Jatuh Cinta Dengan Secretaris

Jatuh Cinta Dengan Secretaris
Bertemu Tuan Nixon


__ADS_3

Hariini Vina datang berkunjung ke apartemen Shana. Myeshan juga mereka undang untuk meramaikan pertemuan Vina dan Shana. Mereka bertiga pun makan bersama.


“Ok. Mari kita bersulang” ujar Vina mengangkat gelasnya.


“Sekarang kita akan membahas rapat dadakan persiapan untuk menemui keluarga calon mempelai laki-laki” lanjut Vina lagi sambil tersenyum karena dia sangat meresa senang atas hubungan Shana dan kakak sepupunya.


Ditengah-tengah acara makan mereka juga tadi, Shana sempat menyinggung kalau asisten dari Tuan Nixon, ayah dari Vian memberitahukan untuk meluangkan waktu Shana bertemu.


“Ke-keluarga mempelai?” gumam Shana dan Myesha saling melirik. Vina memang kalau ngomong terlalu blak-blakan.


Seperti sekarang. Menurut Shana Vina mengatakan istilah calon mempelai itu sangat terlalu dini. Terlepas dari apa istilah penyebutan yang Vina bilang tadi, Myesha merasa penasaran kenapa dia juga ikut diundang.


“Maaf, tapi kalian kenapa mengundang aku datang ke sini, ya? Soalnya aku berpikir urusan kamu datang menemui Shana tidak ada hubungannya denganku" tanya Myesha kepada Vina.


Vina tersenyum melihat Myesha sambil membenarkan posisi duduknya. Karena mereka bertiga duduk lesehan.


“Oh iya. Aku mendengar kalau kakak adalah teman sekaligus kakak dan orangtua kak Shana. Kalau aku, kakak boleh memanggil aku dengan Vina saja” ujar Vina memperkenalkan dirinya.


“Ah, baiklah. Kalau aku Myesha dan kamu boleh memanggiku senyamanmu saja” balas Myesah sambil tersenyum juga.


Setelah Myesha selesai mengobrol dengan Vina, dia bergeser agar lebih dekat ke arah Shana yang duduk di sampingnya.


“Hah! Pantas saja kau memaksaku untuk datang ke sini. Rupanya gara-gara ini? Kalian berdua lumayan cepat juga dekat, ya?” bisik Myesha sambil menatap Shana menelisik.


“Aku juga nggak paham” balas Shana berbisik.


“Vina, menurutmu bukankah ini sangat berlebihan? Aku hanya diundang ayahmu untuk bertemu saja” ujar Shana yang menilai kedatangan Vina ke menjumpainya secara langsung ke tempat tinggalnya.


Sementara Myesha yang duduk samping Shana hanya bisa melihat kedua orang yang terlihat merasa tidak nyaman. Yang satu merasa berlebihan dan yang satunya lagi merasa seperti bersalah.


“Ada apa ini?” batin Myesha bertanya-tanya di dalam hatinya yang lebih memilih melanjutkan memakan makanannya.


“Ah, kakak ini terlalu polos apa bagaimana sih? Kakak tidak pernah menonton drama-drama di TV rupanya. Walaupun ayahku itu orangnya baik, apa kakak tidak memikirkan kemungkinan apa yang akan dilakukan ayah saat bertemu besok?”

__ADS_1


“Contohnya, mungkin dia akan memberikan uang dan menyuruh kakak untuk menjauhi kak Deen. Atau kakak dikatain terlalu berani mendekati kak Deen. Kalau aku sendiri sih sangat senang kak Shana berpacaran dengan kak Deen. Makanya kakak harus mempersiapkan diri untuk bertemu dengan ayah.”


Shana dan Meysha hanya bisa mendengar imajinasi gadis di depannya itu. Mereka berdua saling menatap dan berpikir jika Vina benar-benar ratu imajinasi yang sungguh hebat.


“Tampaknya kamu sangat menyukai film drama-drama yang membuat otak mumet, ya?” ujar Shana


“Nggak juga. Hidupku malah lebih terasa seru berkat kak Shana. senang rasanya melihat kak Deen dan kak Shana sudah sah berpacaran. Akibatnya aku tidak perlu nonton film drama-drama yang ditayangkan di TV” jawab Vina yang disepanjang omongannya selalu memancarkan senyumnya.


“Ah. Hahaha…! Tuan Nixon salah satu pejabat di Perusahaan Kingsly Group. Ada apa beliau mengundangku sebenarnya?” batin Shana di dalam hatinya sambil tertawa.


“Untung saja aku tidak menghapus nomor asistennya. Kalau tidak, bisa saja aku kemari salah ngomong. Dan aku juga hanya bisa mengiyakan saja karena terlalu gugup dan tidak bisa berpikir apa-apa.”


“Tapi sebenarnya aku agak penasaran. Kenapa memintaku tidak memberitahukan kepada Deen kalau beliau ingin bertemu denganku. Aku masih bertanya-tanya atas hal itu” batin Shana.


