
Ini visual saat Alvin dan Aisyah berada di ruangan rapat.
...Alvin Kusuma...
...Putri Aisyah...
Alvin tidak fokus dengan meeting kali ini. Ia berusaha untuk tetap tenang tapi tidak bisa. Sekali kali ia mencuri pandangan ke arah Aisyah . Aisyah sebenarnya tau saat ini ia sedang di pandangi tapi tetap berusaha untuk tetap profesional.
" Maaf Mas Reno , bisa kita lanjutkan lain kali meeting kali ini " bisik Alvin pada Reno yang ada di sebelahnya.
Reno tau saat ini Alvin sedang ada masalah, karena orang tua menjodohkan. Pasalnya sang papa sudah memberi tau kepada Reno . Reno bagaikan keluarga bagi keluarga Kusuma ia segera menghentikan rapat.
" Mohon maaf rapat kali ini kita akhiri sampai disini " ucap Reno .
Semua karyawan yang ikut rapat keluar secara bergantian tak terkecuali Aisyah . Alvin ingin mengejar Aisyah tapi dihentikan sama Reno karena ada berkas yang harus di periksa dan segera di tanda tangani.
Setelah selesai rapat Aisyah mengerjakan beberapa berkas yang diminta oleh Erick. Setelah selesai ia memberikan kepada Erick dan meminta ijin untuk cuti beberapa.
Erick yang menanyakan perihal Aisyah cuti, tapi Aisyah menjawab bahwa ada urusan keluarga yang sangat penting.
Setelah dari ruangan Erick, Aisyah menuju lantai 50 untuk ke ruangan HRD memberikan surat cuti.
Aisyah bekerja di lantai 55, bagian manejemen. sedangkan ruangan Alvin berada lantai 60. Lantai khusus untuk ruangan pribadi Presdir.
Setelah memberikan surat cuti, Aisyah memasuki lift agar bisa membawanya turun kelantai 1.
Beberapa karyawan keluar dari lift, Aisyah tidak menyadari bahwa ada seseorang berdiri tepat di hadapannya. Aisyah hanya menunduk kalut dengan perasaanya.
Dimana ia harus sabar dengan keadaan ibunya. Esok adalah hari pernikahannya, dan juga ia harus bertemu Alvin di saat yang tidak tepat. Apalagi ia baru tau bahwa Alvin keluarga terpandang dan juga keluarga terkaya. Setau dia Alvin hanya pria biasa yang ia kenal berbeda dengan yang sekarang
Saat pintu lift tertutup pria itu menekan tombol lift menuju lantai atap.
" Aisyah "
Aisyah mengangkat wajahnya dia binggung hanya Erick saja yang mengetahui nama itu, karena semenjak tinggal di kota Aisyah memakai nama Putri bukan lagi Aisyah . Ia berharap dengan nama Putri ia bisa menjadi putri yang membahagiakan keluarga.
" Eh, iya " Aisyah berhenti tidak melanjutkan perkataannya " Al, eh Pak, ada yang bisa saya bantu "
" Apa aku sudah tua sampai kamu panggil aku bapak "
" Maaf pak kita sekarang berada di area kantor. Jadi saya hanya bersikap profesional."
Ting pintu lift terbuka.
Alvin menarik lembut tangan Aisyah menuju sebuah bangku yang ada.
" Ay, aku merindukan mu " Alvin memeluk Aisyah dengan rasa rindu yang teramat dalam.
__ADS_1
Aisyah tidak tau harus berbuat apa. Apa ia harus membalas pelukan nya atau ia harus melepaskannya.
Alvin terus saja berucap bahwa ia sangat rindu pada Aisyah dan juga mencintainya.
Aisyah tersadar bahwa ia besok akan menikah ia berusaha melepaskan pelukan.
" Ay, kamu kenapa kok diam aja " ucap Alvin menari dagu Aisyah
" Maaf kan aku Al, " Aisyah pergi meninggalkan Alvin.
" Tunggu ay " teriak Alvin
Aisyah menekan nekan tombol lift tapi lift tidak terbuka juga. Aisyah putus asa di pergi kearah dimana ada tangga darurat .
Alvin menarik paksa Aisyah saat ada di tangga, hingga ia menabrak dada bidang Alvin . Saat ini Aisyah hanya bisa menangis meratapi nasibnya.
" Hey, kenapa kamu menangis ? aku sudah di sini apa kau tak merindukan ku " Alvin berusaha menenangkan Aisyah.
" Apa yang harus ku lakukan ya Allah " ucap Aisyah dalam hati.
" Tatap aku ay, kamu kenapa " Alvin berusaha membuat Aisyah bertatapan.
" Aku tau kau masih sangat mencintai ku, semua itu terlihat dari mata mu ini " Alvin menghapus air mata Aisyah.
