Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
Hancur berkeping keping


__ADS_3

Harusnya bagi kedua insan yang sudah lama menahan rasa rindu ini adalah hari yang sangat bahagia. Tapi tidak hari ini menjadi saksi bisu hancurnya hati masing masing.


Alvin melajukan mobil sampai di rumah. Dia tidak ingin keluarga melihat keadaannya yang sedang kacau. Segera ia merapikan penampilannya.


Setelah mengucap salam dia menaiki anak tangga menuju kamarnya. Tapi baru beberapa anak tangga ada yang memangilnya " Alvin "


Alvin segera berbalik, ternyata Oma yang memangil. Alvin memeluk Oma ingin rasanya ia menangis di pelukan Oma tapi ia tidak bisa. Alvin harus kuat dihadapan keluarganya.


" Oma, sudah makan ?"


" Alvin, kamu terima ya permintaan Oma. Tolong jangan tolak pernikahan Oma "


Alvin, sangatlah mencintai Aisyah tapi bagai mana mungkin ia akan menikah dengan orang lain. " Aku harus bagai mana jika aku tolak pasti Oma akan sangat sedih. Tapi aku hanya mencintai Aisyah. Aisyah aku harus bagaimana apa benar kata mu kalau kita memang tidak berjodoh " gumam Alvin dalam hati


" Gimana sayang kamu mau ya "


Alvin mengangguk, " Asal itu buat Oma bahagia aku pasti mau " Alvin mencium pipi Oma


" Nanti malam temui lah calon istri di cafe ****. Besok pagi kalian akan menikah ".


" Baiklah Oma ku sayang. Alvin kekamar dulu ya mau istirahat "


Saat menaiki anak tangga Alvin menangis dalam diam. Setelah ia menutup pintu kamar dan mengunci pintu, Alvin mencampakan tas dan juga jas nya di atas sofa.


" Arggghhh " Alvin berteriak sekencang kencangnya. Bagaimana pun juga tidak akan ada yang mendengar kamar Alvin kedap suara. Biasalah orang kaya.


Alvin tak ingin berlarut larut dalam kesedihan. Ia membuka laptop dan mulai mengerjakan tugasnya. Setelah selesai ia menelpon Rayhan agar bertemu di apartemen yang khusus ia beli agar bisa tinggal bersama Aisyah saat mereka sudah menikah.


Alvin keluar dari kamar memakai celana jeans dan juga kaos dipadukan dengan jaket denim, tak lupa ia membawa berkas yang akan di serahkan ke Rayhan.


" Oma, jam berapa Alvin harus menemuinya " tanya Alvin ke Oma saat Oma sedang menonton tv.


" Sehabis magrib sih nak, kamu mau pergi sekarang "


" Ia, Alvin mau bertemu Ray sebentar Oma "


" Jangan lupa sholat ya. "


Alvin menyalami Oma dan tak lupa mencium Oma nya "Assalamualaikum"


" Walaikumsalam sayang "


Alvin melajukan mobil ke arah timur dimana letak apartemen yang ia beli kemarin. Ia menekan tombol pin pintu membuka dan ternyata sudah ada Rayhan duduk di sofa


" Sudah datang Al " tanya Rayhan


" Hmm, aku mau kamu pergi ke cafe **** dan berikan surat ini di meja nomor 10 "

__ADS_1


"Jika sudah sampai sana dan bertemu jangan lupa telepon aku, aku ingin bicara "


Rayhan tidak pernah mengatakan tidak pada Alvin. Ia segera pergi menuju cafe .


Alvin memasuki kamar, perlahan pintu kamar terbuka dan sudah ada foto yang sangat besar di dinding. Terpampang wajah nya dan juga wajah Aisyah saat mereka masi SMA dulu. " Mungkin memang benar kita bukan jodoh " lirih Alvin


Rayhan memasuki cafe menuju meja nomor 10. Dan ternyata sudah ada seorang wanita yang sangat cantik.


" Permisi " ucap Rayhan


Gadis itu berdiri membungkuk di hadapan Rayhan


" Maaf, saya datang mewakili tuan muda, dia sedang ada pekerjaan penting "


Gadis merasa kecewa ternyata yang dihadapannya bukan calon suaminya " Oh iya tidak apa apa "


Rayhan mengambil ponsel yang ada di saku celananya, seperti yang di perintahkan Alvin.


