Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
Episode 10


__ADS_3

Kenangan indah author salah satu nya di masa masa SMA kalau kalian gimana sama ngak ☺ ?


Setiap hari Alvin selalu menyempatkan diri untuk menjemput dan mengantar pulang Aisyah. Alvin sudah melepaskan masa jabatannya sebagai ketua OSIS .


" Baiklah anak anak, Kalian setuju ngak kalau kita buat acara camping tahun ini ? " suara pak taufik di dalam kelas.


"Setuju pak, " teriak mereka bersamaan


" Kalau kalian setuju minta orang tua atau wali kalian menandatangi surat ini " pak taufik membagikan surat ijin.


" Di situ sudah tertera biaya akomodasi dan lain lainya kalian baca dulu abis itu minta ijin ke orang tua kalian masing masing. "


"Kamu ikut Ay " bisik Vina dari belakang.


" Kayaknya enggak deh, biayanya mahal banget. Aku ngak mau ngerepotin orang tua ku " jawab aisyah


" Yah, enggak seru dong " Vina memanyunkan bibirnya


Agus yang geram melihat tingkah Vina langsung menarik bibirnya sampai si empu nya mengaduh kesakitan


" Sakit bxxxx " Vina mencubit tangan Agus.


" Kamu kan tau keluarga Aisyah lagi kesusahan cari uang, gimana di mau ikut " jelas Agus.


" Ya, Maaf aku lupa" Vina mengaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Ay, kamu tanya aja dulu sama ibu dan ayah di bolehin atau ngak? " bisik Alvin


" Ngak usah Al, aku ngak mau buat ayah dan ibu banyak pikiran. apalagi biayanya sangat mahal" jelas Aisyah


"Kamu itu juga tanggung jawab ku, Ay"


" Aku, ngak mau ngerepotin kalian Al, ! "


" Masalah biaya, biar aku yang bayar Ay"


" Kamu uang dari mana? " Aisyah memalingkan wajahnya kearah Alvin.


" Sewaktu liburan aku kerja, jadi kalau hanya untuk membayar biaya camping kamu dan aku uang tabungan aku masi cukup" bohong Al, sebenarnya cafe yang sering di datangi Al dan aisyah itu adalah cafe Alvin. tapi Al tidak pernah memberi tau orang lain.


Ya, sewaktu Alvin di suruh papa nya sekolah di kampung bik ina papa nya memberikan uang yang sangat banyak untuk keperluan ya. Alvin sangat bisa mengatur uang. Hingga iya berniat membuka cafe apalagi di liatnya belum ada cafe di daerah tersebut.


Memang nama nya cafe, tapi harga sangat murah sama seperti warung warung nasi biasa. Hingga cafe Alvin sangat cepat mendapatkan pelanggan. Apa lagi fasilitasnya sangat memuaskan Seperti Wifi gratis dan juga sport foto untuk di masukan ke ig.


" Simpan saja nya Al buat keperluan yang lain " pinta aisyah


" Kalau kamu takut minta ijin ke orang tua mu biar aku saja yang ngomong sama ayah dan ibu" potong Alvin


Aisyah mengangukan kepala nya tidak ingin berdebat lagi dengan Alvin. Ujung ujung nya tetap Aisyah lah yang kalah.


Malam hari dirumah Aisyah.


Tok tok tok (suara pintu diketuk)


" Assalamu'alaikum "


" Walaikumsalam salam, eh ada nak Alvin. mati masuk " ajak ibu.


" Bu, ayah ada " tanya Alvin membuka suara saat mereka duduk di sofa yang sudah usang.


" Ayah, " panggil ibu dengan suara naik 2 oktaf

__ADS_1


" Ada apa sih bu, udah ngak sabar apa mau ke kamar " canda ayah.


" Huss ayah ini malu ah di denger anak anak " ibu memukul lengan ayah.


" Ibu panggil Aisyah dulu" ibu pergi meninggalkan ayah dan Alvin untuk menghilangkan rasa malu nya.


"Ada nak Alvin rupanya ayah kirain ngak ada orang tadi " ayah mengaruk tengkuk nya tidak gatal.


Alvin hanya tersenyum mendengar ucapan ayah.


" Yah, Alvin mau minta ijin sama ayah" Alvin menatap ayah.


" Ijin apa Al? " tanya ayah


" Sekolah akan mengadakan camping tahun ini, jadi Alvin minta ayah ijinin aisyah ikut " jelas Alvin


" Camping, kalau ayah sih terserah aisyah aja mau ikut atau tidak "


"Gimana Ay kamu mau ikut sayang " tanya ayah saat Aisyah baru datang.


" Kalau ayah sama ibu ngak ngiji kan Aisyah ngak usah ikut "


"Ayah sama ibu pasti kasih ijin ya kan bu " tanya ayah pada ibu.


" Iya Ay, kamu pergi saja ini juga dari sekolah. " ibu memegang Aisyah.


