Jatah Mantan (Pelakor)

Jatah Mantan (Pelakor)
Mencari Keberadaan Raina


__ADS_3

Malam ini Raina tak bisa tidur karena perasaannya yang sedang kacau. Di Rumah barunya hanya ada dia dan Bi Ruminah, ada juga satpam yang dipekerjakan untuk berjaga-jaga di pos depan dekat gerbang.


Wanita itu pergi menuju arah dapur, memeriksa makanan manis yang ada disana, jika Raina sedang sedih dan kesal, maka dia akan makan banyak, makanan yang manis ataupun yang sangat pedas.


"Tadi siang aku sudah makan bakso pedas, dan sekarang pengen yang manis-manis, emm mari kita lihat di dalam kulkas ada apa saja..!" Raina


Matanya berbinar saat melihat ada coklat, dan juga pudding, dia menikmati makanannya di dapur sendirian. Memakannya dengan wajah cemberut karena memikirkan Raihan yang berlibur di Bali tanpanya.


"Ahhhh … ," Teriak Raina


"Kenapa Non? Ini Bibi." Bi Ruminah


"Bibi, ngapain disini malam-malam?" Raina


"Kan Bibi disuruh Non menginap malam ini, pagi tadi Non mengirim pesan ke nomor Bibi." Bi Ruminah


"Oh iya, aku lupa Bi." Raina


Wanita itu dengan cepat menghabiskan makanannya, berlalu pergi menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka. Setelah itu dia pergi ke kamarnya menyalakan televisi dengan kencang namun membiarkan TV itu menyala tanpa ditonton olehnya, wanita itu hanya tidak mau keadaan kamarnya sepi.


Dia membaringkan tubuhnya, berharap bisa tidur dengan diiringi suara televisi itu.


***


Raihan benar-benar kesal, ternyata tidak ada imelda disana.


"Apa, sudah dipantau terus kan?" Raihan


"Sudah Pak, hanya ada wanita ini yang bersama Pak Hendra, mungkin besok baru bisa menemukan wanita yang bapak cari," Pak Denis mengeluarkan foto Hendra dan istri mudanya.


"Gimana ini Pak Gio?" Raihan


"Kalau saya , terserah Bapak saja, mau melanjutkan pencarian disini lebih lama lagi atau langsung melaporkan Pak Hendra?" Gio


"Aku bingung, sebenarnya aku ingin bertahan beberapa hari, tapi itu terlalu membuang-buang waktuku, aku ingin wanita itu secepatnya tertangkap." Raihan


"Sabar Pak, semua kan perlu proses..! Mungkin mantan istri Bapak bersembunyi di dalam kota, apa sebaiknya kita kembali? Karena tidak ada paspor atas namanya, tidak menutup kemungkinan juga dia menggunakan paspor palsu, saya sih bagaimana Bapak saja." Gio

__ADS_1


Sebaiknya aku pulang saja, dan menugaskan orang-orang ku disini, aku akan menahan amarahku untuk tidak tergesa-gesa melaporkan pak Hendra. Pikir Raihan


Keesokan harinya Raihan pulang ke Jakarta, dia berniat menemui Raina secara langsung, mencari dimana alamatnya yang baru.


Dia tidak sayang dengan uangnya, dia menyewa detektif handal lainnya untuk mencari keberadaan kekasihnya itu.


"Han udah pulang aja, pasti ada kabar baik ya?" Lisa


"Kabar baik bagaimana maksud Mamah?" Raihan


"Imelda udah ketemu kan?" Lisa


"Hmm, belum Mah, aku pulang karena kemarin gagal menemukan Imelda lalu aku memerintahkan anak buahku saja untuk berjaga disana." Raihan.


"Yah, padahal Mamah sangat berharap bisa melihat wajah wanita itu dan mencakar tepat di wajahnya agar bisa membuat dia sengsara selamanya." Lisa


"Jangan gegabah Mah..! Mamah gak mau kan kalau ikut dipenjara bersama menantu kesayangan Mamah itu? Hmm.." Raihan


"Ish, selalu saja kamu ledekin Mamah, dia itu bukan menantu kesayangan Mamah." Lisa


Bagaimana aku bisa menghadapi Raihan, jika aku selalu dipojokkan olehnya. Pikir Lisa


Lisa yang sudah lama tidak bertemu Raina, dia mencoba menghubungi nomor wanita yang dicintai oleh anaknya itu sejak lama.


"Tidak diangkat, apa mungkin dia sudah tidur ya?" Lisa


Akhirnya Lisa memutuskan untuk tidur juga dan mencoba menemui Raina besok pagi.


***


Keesokan harinya Raihan sudah bekerja seperti biasanya, dia tidak mau libur karena dirumah pun dia tidak bisa mengistirahatkan pikirannya yang penuh masalah.


"Sarapan dulu Han..!" Lisa


"Dikit aja Mah, aku gak mau kalau sampai telat." Raihan


"Iya, yang penting kan gak kosong banget perutnya, nanti maag lagi." Lisa

__ADS_1


"Iya Mah." Raihan


Apakah semua Ibu-ibu di dunia ini cerewet? Pikir Raihan


Saat Raihan pamit dan baru saja membuka pintu mobilnya, Lisa berteriak dari pintu rumah.


"Han.. Mamah nanti siang ke kantor kamu ya?" Lisa


Raihan menganggukkan kepalanya, meski dia merasa heran dengan kedatangan ibunya yang terbilang tumben sekali.


Lelaki itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dan tak lupa dia menghubungi Detektif sewaan itu.


"Belum Pak, saya belum mendapatkan alamat baru Bu Raina, berikan saya waktu lagi..!" Detektif Heryawan


"Oke, sampai sore nanti, aku tunggu kabar baik darimu!" Raihan


"Baik pak, saya akan berusaha semampu saya." Heryawan


Padahal Raihan baru menyuruh Detektif itu saat kemarin sore, dan pagi ini dia memarahi orang itu, sungguh Bos itu Raja bukan?


Sesampainya di Kantor, Raihan teringat dengan Lani, namun gadis itu ternyata sama saja, tidak tahu mengenai keberadaan Raina sekarang, gadis itu hanya sempat bertukar pesan dan menanyakan kabar Raina saja.


Astaga, sebenarnya dia pindah kemana? Kenapa tak ada satupun orang yang tahu? Pikir Raihan


Pekerjaan , pekerjaan dan pekerjaan, ya hanya pekerjaan yang Raihan utamakan hari ini karena perusahaannya sedang mengalami penurunan.


Tok


Tok


Tok


"Masuk..!" Raihan


"Han, Raina kemana? Kok dia diganti sih? Kamu pecat dia?" Lisa


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2