Jatah Mantan (Pelakor)

Jatah Mantan (Pelakor)
Pertemuan Istri Muda Dan Istri Tua


__ADS_3

"Hmm, tidak." Pak Nino


"Tapi kenapa Pak?" Raina


Namun lelaki itu pergi begitu saja, membuat Raina kecewa.


***


Keesokan harinya Rania dan keluarga akan mengadakan syukuran rumah, akan ada pengajian dan santunan anak yatim piatu.


Pagi itu mereka begitu sibuk dengan kegiatan pagi mempersiapkan semuanya agar acara lancar.


Untuk makanan memang Raina sudah memesan catering, tapi dia dan ibu nya ingin menambahkan cemilan dan cuci mulut yang enak.


"Na, cobain deh..! Enak gak?" Bu Ana


"Enak Mah." Raina


"Kenapa Ibu repot-repot masak juga, bukankah semua makanan sudah dipesan?" Pak Nino


"Ini hanya makanan ringan Pak, ya kepuasan sendiri kan kalau makanan Ibu disukai banyak orang, disukai banyak anak-anak nanti." Bu Ana


"Hmm, iya gimana Ibu aja." Pak Nino


Sementara Raina belum berani bertanya atau mengajak ngobrol Bapaknya yang mempunyai perbedaan pendapat dengannya itu.


Farhan ikut membantu memindahkan barang dan menata rumah dibantu karyawan Raina yang banyak itu, hari ini toko sengaja diliburkan.


***


Sementara di Kediaman Lisa, dia sedang bersiap siap pergi ke kantor polisi, dia ingin memaki Hendra, ingin meluapkan kekesalannya, meski dilarang oleh Raihan, tapi dia tetap saja pergi.


Lisa berangkat diantar sopir pribadinya, sepanjang perjalanan perasaan bencinya semakin menggebu, apalagi mengingat kematian suaminya yang tidak wajar.

__ADS_1


Sesampainya disana dia mendaftar untuk melakukan kunjungan, namun sepertinya dibelakangnya ada wanita muda yang punya niatan sama dengan Lisa, ingin bertemu Hendra.


"Anda siapa? Kenapa mengunjungi suamiku?" Elsa


"Hmm, sepertinya kamu istri mudanya Hendra." Lisa


"Oh, jadi kamu istri tua nya Hendra yang cerewet itu, yang mandul, bahkan tidak bisa memberinya anak, hahaha… kasihan sekali." Elsa


"Hahaha, aku istrinya? Mana mau aku sama lelaki macam Hendra, asal kamu tahu ya, anakku yang sudah melaporkan suami tua mu itu." Lisa


"Apa? Kurang ajar." Elsa


Elsa mulai menyerang, menyerang dengan membabi buta, membuat polisi berusaha melerai mereka.


Sementara disana sudah ada Sonya yang memperhatikan mereka sejak tadi, dia menghampiri 2 wanita yang kini penampilannya acak-acakkan itu.


"Lisa, apa benar anda yang melaporkan Mas Hendra?" Sonya


"Hmm, iya karena perbuatannya sudah sangat fatal, merugikan keluargaku, bahkan membuat mas Bram kehilangan nyawanya." Lisa


Sonya mulai duduk disebelah Lisa, mencari tatapan kebenaran dimata Lisa, mereka saling mengenal cukup lama karena balas budi penyelamatan Bram dulu saat tenggelam.


Lisa sering mengunjungi rumah Sonya dan memberikan sejumlah uang. Sepertinya Lisa tahu jika Sonya tidak tahu apa-apa dan tidak bersalah sama sekali.


"Menurutmu, apa suamimu benar-benar orang yang baik? Tanyalah kepada hati kecilmu Sonya..! Aku berharap kamu memang tidak terlibat dengan kejahatan anak dan suamimu." Lisa


"Atas nama mereka aku meminta maaf yang sebesar-besarnya Lisa, dan aku tidak akan membela mereka berdua, cukup sudah selama ini aku bersabar menghadapi mereka dan bahkan hanya dimanfaatkan oleh mereka." Sonya


Lisa mencoba menghibur Sonya, nyatanya Hendra memang mengecewakan Sonya, dia bukan suami yang baik bahkan menurut pernyataan istri muda Hendra sepertinya Imelda bukanlah anak kandung Sonya.


Sonya melirik ke arah Elsa, "Dasar wanita murahan, aku akan memberikan suamiku untukmu, aku gak butuh, aku akan segera memproses perceraianku." Sonya


Elsa ingin menyerang Sonya, namun ditahan oleh polisi disana.

__ADS_1


Lisa tidak jadi mengunjungi Hendra, dia mengantar Sonya pulang karena kasihan melihat kondisi wanita itu, dia juga berharap Sonya tahu keberadaan Imelda.


Sesampainya di Rumah Sonya, Lisa celingak celinguk mencari keberadaan seseorang.


"Dia tidak ada disini Lisa, aku sudah mengusirnya saat dia datang dengan kopernya. Aku sadar kalau anak angkatku itu tidak baik dan hanya membuat hidupku semakin sulit." Sonya


"Benarkah dia sempat kemari? Lalu kira-kira kemana dia pergi?" Lisa


"Mungkin ke Rumah aslinya, aku mengangkatnya menjadi anak karena kehidupan orang tuanya dulu sangat memprihatinkan, aku juga memang belum mempunyai anak padahal aku sudah cek kesehatan, mungkin belum rezekinya." Sonya


"Emmh, pasti Hendra yang sakit dan mandul, sebaiknya kamu lupakan laki-laki itu dan carilah kebahagiaanmu sendiri..!" Lisa


Sonya memberikan alamat Rumah orang tua Imelda yang asli, namun Lisa tidak mau gegabah, dia akan memberitahu Raihan terlebih dahulu.


Lisa pulang dengan terburu-buru, rasanya dia tidak sabar ingin memberitahu Raihan, berharap Imelda benar-benar ada disana dan bisa tertangkap.


***


Sesampainya di Rumah, Lisa gelisah menunggu kedatangan anaknya itu. Pasalnya dia ingin membahas masalah ini secara langsung, dia tidak mau membahas hal penting lewat telepon.


Namun saat hari sudah sore belum terlihat batang hidung Raihan, membuatnya terpaksa mengirimkan pesan, menanyakan keberadaan Raihan.


| Han, kamu dimana? Mamah nungguin kamu dari tadi. | Lisa


| Aku di Rumah Raina, ikut pengajian sekalian caper sama calon mertua, hehe.. | Raihan


| Bukannya Mamah udah bilang kalau kamu jangan dulu memaksakan diri jika akan menambah suasana menjadi semakin kacau! Jangan temui Raina dulu, belum waktunya Han..! | Lisa


| Telat Mah, aku lagi duduk di Rumah pacarku sekarang. | Raihan


Lisa tidak habis pikir, padahal dia mempunyai rencana bagus agar Pak Nino menyetujui hubungan mereka, namun Raihan memang sulit diatur, membuat Lisa merasa kesal.


Astaga, anak itu membuat rencanaku berantakan, pasti ada perseteruan lagi diantara Raihan dan Pak Nino, aku harus segera pergi menyusulnya. Pikir Lisa

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2