
Tuan Nixon sangat kaget melihat kedatangan adik iparnya ke kantornya. Melihat laki-laki itu datang kembali menampakkan wajahnya di hadapannya membuat Tuan Nixon mengingat kembali bagaimana susahnya dia memisahkan Deen dengan laki-laki yang tidak bertanggungjawab itu.
Dengan rasa tidak tahu malu Desmon masih berani mendatanginya. Tuan Nixon bertanya-tanya di dalam hatinya apa sebenarnya tujuannya datang akli ini. Apakah dia akan kembali memeras mereka lagi.
Karena pada saat adik perempuannya atau ibu Deen masih hidup, Desmon menjadikan wanita itu sebagai ATM berjalan. Dan dia memperalat kembali atau menggunakan Deen lagi sebagai alat dia untun meminta duit ke keluarga Kingsly.
Hingga pada akhirnya setelah Tuan Nixon tahu kelakuan dari dari Desmon, apalagi laki-laki itu tidak pernah mengurus Deen selayaknya anak membuat dia geram dan mengambil Deen dari laki-laki tidak bertanggungjawab itu.
Apalagi saat dulu dia melihat keadaan Deen yang sedang sakit di tinggal sendiri di rumah. Tidak diurus bahkan dijadikan sebagai tawanan di rumah dan tidak pernah dikasih keluar. Saat Tuan Nixon menemukan Deen kecil waktu itu sedang terkapar, sakit meringkuk sendirian tanpa ada yang mengurusnya.
Jika Tuan Nixon telat datang mengambilnya waktu itu, kemungkinan besar keluarga Kingsly tidak akan pernah lagi melihat Deen selamanya. Tuan Nixon sangat merasa bersal terhadap Deen karena telah membiarkan anak itu menderita sendirian.
Selama itu Tuan Nixon mengira jika Desmon mengurusnya dengan layak setelah kepergian adik perempuannya. Nyatanya tidak.
Melihat sekarang laki-laki tidak bertanggungjawab itu ada di depannya sekarang, rasanya dia ingin menghajarnya.
“Lama sudah tidak bertemu, kak” sapa Desmon setelah duduk dengan nyaman di salah satu sofa di ruang kantor Tuan Nixon. Sementara yang punya ruangan itu sang kesal melihat Desmon yang terlihat sangat santai.
“Sudah aku peringatkan, jangan pernah lagi datang ke negara ini” ujar Tuan Nixon dengan nada geram. Tetapi Desmon tidak menghiraukan perkataan dari Tuan Nixon barusan. Dia malah membahas masalah yang lain.
“Aku dengan kakak mau menutup proyek yang ada di Amerika. Apakah itu benar?” tanya Desmon sambil memajukan tubuhnya ke arah Tuan Nixon yang duduk di depannya.
“Kalua iya, memangnya kenapa?” tantang Tuan Nixon.
“Aku juga kan harus menghidupi diriku sendiri, kak. Bukankah masalah ini sebelumnya sudah kita sepakati? Kakak sudah berjanji akan memberikan aku proyek di luar negeri. Jika kakak memberikannya, aku tidak akan mendenkati Deen lagi.”
__ADS_1
Tuan Nixon sangat marah mendengar perkaatn Desmon barusan. Betapa tidak malunya iparnya itu meminta bantuan kepadanya. Padahal dia masih bisa mencari pekerjaan lain tanpa menyusahkan keluarganya.
Tetapi pada awalnya Tuan Nixon memang sudah tidak suka dengan Desmon. Hanya karena adik perempuannya yang sudah almarhum membuat dia memaksakan diri untuk menerima laki-laki di depannya itu.
Karena adik perempuannya yang begitu mencintai laki-laki di depannya itu, makanya Tuan Nixon luluh.
“Dasar kau…!!! Sudah aku bilang jangan pernah menemui Deen lagi” bentak Tuan Nixon.
“Hahaha… Kenapa kakak marah-marah, aku ini kan ayahnya. Pacar Deen juga ternyata cantik juga, ya?” ujar Desmon membuat Tuan Nixon semakin kaget. Dia bertanya-tanya di dalam hati bagaimana cara iparnya itu mengetahui tentang kehidupan Deen padahal dia baru saja datang.
“Tapi sepertinya gadis itu tidak asing. Kenapa? Apa ada yang kakak ketahui tentang hal itu?” ujar Desmon seraya bertanya yang melihat Tuan Nixon sepertinya ada yang disembunyikan.
“Kalau kau masih merasa manusia, jangan pernahkamu menampakkan dirimu dihadapan gadis itu. dia adalah putri dari orang yang kau bunuh” jawab Tuan Nixon dengan geram. Karena dia melihat Desmon sama sekali tidak ada rasa bersalah sedikit pun.