" Baiklah bu kalau ayah sama ibu udah ngasi ijin. Ayah bisa baca dan tanda tangan. " Aisyah memberikan surat


" Biaya kapan di kumpulkan Ay " tanya ayah saat membaca biaya akomodasi.


" 2 Hari lagi yah, "


" Ya sudah, bu ayah minta tolong nanti ibu jualkan dulu cincin ibu ya " pinta ayah


" Loh kenapa Al " bukan ayah yang bertanya melainkan ibu.


" Biayanya sudah di bayar oleh sekolah ayah sama ibu tinggal tanda tangan saja "


" Alhamdulillah, ini rezeki mu nak, " ayah memeluk Aisyah


Aisyah membalas pelukanya


" Ini semua karna doa orang orang yang sayang sama Ay yah. "


Ayah melepaskan pelukannya.


" Ayah pergi pamit dulu mau ke pos kamling, biasalah tugas malam "


" Tugas malam main catur sampai pagi iya " jawab ibu.


"Kalau ngak begitu, nanti bisa ngantuk bu " ayah mencium pucuk kepala ibu.


" Ayah malu ah, " bisik ibu


" Kami ngak liat bu " sambung Tomi saat baru datang dari kamar menyelesaikan tugas sekolah.


" Bang Alvin kita main yuk " Tomi duduk di samping Alvin


" Gimana kalau abang ajari kamu main game online dari HP abang " tawar Alvin memberikan solusi, mengeluarkan hand phone nya dari dalam saku celana.


Tomi melihat foto kakaknya sebagai wallpaper di hape Alvin terkejut bukan main.

__ADS_1


" Wah wah, kok ada foto kak Aisyah bang! " tanya Tomi terkejut menutup mulutnya.


" Mana sini aku liat " Aisyah merebut handphone yang ada di tangan Alvin.


Alvin hanya mengaruk tengkuk nya yang tidak gatal dan binggung harus menjawab apa.


"Alvin, kamu kok foto aku diam diam gini sih " gerutu Aisyah memanyunkan bibirnya.


" Wah, bang Al ternyata suka sama kak Aisyah.. cie cie cie " ejek Alvin.


" Dengar ya Alvin. Abang mau menikahi kak Aisyah "


" Apa, menikah bukanya kalian masi sekolah. Kata bu guru kalau masi sekolah ngak boleh pacaran apa lagi menikah " Tomi memberikan peringatan untuk Al.


takk.


Alvin menjitak kepala Tomi


" Bukan sekarang tapi nanti setelah abang dan kak Aisyah dewasa "


" Aduh sakit bang, bilang dong nikahnya nanti setelah dewasa " Tomi mengelus kepala nya


" Abang minta sama kamu. Di saat abang ngak ada kamu jaga kak Aisyah, Ibu, dan ayah. Bisa kan? "


" Siap boss. Tomi bakal janji sama abang tetap jagain kak aisyah saat abang ngak ada. Biar ngak ada yang ganggu. "


" Terimakasih ya Tomi, abang selalu percaya sama kamu " Alvin memeluk Tomi.


" Al, kamu kok bohong sama ayah " tanya Aisyah saat mereka berada di teras rumah.


" Biar ngak repot " jawab Alvin datar


"Kok repot pula " aisyah mengernyitkan dahinya


tukkk... Alvin memukul jidat Aisyah dengan telunjuk pelan.


" Nanti ayah tanya uang dari mana, kamu kan tau, kita masi sekolah kenapa punya uang sebanyak itu. Nanti ayah pikir yang negatif tentang calon suami mu gimana " jelas Alvin panjang lebar dan di akhiri dengan menaik turunkan alisnya.


" Ohhhh " Aisyah hanya berohria


" Aku pulang dulu ya ay. Kamu istirahat sudah malam" Alvin mengacak gacak rambut Aisyah.


" Ini handphone kamu " Aisyah menyodorkan HP milik Alvin.


" Maaf ya soal foto foto kamu! "


" Ngak apa apa. Asal bukan untuk yang negatif . Aku ngak apa apa kok "


" Foto ini hanya untuk melepaskan rindu ku "


" Rindu, bukannya tiap hari bertemu? " tanya aisyah binggung mendengarkan ucapan Alvin.


"Hanya foto ini yang bisa aku cium, peluk. Kita kan belum muhrim jadi aku melampiskan nya sama foto ini.Aku ngak mau merusak kamu Ay "


Wajah Aisyah memerah seperti tomat yg sudah matang mendengarkan ucapan Alvin yang sederhana tapi bisa menusuk ke dalam hati Aisyah.


" Kamu bisa aja Al" menunduk hanya itu yang bisa di lakukan Aisyah


"Aku pulang dulu ya Assalamualaikum"


" Walaikumsalam " Aisyah melambaikan tangan

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir 🙏🙏


Jangan lupa like n comen


__ADS_2