Jatah Mantan (Pelakor)

Jatah Mantan (Pelakor)
Serasa Jadi Istri


__ADS_3

"Hei, jangan menelpon suamiku lagi!" Imelda


"Ah ternyata diangkat oleh mu, dulu kau juga merebutnya dariku 'kan? Saatnya kau mengembalikannya Mel..! Ingat kalau aku masih punya rekaman itu." Raina


Imelda tak bisa berkata-kata lagi, ingin rasanya memaki habis-habisan, namun dia tidak berani jika diancam begitu, akhirnya dia mengalah, mematikan ponsel itu.


Wanita itu bergegas ke kamar menyusul suaminya, namun dia tidak menemukannya.


Pasti dia ada di ruangan kerjanya, untuk tidur bersama saja susah sekali. Pikir Imelda


Dia membalikkan badannya, berjalan menuju ruangan kerja suaminya itu.


Tok


Tok


Tok


"Mas… ," ucap Imelda sambil membuka pintu, mengintip suaminya apakah ada atau tidak.


Saat melihat keberadaan suaminya yang sedang serius menatap laptopnya, dia berusaha mendekat dan memberikan ponsel itu.


"Ponsel kamu ketinggalan Mas, tadi ada yang menelpon, aku sempat mengangkatnya, namun dimatikan lagi." Imelda


"Siapa? Lain kali jangan mengangkat telepon milikku lagi..!" Raihan


"Hmmm, iya Mas, aku mau ke kamar, lagian kamu pasti tidur disini lagi 'kan?" Imelda


"Kalau sudah tahu tidak perlu bertanya lagi." Raihan


Imelda melangkah pergi, dia tidak mau berdebat apalagi membahas Raina, dia tidak ingin rekaman itu bocor ke tangan Raihan.


Si@l, aku tidak bisa berbuat apa-apa disaat suamiku digoda wanita lain. Pikir Imelda.


***


Raina yang kaget karena telepon Raihan diangkat oleh mantan sahabatnya itu, dia mulai bertanya-tanya dimana keberadaan laki-laki itu, apakah Imelda yang menghampirinya ke kantor atau laki-laki itu mengingkari janjinya dan malah pulang ke rumah.

__ADS_1


"Jika dia pulang dan menemui Imelda, berarti apa yang dikatakannya selama ini itu bohong." Raina


Saat ini Raina merasa kesal, kecewa dan marah. Dia begitu mempercayai Raihan bahkan memberinya kesempatan kedua, namun apa yang dia dapat saat ini, dibohongi laki-laki itu.


Tak berselang lama ponsel Wanita itu berbunyi.


"Hallo…" Raina


"Maaf Na, tadi yang angkat telepon kamu Imelda, ponselku tertinggal di ruang makan." Raihan


"Jadi kamu pulang ke rumah? Apa kamu merindukan istrimu itu?" Raina


"Kamu cemburu ya?" Raihan


"Astaga, jawab saja Mas, bukannya malah menggoda seperti itu, aku serius." Raina


"Maaf, aku pulang dipaksa ibuku, kalau kamu mau aku kembali ke kantor aku akan pergi sekarang." Raihan


"Kamu gak bohong kan?" Raina


"Enggak lah, aku sudah bilang kalau aku tidak mencintai dia, bahkan aku lagi menjebak dia, agat bisa mengungkap kejahatannya." Raihan


"Oke sayang." Raihan


"Aku mau istirahat, besok kita ketemu lagi dikantor ya Mas, jangan macam-macam loh sama Imelda!" Raina


"Iya sayang, kamu kayak istri aku dan dia yang simpanannya, hahaha." Raihan


"Iya juga ya? Hm.. terserahlah yang penting kamu milik aku, untuk aku." Raina


"Iya iya, kamu istirahat sana..!" Raihan


"Iya, aku tutup ya?" Raina


"Tutup aja sayang." Raihan


Setelah percakapan itu, Raina meyakinkan hatinya untuk percaya sepenuhnya pada kekasih gelapnya itu. 

__ADS_1


Besok hari terakhir, maka lusa dia akan pergi ke luar kota menemui orang tuanya. Wanita itu juga sudah merasa rindu dengan kampung halamannya.


***


Keesokan harinya Raina berangkat seperti biasa, namun entah mengapa tiba-tiba ada motor yang menyalip mobilnya, membuatnya kaget mengerem mendadak, untung saja dia tidak mengalami kecelakaan.


"Innalillahi, untung ngerem bukan refleks banting setir." Raina


Wanita itu mulai melajukan mobilnya kembali, namun dengan lebih hati-hati, bahkan dia mengendarai mobil itu dengan pelan. Membuatnya terlambat sampai ke kantor.


Saat diruangan, Lani menghampiri sahabatnya itu.


"Na, kamu tumben telat?" Lani


"Tadi sempet terjadi sesuatu." Raina


"Apa?" Lani


"Ada orang yang bawa motornya gak bener, untung aku gapapa, tapi aku masih kaget, jadi bawa mobilnya pelan deh." Raina


"Astaga, ada-ada aja ya? Tapi syukurlah kamu gapapa." Lani


Raina kembali bekerja, Lani pun kembali ke ruangan kerjanya. Tak berselang lama Raihan datang, sama halnya dengan Lani, dia menanyakan soal keterlambatannya.


"Hhmm gitu, lain kali kamu harus lebih hati-hati Na, kalau perlu biar supir yang sudah berpengalaman aja yang bawa mobil kamu..!" Raihan


"Aku gapapa kok, iya mungkin kedepannya aku diantar jemput supir aja kali ya? Hehe.." Raina


"Nah gitu dong nurut sama suami.hmm.." Raihan


"Hahaha.. suami orang." Raina


Raihan tersenyum lalu kembali ke ruangannya.


Ternyata percakapan itu didengarkan oleh Imelda, penyadap suara yang disimpan di sana sudah mulai dipantau oleh wanita itu.


"Kamu masih beruntung, tapi lain kali tidak ada kata untung lagi buat kamu Raina!, apalagi kamu sudah berani mengganggu apa yang menjadi milikku." Imelda

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2