" Hallo tuan " ucap Rayhan


" Maaf, nona tuan muda ingin bicara pada mu "


Rayhan meletakan ponsel di meja yang sudah di speaker


" Ray, tolong berikan surat yang tadi "


" Oh ya tuhan kamu membuat surat perjanjian Pranikah . Apa Alvin akan menikah " gumam Rayhan


Merasa kecewa saat membaca kata demi kata, yang isi menulis bahwa calon suaminya mencintai orang lain, dan juga tidak bisa mencintainya. Bahkan tertulis Alvin tidak bisa menjadi suami seperti yang lainnya. Yang tertuliskan jangan meminta haknya.


Saat membaca gadis itu mulai menitipkan airmata. Rayhan yang melihat itu pun merasa tidak tega " Apa yang kau tulis dalam surat itu Alvin , " gumam Rayhan


" Baiklah jika kau sudah membacanya silahkan tanda tangan " ucap Alvin setelah beberapa menit memberikan waktu agar Aisyah bisa membaca.


" Maaf tuan bisa saya bertanya " dia mulai memberanikan diri berbicara setelah menghapus jejak di pipinya


" Silahkan "


" Kenapa anda ingin menikahi saya "


" Aku menikahi mu karena Oma "


" Bahkan iya tidak menikahi ku karena paksaan Oma " gumamnya


" Baiklah, boleh saya meminta sesuatu "


" hmmm"

__ADS_1


" Saya akan menandatangani surat ini dengan dua syarat " ucapnya dan menulis sesuatu di atas surat dan menandatangi ya "


" Ck, ku tau pasti kau meminta uang kan, Semua wanita itu sama menikahi pria kaya hanya karena uang " Alvin mulai merendahkannya


Deggg Mendengar kata kata itu dia mulai meneteskan air mata lagi. Bukan hanya gadis itu yang merasa sakit, Rayhan juga tidak menyangka sahabat baik sekaligus bos nya itu bisa berkata seperti itu.


" Syarat pertama biarkan saya menjaga ibu saya yang sakit. Syarat kedua saya mau bekerja setelah menikah, karena saya tulang punggung keluarga " Ucap wanita setelah itu ia pergi .


Rayhan mengambil ponsel dan berkata " Dia sudah pergi dan juga sudah menandatangani suratnya "


Alvin memutuskan pangilan, mulai berdiri menyentuh bingkai foto dan setelah itu melemparnya kearah sudut.


Prakkkk, hampir seluruh kamar di penuhi oleh pecahan kaca.


" Kenapa kenapa ay , kenapa kau pergi meninggalkan aku " Alvin mulai kacau lagi.


Alvin terus berteriak teriak dalam tangis, bukan hanya bingkai foto yang sudah pecah semua yang ada di dalam kamar itu sudah hancur berserak tak karuan.


Saat di depan pitu Rayhan yang mendengar suara benturan keras segera pergi ke kamar Alvin


" Al, apa yang kamu lakukan. Tenanglah " Rayhan berusaha menahan Alvin agar tidak membuang barang lagi


Alvin jatuh terduduk lemas, " Ray aku hancur Ray aku hancur "


Rayhan berjongkok dan mulai memeluk Alvin " Katakan pada ku ada apa "


" Aisyah akan menikah, Ray."


" Sabarlah Al. Mungkin ini memang takdir " ucap Rayhan agar Alvin menerima keadaan


" Terus wanita tadi siapa " ucap Rayhan lagi


" Dia wanita yang di jodohkan oleh keluarga ku "


" Jika kau tak mencintainya kenapa kau mau menikahinya "


" Ray , apalagi yang aku harapkan cinta ku telah pergi. Kau taukan aku tidak bisa menyakiti keluarga ku." jelas Alvin


Setelah berbicara dengan Rayhan Alvin sudah tenang dia minta di antarkan oleh rayhan pulang kerumah.


Sebelum keluar apartemen Rayhan menelpon seseorang untuk membersihkan kekacauan yang terjadi


Kamar itu sudah tidak berbentuk kamar lagi. Sudah hancur semua nya dan perabotan yang di dalam pun sudah hancur. Rayhan harus meminta kepada seseorang untuk menganti semuanya dengan yang baru. Kamar itu mencerminkan hati Alvin saat ini


Hancur tak tersisa. Hancur berkeping keping


Ngak tega liat Alvin yang hancur 😢😢

__ADS_1


Terimakasih jangan lupa tinggalkan jejak


__ADS_2