Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
Tanpa sadar


__ADS_3

Alvin tambah gemas dengan tingkah Aisyah yang masih malu malu padahal mereka sudah halal. Kan kalau di kerjakan dapat pahala.


Aisyah baru ingat ia lupa membawa pakaian ya kedalam kamar mandi. Setelah berbincang bincang dengan Nadin Aisyah mulai merasa panas setelah Nadin keluar kamar Aisyah buru buru masuk kamar mandi untuk menghilangkan panasnya.


flashback on


Saat Alvin keluar kamar, kak Nadin masuk kedalam membawakan sebuah paper bag.


"Selamat malam Ay, kok berdiri aja di situ"


Aisyah masih memikirkan bagaimana kalau Alvin meminta hak nya. Bagaimana pun juga hal itu pasti akan terjadi.


"eh ada kak Nadin, tidak apa apa kak. Boleh tolongi Aisyah bukain baju ini kak"


Nadin membantu Aisyah membuka baju, perlahan membantu membuka pengganjal rok gaunnya. Lalu membuka gaun perlahan lahan mulai dari perhiasan di atas kepala Aisyah, hijab, dan setelah itu membuka gaunnya.


Setelah selesai Aisyah ingin membersihkan diri. Tapi di tahan oleh Nadin. "Temani kakak minum dulu sebentar"


"Tapi Ay masih pakai handuk kimono kak"


Nadin memberikan sebotol jus pada Aisyah.


"Kan hanya kita berdua, sudahlah temani kakak sebentar. Nanti kalau di minum di kamar kakak, di ganggu sama si kembar" bujuk Nadin.


Aisyah menemani kakak iparnya minum jus dan juga berbincang bincang sedikit dengan di iringi tawa canda. Aisyah minum dengan mengunakan handuk kimono, ya kan saat ini cuma mereka berdua aja. Lagi pula handuk kimono ya menutupi bahu sampai bawah tangan Aisyah, dan panjangnya di bawah lutut.


Flashback off


"Mas" lirih Aisyah, Alvin tidak mau bergerak sedikit pun.


"Mas, kalau tidak mau pergi hadap kebelakang dong"


Alvin mengikuti perintah Aisyah, di menghadap kebelakang dengan senyum terlebar yang ia punya.


Alvin menelan saliva nya berulang ulang saat Aisyah keluar dari bathtub.


Ya, Aisyah tadi memakai lejing panjang warna putih dan memakai tangtop warna putih. Untuk menutupi pakaian dalamnya. Lagi pula ********** sudah ia masukan kedalam keranjang pakaian kotor. Jadi ia menyambar handuk kimono yang ada di dekat situ.


"Ay"


"Hm" Aisyah kini mengikat handuk kimono.


Alvin masih menbukungi Aisyah."Ay, kamu tau ngak kalau seluruh ruangan di kamar kamr mandi ini hampir seluruhnya kaca.


"Tau" jawabnya tepat sekali, masih fokus dengan merapikan handuk kimono. Tidak mungkin ia memakai pakaian yang tadi ia pakai saat masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Alvin membalikan tubuhnya, dan mengakar wajah Aisyah dengan menyentuh dagu Aisyah.


"Eh, mas aku belum siap"


Kini Alvin merubah posisinya yang sudah berada di belakang Aisyah. "Coba kamu liat" Alvin menunjuk kearah pada saat ia menbukungi Aisyah.


"Aaaa" teriak Aisyah dengan menutup wajahnya. Ternyata arah itu menunjukan Aisyah yang sedang di peluk Alvin dari belakang.


Alvin mengendong Aisyah keluar dari kamar mandi menuju ranjang yang belum sempat mereka sentuh. Masih terlihat rapi kelopak mawar yang berbentuk love di tengah dan juga ada sepasang hiasan angsa.


"Mas, kamu ngintip aku ya" ucap Aisyah Masi dalam gendongan Alvin.


"Kamu tadi bilang apa ? kan kamu hanya suruh aku membalikan badan bukan menutup mata. Lagi pula untuk apa mengintip istri sendiri"


"Mati aku kok bodoh kali sih, kenapa pake lupa di sana banyak kacanya. Lagi pula kenapa aku bisa sampai tertidur di sana. Kan malu jadinya" gumam Aisyah merutuki kebodohannya.


