Jatah Mantan (Pelakor)

Jatah Mantan (Pelakor)
Baru Menyadarinya


__ADS_3

Raihan dan Raina memilih kembali ke kantor, mereka memisahkan diri, bahkan menuju kantor secara terpisah, Raina memilih kembali ke kantor duluan, 10 menit kemudian disusul oleh Raihan agar tidak ada kecurigaan dari karyawan yang lainnya.


Mereka kembali ke ruangan masing-masing dan melanjutkan pekerjaannya.


Tak terasa kini sudah sore, waktunya mereka pulang. Raihan mengirim pesan pada Raina agar pulang sedikit lebih lambat, menunggu karyawan lain pulang lebih dulu.


Setelah dirasa sepi, barulah mereka bertemu.


"Kita pulang bareng aja Na..!" Raihan


"Tapi aku bawa mobil sendiri Han." Raina


"Benar juga ya, ya udah gimana kalau mobilku dibawa supir dan mengikuti kita, aku akan naik mobil kamu?." Raihan


"Supir kamu tidak akan mengadu pada Imelda?." Tanya Raina


"Gak, dia pasti jaga rahasia kita." Raihan


"Ok." Raina


Akhirnya mobil itu melaju beriringan, mobil merah Raina melaju lebih dulu, Raihan yang menyetir sementara Raina bergelayut manja di sampingnya.


"Kamu masih sama seperti dulu Na." Raihan


"Aku masih kelihatan awet muda ya Han? Masih cantik ya? Hehe." Raina


"Hahaha.. bukan itu maksudku, tapi manjanya kamu masih sama, kalau body sih sekarang lebih menggoda." Ucap Raihan


"Hmm.. iya dong aku lebih seksi sekarang, lebih cantik karena merawat diri, dan juga lebih percaya diri dari Raina yang dulu, namun kalau sikapku dan perasaanku sama kamu masih sama kaya dulu." Raina


"Hmm.. hmm.. masa? Jangan panggil Han, panggil Mas aja biar lebih mesra..!" Raihan


"Iya Mas.." Ucap Raina dengan nada manjanya, membuat lelaki disampingnya merasa gemas.


Dicubitnya pipi chubby Raina, membuat wanita itu senang bukannya sakit.


Hingga akhirnya mobil itu sampai di komplek perumahan Wanita itu, membuat Raihan seketika berhenti dan turun sebelum dekat dengan rumah.


Lelaki itu ingin menghindari gosip para tetangga, membuatnya turun jauh dari rumah kekasihnya.


"Hati-hati ya, aku turun disini saja, takut ibu-ibu tukang gosip didepan sana.hehe." Raihan


"Aku masih kangen Mas.." Rengek Raina seperti anak kecil


"Besok kita ketemu lagi, aku benar-benar takut ibu-ibu gosip." Raihan


"Iya Mas, aku juga tidak mau diserang ibu-ibu lagi, Mas juga hati-hati ya..!" Raina


"Iya sayang." Raihan.


Mereka berpisah, Raina melajukan mobilnya menuju rumahnya, namun dia melihat seseorang di teras rumahnya, terlihat sedang menunggunya.

__ADS_1


"Mamah.." Raina


"Akhirnya kamu pulang juga nak, mamah khawatir saat mendapatkan pesan semalam dari kamu, jadi mamah langsung naik kereta tadi pagi." Bu Ana


"Mamah…. Makasih mamah selalu ada buat Raina." Ucap Raina sambil memeluk ibunya.


"Kamu juga, ditelepon gak bisa, bikin tambah khawatir saja." Bu Ana mulai mengomeli anaknya itu.


"Ponsel aku mati mah.hehe." Raina


"Ayo masuk, mamah udah masakin kamu banyak makanan, untung saja mamah dikasih kunci rumah ini oleh pegawaimu Na, kalau engga mamah bakal nunggu kamu diluar sampai sore." Bu Ana


"Iya maaf mah." Raina


Mereka bergandengan menuju rumah, Raina mengganti pakaiannya terlebih dahulu lalu makan bersama ibunya, mereka hanya makan berdua karena Farhan tidak ikut.


Raina menceritakan kejadian semalam dengan lebih jelas pada ibunya, membuat Bu Ana semakin khawatir, Raina juga teringat jika dia perlu menempatkan beberapa pengawal di depan rumahnya.


Dia mengirim pesan kepada Raihan, memintanya mencarikan pengawal yang sudah pengalaman.


Dengan cepat Raihan mengirimkan beberapa pengawal. Dia juga tidak mau jika terjadi sesuatu pada kekasihnya itu.


Raina juga membawa beberapa pegawai wanita ke rumahnya untuk bekerja lembur di rumahnya, karena memang usahanya sebagai penjual barang-barang secara online, banyak barang yang harus dikemas. Kehadiran mereka juga agar suasana rumah semakin ramai.


