Jatah Mantan (Pelakor)

Jatah Mantan (Pelakor)
Kembali


__ADS_3

Keesokan harinya saat pagi tiba, Raina pulang menggunakan kereta api lagi, dia begitu menyukai perjalanan pulangnya menggunakan transportasi tersebut.


Setelah sampai dirumah, dia disambut oleh beberapa karyawan yang sedang menunggunya di teras rumah.


"Bu Bos udah pulang? Pasti capek ya? Maaf ya bu Bos kami kemari mengganggu nih, hehe.." Rika (salah satu karyawannya)


"Gapapa kok, ada apa ko ngumpul gini?" Raina


"Itu bu, banyak pesanan namun stock mulai menipis." Rika


"Oh begitu, maaf ya akhir-akhir ini aku terlalu sibuk, sampe lupa mengecek barang, biar siang ini aku langsung mengurusnya, kalian packing dulu barang yang ready, kalau pesanan yang barangnya belum ada nanti tunggu sampai siang ini, kalau pelanggan membatalkan pesanannya itu mungkin bukan rezeki kita." Raina


Memang dia disibukkan dengan pekerjaannya di kantor, dia juga malah berlibur dan menyingkirkan semua beban pekerjaannya termasuk bisnisnya ini.


Raina membuka pintu dan masuk ke dalam, sementara para karyawan kembali ke toko yang tidak jauh dari sana.


"Ah lelahnya.." Raina


Liburan itu memang menyenangkan, namun tidak dipungkiri jika saat pulang lelah yang terasa.


Raina merebahkan tubuhnya, punggungnya pegal karena duduk lumayan lama di kursi kereta api tadi, dia berniat tidur sejenak dan memasang alarm agar dia bisa cepat membeli barang-barang yang habis di tokonya.


***

__ADS_1


Siang itu Raina bergegas mendatangi langsung tempat pembuatan barang yang kosong, ya untuk kali ini barang yang kosong baju gamis dan sepatu model keluaran baru.


Setelah melakukan kesepakatan, dia bergegas pulang, sambil mengirim pesan pada Raihan.


| Kamu dimana Mas? Kita ketemu yuk malam ini..! | Raina


| Dirumah, boleh sayang, dimana? | Raihan


| Cafe biasa aja | Raina


| Oke, jam 8 ya? | Raihan


|Siap | Raina


Raina datang lebih dulu, dia menunggu kekasihnya selama 10 menit hingga lelaki tampan pujaannya terlihat berjalan menghampirinya.


"Maaf ya, Mas telat." Raihan


"Gapapa ko Mas, aku gak lama nunggunya." Raina


"Biasalah, Mas harus pergi tanpa sepengetahuan Imelda." Raihan


"Hmmm… iya aku ngerti kok." Raina

__ADS_1


Mereka makan malam romantis, bahkan berdansa bersama, malam ini Raina diperlakukan spesial oleh suami orang. Dia senang, dia tidak pernah menganggap Imelda istri Raihan, karena Raina merasa dari dulu Raihan adalah miliknya, hanya saja Imelda yang merebutnya secara paksa.


***


Pagi hari tiba, Raina seperti biasa melakukan aktivitasnya pergi bekerja, dia pergi dengan mobilnya, namun dia duduk di kursi belakang karena mulai hari ini dia tidak ingin menyetir sendiri, dia sengaja mempekerjakan sopir baru.


"Pak, Bapak pulang aja temenin Pak Dika jagain rumah, nanti saya hubungi Bapak kalau sudah waktunya pulang..!" Raina


"Baik Bu.." Pak Marwan


Raina merasa hari ini dia lebih segar, setelah mendapatkan liburan dan perlakuan istimewa semalam.


Dia menatap layar laptop nya dan mulai bekerja, dia juga sempat menyapa Raihan pagi ini, namun mereka bersikap profesional di depan para karyawan lainnya.


Saat perut Raina mulai sedikit perih, dia berniat pergi ke kantin karena waktu sudah menunjukan pukul 11.00 dan waktunya makan siang.


Namun saat dia membuka pintu, dia terkejut dengan kedatangan seseorang yang menenteng makanan.


Astaga, aku harus bagaimana? Pikir Raina


wanita di depannya menatap Raina dengan tatapan tajam, membuat dia berpikir jika hari ini akan ada keributan lagi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2