Perlahan lahan Alvin mendekatkan wajahnya ke wajah Aisyah . Tak terasa hidung mancung Alvin saat ini sudah bersentuhan dengan hidung Aisyah . Hanya keheningan yang ada. Dengan cepat Alvin mengecup bibir Aisyah .
Aisyah Masih saja dengan pikirannya hingga ia merasakan bahwa sesuatu benda kenyal sedang mel***** b**** nya.
Tapi Alvin tetap saja melakukan aktivitasnya.
Aisyah hanya bisa pasrah keperawanan bibirnya di Rengit Alvin. Hingga ia mulai menikmati nya dan perlahan membalas apa yang di lakukan Alvin . Mereka masih sama sama tahap belajar. Tapi Alvin yang tinggal di Korea sudah sering melihat nya. Saat ini ia sedang mempraktekkan apa yang selama ini ia liat.
Setelah hampir kehilangan nafas baru lah Alvin melepaskannya.
" Ay, aku rindu sama kamu " ucap Alvin mengelap sudut bibir Aisyah.
Aisyah berusaha untuk bisa pasrah dengan keadaan. " Aku juga merindukan mu, bahkan aku sangat mencintai mu " Aisyah masih dalam pelukan Alvin, ia menangis di dada Alvin.
" Terus kenapa kamu menangis "
Aisyah melepaskan pelukan, ia mengelap sisa air mata. Dengan perlahan ia menari nafas dan berkata " Maaf kan Al , aku tidak pantas untuk mu "
" Maksud kamu ?"
Aisyah membuka kalung yang di berikan Alvin, kalung yang sederhana dengan permata love. " Maaf kan aku Al "
" Ini apa maksudnya ay ? Kenapa kamu lepas kalung itu ?"
" Al, besok aku akan menikah, mungkin aku memang bukan jodoh mu "
Aisyah menarik tangan Alvin dan menaruh kalung yang selama ia jaga di telapak tangan Alvin.
__ADS_1
Aisyah sudah tidak sanggup lagi, untuk menyakiti pria yang ia cintai. Ia berlari menuju lift, mungkin ini takdir Aisyah. Sekali pencet lift terbuka, Aisyah menekan tombol yang ada angka 1
Alvin mencerna semua perkataan Aisyah " Al, besok aku akan menikah, mungkin aku memang bukan jodoh mu " gumam Alvin
" Apa maksudnya dia akan menikah , " Alvin mengejar Aisyah tapi sayangnya lift Aisyah sudah meluncur ke lantai 1. Alvin tetap berusaha menekan nekan tombol lift
Aisyah keluar dari lift dengan Isak tangis. Ia meratapi nasib yang begitu tidak memihaknya. Saat ingin melepaskan yang tidak kunjung datang dengan menerima yang ada di depan mata. Saat itu pula yang di tunggu kedatangannya muncul secara tiba tiba.
Aisyah berlalu menuju parkiran. Saat membuka pintu mobil ada menahan tangannya.
" Ay, kamu kenapa "
" Aku, ngak apa apa ?"
" Kalau kami baik baik saja, tidak mungkin kamu menangis "
Pria itu memeluk Aisyah untuk menenangkannya. Saat itu sepasang mata elang menatap kearah mereka " Ternyata benar dia sudah memiliki penganti ku " ucapnya dengan menahan tangis.
Saat ini Alvin menyaksikan Aisyah di peluk oleh seorang pria yang ia kenal sebagai manejer keuangan di perusahaannya dia adalah Erick.
Alvin memasuki mobilnya, ia menangis sejadi jadinya. Alvin membuka jas dan membuangnya ke jok belakang, mengendurkan dasinya bahkan ia mengacak ngacak rambut nya,
" Argghkkkkk, kenapa ay ? Kenapa ? " teriak Alvin bahkan ia memukul setir mobil dengan kepalanya
" Hisskkk, ay kenapa ? kenapa kamu menikah dengan pria lain " Alvin terus menangisi kepergian Aisyah.
" Ay, apa kau tau aku sangat mencintai mu. Kau menghancurkan ku dengan pernyataan mu "
Alvin berusaha untuk tenang dan menancapkan gasnya. Tapi saat itu ponselnya berdering
Drttt
" Bicaralah "
" Al, kamu kenapa. Kamu baik baik saja kan "
" Ya, aku baik baik saja. Apa yang ingin kau bicara kan ?"
" Al, aku tidak bisa menemukan keberadaan Aisyah "
" Pulanglah aku pelu bantuan mu disini Ray "
" Baiklah aku akan pulang "
Alvin menutup panggilan. Dan melajukan mobilnya.
Terimakasih
Masukin daftar favorit, like n comen kasih rating bintang lima dong, + vote.
Author banyak maunya ... 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1