“Jadi, berhubung karena kamu salah satu anak dari calon mertua temanku ini persiapan apa yang akan dia lakukan untuk antisipasi” tanya Myesha yang tiba-tiba suaranya terdengar serius.


“Kamu yang bilang ini adalah pertemuan untuk persiapan Shana bertemu dengan ayahmu. Tapi belum tentu saja Tuan Nixon mau bertemu dengan Shana hanya dengan alasan itu” lanjut Myesha.


“Ah… Iya benar” balas Vina sambil menautkan kedua telapak tangannya.


“A-anu… I-itu…”


“Sebenarnya aku …”


Vina yang tadinya terlihat sanag senang tiba-tiba berubah drastis menjadi terlihat seperti orang yang nyalinya ciut. Shana dan Myesha melihat Vina duduk telihat tidak nyaman sambil menatap berrka berdua.


“Maafkan aku. Aku tidak sengaja memberi tahu ayah kalau kak Shana dan kak Deen berpacaran” ucap Vina menundukkan kepalanya meminta maaf.


“APAAA…!!!”


Dengan perasaan bersalah, Vina menarik paper bag yang dia bawa sambil tersenyum dipaksakan karena dia benar-benar merasa bersalah kepada Shana.


Dia yang terlalu bersemangat dan akhirnya mulutnya keceplosan memberi tahukan ayahnya kalau Deen punya hubungan dengan Shana. Dan sebenarnya tujuan utama Vina datang menjumpai Shana adalah untuk meminta maaf.

__ADS_1


Karena dia sadar, dia telah mendahului kakak sepupunya memberi tahukan tetang hubungan pribadinya kepada keluarga.


“Maaf. Harusnya aku tidak keceplosan kemarin itu dan memberi tahukan hubungan kalian kepada ayah. Jadi, sebagai permintaan maafku aku membaha bebera barang. mungkin ini sebagai sogokan agar kak Shana mau memaafkan aku.”


Vina pun memberikan paper bag ke hadapan Shana dan Myesha.


“Aku benar-benar minta maaf, kak” ulang Shana meminta maaf sambil menundukkan kepala dengan tulus.


“Aku yakin karena aku memberitahu ayah makanya kak Shana dipanggil untuk bertemu dengan ayah. Aku minta maaf.”


Melihat wajah bersalah Vina Shana pun merasa mau tidak mau harus memaafkan gadis itu. Bukan karena dia diberikan barang sogokan.


“Aku akan memberikan beberapa informasi juga mengenai ayahku. Semoga besok bisa membatu kakak” ujar Vina yang datang mencoba untuk membatu walaupun sebenarnya mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan Tuan Nixon.


Tetapi, setidaknya Shana sudah punya gambaran dan tidak terlalu kaget besok saat bertemu besok dengan paman Deen itu. Dan Vina pun dengan panjang-lebar menceritakan mengenai Tuan Nixon tentang ayahnya.


Walaupun apa yang dia lakukan saat ini tidak bisa membantu sepenuhnya. Setidaknya sudah bisa mengobati rasa bersalahnya.


Keesokan harinya Shana pun pergi menjumpai Tuan Nixon ke salah satu restoran yang sudah direservasi sebelumnya.


"Reservasi atas nama siapa, nona?” tanya weiters yang berjaga dengan ramah.


“Shana” jawab Shana sambil tersenyum membalas senyuman weiters tersebut.


“Baik. Mari saya antar ke tempat anda” ujar si weiters berjalan menuntun Shana menunjukkan di mana ruangan yang telah diresevasi sebelumnya oleh asisten Tuan Nixon.


“Terima kasih” balas Shana mengikuti ke mana si weiters itu pergi berjalan membawanya.


“Huh! Waktu perjanjian ketemuannya tinggal beberapa menit lagi. Untung saja aku bisa berdandan dengan rapi. Untung saja aku tidak datang terlambat.” Batin Shana merasa lega karena dia yang lebih dulu datang.


Shana jadi teringat kejadian kemarin bagaimana repotnya Vina dan Myesha memilih pakaian untuk dia kenakan hari ini bertemu dengan Tuan Nixon. Dia dipaksa berkali-kali mengganti pakaian untuk memilih pakaian mana yang cocok dia pakai.


Shana pun masuk ke dalam salah satu ruang makan privet. Dan dia duduk di salah satu kursi di ruangam itu. Asisten Tuan Nixon sengaja mereservasi ruangan privet agar tidak terganggu dari pelanggan lainnya yang datang. Dan berhubung juga sesuatu yang mereka akan bicarakan nanti juga bersifat privasi.

__ADS_1


“Haaah!


Aku sudah berlatih macam-macam kemarin, tetapi tidak ada sama sekali yang bisa aku ingat. Aku harus ngomong apa nanti, ya?” batin sana yang tiba-tiba merasa gugup setelah duduk di dalam ruangan itu.


__ADS_2