu dimana ya? Pikir Raihan

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2