"Usahamu makin maju saja nak." Ucap Bu Ana


"Alhamdulillah mah." Raina


"Boleh mah, iya mudah-mudahan ya mah." Raina


"Tapi mamah lebih tenang sekarang melihat beberapa pengawal di depan." Bu Ana


"Iya, aku juga sama mah, setidaknya ada yang menjaga kita." Raina


Mereka kembali mengemas beberapa pesanan, orderan hari ini memang banyak.


***


Raihan akhirnya sampai di rumahnya, dia tiba bahkan setelah hari gelap, karena sempat mampir untuk bertemu rekan bisnis.


Saat dia membuka pintu, dia disambut hangat oleh ibunya, Lisa bahkan membawa cake lengkap dengan lilinnya.


Imelda juga sudah berdandan cantik menyambut suaminya itu.


"Selamat ulang tahun anakku." Lisa


"Iya selamat ulang tahun Mas." Imelda


"Makasih udah inget hari ulang tahunku." Ucap Raihan pada ibu dan istrinya itu, lelaki itu merasa kepedulian dari ibunya, sebelumnya dia merasa ibunya egois karena mempertaruhkan kebahagiaannya, dengan memaksanya menikah dengan wanita yang tidak dia cintai.


Namun hari ini dia dapat melihat Lisa sebagai ibu yang menyayanginya. Untuk Imelda, hatinya masih dingin, tidak ada rasa yang berubah, masih sama, masih benci karena dulu wanita itu mempengaruhi ibunya untuk menikahkan dirinya dengannya.

__ADS_1


Malam itu mereka makan bersama, suasana terasa lebih hangat menurut Raihan, karena biasanya dia akan memberi jarak pada ibunya itu.


"Enak mah, udah lama mamah gak masak." Raihan


"Iya, ini kan khusus buat kamu." Lisa


"Iya Mas, mamah masak bahkan dari pagi tadi." Imelda


"Makasih mah, udah mau masakin, dan cuma setahun sekali nih mendadak masaknya?hehehe." Goda Raihan


"Hehe.. ah kamu ini, oh iya kemarin malam kamu dari mana, kok pulangnya larut malam, Imelda juga mamah lihat sampe nyusul kamu?." Lisa


"Hmm.. malam kemarin ya? Malam kemarin aku karokean mah sama pegawai-pegawai kantor, untuk menghilangkan kesedihan ku karena kehilangan papah." Raihan menunduk, dia berbohong pada ibunya itu.


"Oh, ya gapapa kok kalau sekali-kali kamu bersenang-senang." Lisa


Kamu pandai berbohong Mas. Pikir Imelda


Imelda hanya mendengarkan obrolan ibu dan anak itu, dia ingin sekali menyela pembicaraan dan mengatakan yang sebenarnya, namun ini adalah hari ulang tahun suaminya, dia tidak ingin sampai ada keributan di hari spesial.


Mereka juga memutar video lama, kenangan waktu ulang tahun Raihan di tahun-tahun lalu saat masih ada Pak Bram. Bahkan ada video saat Raihan masih berumur 6 tahun dan itu sangat menggemaskan.


"Mamah teringat kamu waktu kecil, dan sekarang sudah sebesar ini." Ucap Lisa


"Iya mah, waktu berlalu begitu cepat." Raihan


Dan aku menyadari, aku lebih bahagia saat aku masih kecil, kalau sekarang kebahagiaanku direnggut oleh pernikahan paksa ini. Batin Raihan


Karena Raihan kelelahan, dia sampai tertidur di sofa sambil menyelesaikan video yang diputar, Lisa membiarkan anaknya itu tidur disana, kasihan kalau sampai dibangunkan, sofanya juga besar, pasti nyaman untuk dipakai tidur.


Lisa kembali ke kamarnya, dia juga mengantuk.


Namun Imelda fokus pada ponsel suaminya itu, dia merasa penasaran dan ingin mengotak-ngatik handphone itu.


Dia mengambilnya secara diam-diam lalu menuju kamarnya, sekian lama dia berusaha membuka password hp itu, akhirnya terbuka juga.


"Astaga, bahkan walfafernya saja bersama wanita jal@ng itu, sepertinya dia memakai pelet hingga suamiku tergila-gila." Ucap Imelda


Dia memperhatikan dengan seksama foto dua insan itu.


Aku lebih cantik darinya. Batin Imelda


Dia terus saja memperhatikan foto itu dengan penuh amarah, namun dia baru menyadari jika foto wanita itu tidak asing baginya.


"Sebentar, sepertinya aku mengenalnya." Ucap Imelda


Dia juga teringat saat bertemu Raina di tempat karaoke dan sempat mengatakan kalau dia sudah mengenal lama Raihan dan dirinya.


"Astaga itu kan Raina, Raina yang aku kenal kan, mantannya mas Raihan, kenapa aku baru menyadarinya?." Ucap Imelda kaget


Bahkan dia hampir saja membuat ponsel itu terjatuh karena terkejut.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2