“Apa? Aku membunuh orang? Kakak bicara omong kosong apa? Ah… Kejadian tempo dulu gara-gara mobil sampah itu? Hahaha…. Hahaha…!!! Jadi gadis itu adalah anak dari pengendara mobil tua itu ternyata dunia ini kecil sekali ya. Hahaha…!”
Dia juga tidak habis pikir bagimana bisa Deen berpacaran dengan gadis dari anak yang orangtuanya terlibat kecelakaan dengan keluarga Kingsly.
“Dasar kurang ajar! Masih bisa-bisanya kamu tertawa!” ujar Tuan Nixon snagat marah. Dia melihat Desmon, laki-laki itu benar-benar manusia iblis yang tidak punya sisi kemanusiaan.
Bisa-bisanya masih tertawa dan merasa perbuatannya dua puluh tahun yang lalu seperti hal biasa saja. rasanya Tuan Nixon ingin menonjok wajah laki-laki paruh baya itu sampai bonyok.
Untuk saja ada asistennya di dalam ruangan itu yang menenangkannya. Kalau tidak ruangan itu pasti sudah hancur.
“Hehehe… Kak, harusnya kakak menjodohkan anakku dengan gadis yang lebih baik dari anak itu. Atau jangan-jangan kakak ingin membereskannya lagi seperti yang kakak lakukan beberapa waktu yang lalu?” ujar Desmon dengan senyum sinisnya.
__ADS_1
“Kau…!!!”
“Ah, sudalah…. Yang penting aku sudah mendapat informasi yang sangat menarik. Kalau begitu aku pamit dulu” ujar Desmon sambil beranjak dari tempat duduknya.
“Apa? Kau mau ke mana kau?” tanya Tuan Nixon yang takut jika Desmon akan membuat masalah lagi dan membuat Deen terpuruk lagi.
Wajah dia sangat mengkhawatirkan Deen, karena laki-laki itu sempat mengalami trauma berat. Dan Deen bisa hingga seperti yang terlihat sekarang itu karena Tuan Nixon berusaha memberikan dia kepercayaan, mengurusnya seperti anak sendiri, membawa dia ke dokter spikiater untuk mengobati traumanya.
Tuan Nixon tidak mau apa yang sudah dilakukan untuk membuat Deen kembali dan sembuh walaupun mungkin tidak hilang total. Setidaknya Deen sudah bisa menjalani kehidupannya seperti manusia normal pada umumnya.
“Kak, yang aku inginkan hanya Cuma satu. Uang! Kakak harus ingat itu baik-bai, ya?” ujar Desmon tersnyum puas melihat kepanikan di wajah Tuan Nixon. Lalu Desmon pergi keluar dari ruang kantor tersebut.
“Uuufff…” Tuan Nixon menghela napas panjang sambil mengelus keningnya. Dia merasa kepalanya sangat pusing.
Kemudian Tuan Nixon pun meminta asistennya itu untuk mengatur jadwal dan menginformasikan kepada Shana kalau dia akan bertemu dengan gadis itu.
“Shana… Demi Deen aku harus menemui anak gadis itu” batin Tuan Nixon yang berusaha memikirkan apa yang akan dia lakukan.
Dari cara bicara Desmon tadi, Tuan Nixon merasa kalau Desmon tidak akan membiarkan Deen hidup dengan tenang. Desmon tidak pantas disebutkan sebagai orangtua. Dia sama sekali tidak layak dengan sebutan itu.
Demi untuk memenuhi ambisinya, dia melakukan dan menghalalkan segala cara. Desmon tadinya akan mendapatkan beberapa jabatan dan warisan setelah dia menikahi putri dari pemilik Perusahaan Kingsly Group tersebut. Tetapi hayalannya itu sama sekali tidak terwujud.
Bahkan saat istrinya meninggal pun, dia sama sekali tidak mendapatkan apa-apa. Kerena Tuan Brees mertuanya dan Tuan Nixon lebih dulu tahu akal busuk dari laki-laki itu.
Dan pada akhirnya Desmon membuat ulah dengan terlibat kecelakaan yang mengakibatkan sepasang suami-istri meninggal dunia. Tidak mengurus anaknya dengan benar, tapi malah menelantarkan anaknya setelah mendapat duit dari keluarga Kingsly.
__ADS_1
Deen hanya dijadikan sebagai alat untuk memeras mendapatkan uang saja. hingga membuat Deen mengalami trauma berat. Dan sekarang setelah kehidupan mereka kembali normal, laki-laki kurang aj*r itu malah datang lagi. Dan ingin membuat masalah lagi.
Tuan Nixon tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi. Dia akan memastikan kali ini Desmon akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan apa yang telah dia perbuat selama ini. Dia akan membuat efek jera kepada laki-laki yang tidak tahu malu dan tidak tahu diri itu.