Alvin membaringkan Aisyah di tepi ranjang. Alvin juga ikut berbaring di samping Aisyah. Menyelipkan beberapa rambut di kuping Aisyah. "Kamu kok bisa tidur di bathtub sayang"


"Oh, tadi itu aku sedang kepanasan mas" jawabnya polos.


Alvin memaikan rambut Aisyah, sedangkan Aisyah melonggarkan dasi Alvin agar mudah bernapas.


"Bukannya ini sudah larut, emangnya kamu tadi ngapain"


"Tidak ada hanya berbincang bincang sedikit dan minum jus sama kak Nadin."


"Apa, sekarang masih kepanasan" Tanya Alvin penasaran apa efek obat perangsang yang di berikan kak Nadin masih bekerja.


"Masih mas"


"Mau aku dinginkan" tanyanya dengan tangan yang sudah memeluk Aisyah.


Aisyah benar benar tidak bisa mengelak kali ini. Tangan kekar Alvin sudah menjepit badannya. Bergerak saja susah apalagi untuk meloloskan dari Alvin.


"Mas, aku mau ganti baju dulu."


"Tidak usah, kau cantik tanpa mengunakan pakaian" kini Alvin mencium pucuk kepala Aisyah.


Deg deg deg


Jantung Aisyah sudah tidak terkendali lagi mendengarkan gombalan Alvin. Panas yang sudah mulai reda saat ia berendam kini mulai beralih menjadi panas yang membara.


Alvin mulai mengecup seluruh wajah Aisyah. Terlihat bibir yang dulu berwarna pink natural tanpa polesan sedikit pun kini beralih menjadi pucat. "Berapa lama kamu berendam ay"


Aisyah melihat kearah jam dinding dan mulai menghitung.

__ADS_1


"Sekitar satu .."


Ucapan Aisyah terputus, kini beralih menjadi suara nafas yang memburu. Alvin mel**** bibir Aisyah. Setelah itu beralih menjelajahi rongga yang ada di dalam.


Akhh


Suara itu lolos begitu saja saat Alvin mulai mengaktifkan tangannya di bagian leher Aisyah.


Alvin merasa semangat mendengar suara ******* Aisyah.


Kini leher Aisyah yang ia jelajahi.


Perlahan Alvin menarik tali handuk Aisyah. Ternyata tindakan Alvin juga di balas dengan Aisyah. Ia mulai membuka satu persatu kancing kemeja Alvin.


Entah ia sadar atau tidak, yang pasti Aisyah sangat menikmati.


Dada Alvin sekarang sudah terpampang jelas di hadapan Aisyah dada yang begitu kekar, yang menampilkan roti sobek di bagian perut.


Dada yang selalu ada saat Aisyah menangis, dada yang selalu setia , dada yang menampung airmata Aisyah mau itu air mata bahagia atau airmata yang sedih.


Dada yang sudah menemaninya selama beberapa tahun ini, barulah saat ini Aisyah melihat dada yang ada bersamanya.


Alvin mengecup pelan bibir Aisyah.


"Apa kamu sudah siap" tanya Alvin


"Tapi aku takut mas"


Alvin mengecup lagi bibir Aisyah dan kini beralih menjadi luma***.


Dari bibir ke leher, setelah itu bagian si kembar juga tak lupa Alvin jelajahi.


Mulai dari memainkannya dengan kedua tangan. Hingga mengisap keduanya, dan membuat tanda kepemilikan di atas si kembar. Alvin juga meninggalkan beberapa cap di leher Aisyah.


Wah bener bener harus terkuras nih otak.


Belum juga sampai intinya, sudah mulai pening. Bagi yang berpengalaman membuat cerita seperti ini tolong dong masukannya 😁😁


Terimakasih kaka semua masih setia nungguin Alvin dan Aisyah.


Jangan lupa rating 🌟🌟🌟🌟🌟


Like n Comen ya kakak semua.


Salam hangat dari Alvin dan Aisyah. Jangan pada ribut 🤫🤫 Mereka masih di atas ranjang menikmati satu sama lain 🤭🤭

__ADS_1


✌️🤗😘


__ADS_2