Jatah Mantan (Pelakor)

Jatah Mantan (Pelakor)
Rusak


__ADS_3

Saat waktu istirahat tiba, Riri menyelinap masuk ke dalam ruangan Raina, dia mencoba menyimpan penyadap suara di bawah meja kerja wanita itu.


Hacker yang disewa Riri itu bahkan sudah mulai bekerja, membuat semua data yang ada di dalam laptop Raina hilang seketika.


Saat di kantin kantor, Riri memperhatikan Raina dari jauh, sepertinya wanita itu beranjak pergi ke toilet, membuat Riri juga bangkit dan mengikutinya.


Aku harus mengikutinya, siapa tahu ada kesempatan. Pikir Riri


Benar saja saat wanita itu mencuci muka dan meletakan handphone nya di pinggir wastafel, setelah itu Raina malah langsung pergi ke dalam kamar mandi karena keinginan buang air yang tak tertahankan.


Yes, ponselnya tertinggal. Batin Riri


Riri menyiram ponsel itu terus menerus sampai 20 detik, lalu menyimpannya ke tempat semula.


Riri pergi begitu saja, takut jika ada orang lain yang masuk, selama berjalan gadis itu tersenyum senang.


Saat Raina keluar dari kamar mandi, dia kaget menyadari ponselnya tertinggal di wastafel.


"Untung saja tidak hilang," ucap Raina berniat mengambil ponselnya.


"Astaga, kenapa basah? Apa mungkin ada yang gak sengaja membuatnya basah lalu pergi begitu saja?" Raina


Wanita itu membawa ponselnya, membuka isi batre nya lalu mencoba mengeringkannya dengan tisu.


"Nyala dong..!" Gumamnya.


Ternyata ponselnya mati, dia membawanya berharap bisa memperbaikinya nanti.


"Na, kok lama banget sih? Kamu sakit perut?" Lani


"Gak, ini hapeku ketinggalan di wastafel tapi pas aku lihat udah basah kuyup begini." Raina


"Masa sih? Kamu sih ceroboh banget, ya sudah nanti pulang kerja kita mampir ke toko handphone buat benerin hape kamu, kalau gak bisa dibenerin 'kan bisa langsung beli yang baru..! Hehehe.." Lani


"Sayang kalau harus beli lagi, aku udah ngeluarin uang banyak kemarin." Raina


"Buat apa?" Lani

__ADS_1


"Buat bayar hutang bapakku sama mantan suamiku yang suka neror itu, biar aku tenang juga kalau udah gak punya hubungan apapun sama dia." Raina


"Berapa hutangnya?" Lani


"1 M." Raina


"Astaga, 1 M , serius? Banyak banget." Lani


Disitu Raina menjelaskan jika dia juga punya usaha lain, jadi uang itu memang ada dan tidak membebaninya.


"Kalau aku jadi kamu sih mending jadi bos aja deh, daripada kerja sama orang lain disuruh-suruh." Lani


"Iya sih, awalnya juga aku cuma mau deketin Raihan aja." Raina


"Hahaha… kamu tuh cinta bnaget ya sama dia? Astaga." Lani


Jam istirahat pun selesai, Raina kembali ke ruangannya, bersiap melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Namun naas, data miliknya hilang, bahkan semua file yang ada di laptopnya hilang entah kemana.


Raina mulai menyadari jika ini bukan kebetulan, ponsel dan laptopnya bermasalah secara bersamaan.


Dengan cepat dia memulai pekerjaannya dari awal lagi, dia bahkan harus merevisi ulang, membuat pekerjaannya hari ini terasa berat.


"Benar kata Lani, lebih enak jadi Bos saja." Raina


Pekerjaan itu saja Raina harus mengulang lagi, eh ternyata siang ini dia harus bertemu klien di luar bersama Raihan.


"Ayo..!" Raihan


"Iya, siap pak." Raina


Mereka berjalan beriringan keluar dari gedung perusahaan, karyawan lain yang melihat hanya melihat mereka sekilas, mereka tidak menaruh curiga apapun, karena dibelakang mereka juga ada Pak Dani yang menjadi orang kepercayaan di kantor.


Saat di dalam mobil Raina hanya diam, mood nya sedang tidak baik.


"Kamu kenapa?" Raihan

__ADS_1


"Tapi kamu jangan marah ya?" Raiana


"Iya apa? Kalau aku belum tahu, aku tidak bisa memastikan aku marah atau tidak." Raihan


"Sebenarnya, aku mengancam Imelda dengan rekaman itu, aku berpura-pura juga kalau kamu tidak tahu menahu masalah rekaman itu." Raihan


"Hmm.. ya selama dia menganggap aku tidak tahu, tidak masalah." Raihan


"Iya, tapi gara-gara itu ponselku mati, laptopku datanya di hacker orang, apa ada hubungannya ya sama rekaman itu?" Raina


"Mungkin saja Imelda ingin menghilangkan bukti rekaman itu, tapi kamu harus hati-hati bermain dengannya..! Aku tidak mau kamu celaka." Raihan


"Iya, aku tahu itu." Raina


Selama kegiatan itu mereka mencoba profesional, tidak ada kegiatan mesra, hanya ngobrol biasa saja. Bahkan mereka membahas pekerjaan.


Saat mereka sudah selesai bertemu klien di sebuah cafe, mereka berdiam sejenak.


Namun pandangan Raihan tertuju pada sepasang kekasih yang sedang makan bersama bahkan mesra, saling menyuapi, bahkan tertawa bersama.


Pasangan itu terpaut usia yang sangat jauh, lelakinya sudah berumur sekitar 50 tahun, sementara yang perempuan, masih muda sekali pakaiannya seksi bahkan dandanannya menor.


"Siapa?" Raina


"Astaga, kamu bikin kaget saja." Raihan


"Habisnya kamu melihat mereka tanpa berkedip, kamu mau mesra-mesraan begitu?" Raina


"Bukan begitu maksudku." Raihan


"Lalu?" Raina


"Aku mengenal laki-laki itu, laki-laki yang berada di foto itu, foto ayahmu." Raihan


"Berarti laki-laki itu adalah…" Raina mulai mengingat.


Apa mungkin itu orang yang sama? Bukankah seharusnya istrinya itu memiliki usia yang tidak jauh berbeda? Apa istri kedua? Atau istri simpanan? Astaga pikiranku berkelana kesana kemari. Pikir Raina

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2