
Mereka yang berada di ruang tamu berbincang mengenai masalah berita hoax.
Bahkan sudah mengerahkan seluruh para IT untuk melacak siapa yang menyebarkannya.
Dan hasilnya nihil, benar benar tidak meninggalkan jejak sama sekali.
"Mas, turunin" lirih Aisyah.
Alvin terus saja mengendong Aisyah sampai depan kamarnya. Satu tangan perlahan menarik gagang pintu.
Ceklek..
Alvin merebahkan Aisyah di ranjang yang berikatan king size itu. Alvin berlari kecil mengunci pintu, takut akan ada yang masuk sembarangan.
Ya siapa lagi kalau bukan Vika dan Vita, hanya mereka yang suka keluar masuk kamar Alvin, hanya untuk mengadu terkadang mengangu dan juga merengek minta di belikan. sesuatu.
Aisyah duduk, dengan kepala bersandar. Memperhatikan kamar Alvin yang bernuansa putih, hitam dan abu abu.
Terlihat, tidak banyak mainan. Hanya ada beberapa koleksi robot dan mobil mobilan.
Rak buku tersusun rapi, layaknya seperti perpustakaan mini.
"Kenapa bengong ? kamu suka kan kamarnya ay ?"
"Suka banget mas, kamar kamu rapi dan bersih."
Alvin beranjak naik ke ranjang, menarik Aisyah dalam dekapan nya. Mencium pucuk kepala istrinya sangat lama.
Bahkan seluruh wajah Aisyah tak luput di cium Alvin. Perlahan Alvin membuka hijab Aisyah.
Alvin senang Aisyah menuruti keinginannya untuk berhijab, padahal Aisyah sendiri yang memantapkan hati setelah ia menikah dengan Alvin ia perlahan sudah membiasakan ya.
Walau terkadang ia tidak mengenakan hijab, setelah Alvin berkata ia suka Aisyah yang mengenakan hijab.
Aisyah tambah memantapkan hatinya untuk menutup kepalanya, dan hanya akan di perlihatkannya untuk suaminya.
Alvin menarik nafas mencium aroma rambut Aisyah, membuatnya ingin melakukan lebih.
"Mas, ini masih siang loh"
"Ay, please aku mau" Alvin berkata dengan sangat mesra.
"Tapi mas, ini masih siang loh. Gimana nanti kalau ada liat, lagi pula seluruh keluarg. "
Hmmpptt
Alvin membungkam mulut Aisyah dengan meluma*t bibir Aisyah.
Menarik tengkuk Aisyah, agar ia bisa memperdalam ciumannya.
Aisyah yang mulai terlena dengan permainan Alvin, bahkan satu tangan Alvin sudah masuk kedalam gamis Aisyah, Aisyah tidak sadar saat Alvin mulai mencumbu ya tangan Alvin sudah membuka kancing atas gamis Aisyah..
Seperti yang di katakan Alvin ia akan memberikan 3 cucu untuk keluarga besarnya.
Udah entah berapa kali mereka melakukan pelepasan, hanya mereka yang tau.
Akhirnya keduanya tertidur pulas dengan posisi sama sama memeluk.
__ADS_1
Rayhan ingin mengajak Alvin, membahas masalah ini. Tapi larangan dan papa Alvin membuatnya mengurungkan niatnya.
Akhirnya mereka tau siapa yang membuat berita hoax itu. Dan yang membuat berita hoax itu hanya orang bayaran.
Identitas sebenarnya masih sekarang tidak di ketahui siapa pun.
Sedangkan Tomi, mengurus konferensi pers untuk besok pagi, sesuai permintaan Aisyah.
Angel, pun tak kalah kalut dengan masalah ini, di tambah papanya meminta ia untuk menikah dengan Alvin. Dan kabarnya sang papa dan mama sedang dalam perjalanan menuju rumah Alvin.
Jam menunjukan pukul 5 sore.
Aisyah terbangun, mengerjapkan mata berulang. Menutup mulut yang sedang menguap.
Memperhatikan wajah tampan suami. Hingga bibirnya terangkat, menoel hidung mancung Alvin.
"Mas, bangun" Aisyah berusaha membangunkan Alvin, karena mereka sudah telat untuk sholat ashar.
Aisyah menatap lekat ke wajah pria yang ia cintai, bahkan ia sampai putus asa.
"Mas, aku kira aku kamu bukan jodoh ku. Rasanya saat mengambil keputusan untuk menikahi laki laki yang tak aku cintai dan enggak aku kenal itu sakit mas"
"Tapi melihat sikap mu yang suka suka mencium ku dengan kasar di dalam kantor membuatku tambah sakit mas"
"Kamu enggak pernah memperlakukan ku dengan kasar, tapi hati itu kamu benar benar kasar mas"
Ucap Aisyah pelan dengan pipi yang sudah mulai basah.
Menepuk pelan pipi Alvin, tak kunjung juga bangun. Aisyah mengecup bibir Alvin sekilas saat hendak turun dari ranjang dan ingin ke kamar mandi.
Saat ia jatuh di atas tubuh Alvin.
"Kamu mulai nakal ya, ay"
"Nakal" Aisyah mengerucutkan keningnya.
"Udah mulai pinter curi cium saat suami tidur"
"Ma. na ada mas" ucapnya gugup.
"Jadi tadi apa? " Alvin menaik turunkan alisnya.
"Isshh, udah bangun tapi pura pu "
Lagi lagi Alvin membungkam mulut Aisyah.
"Maaf, untuk memperlakukan mu dengan kasar Ay.
Sebenernya mas itu cemburu liat kedekatan mu sama si Erick.
Mas, janji tidak akan mengulang kesalahan untuk kedua kalinya. Tetap bersama ku, sayang"
Aisyah merona di panggil sayang. " Iya mas, ayok mandi kita belum sholat ashar mas"
Alvin langsung turun dan mengendong Aisyah masuk dalam kamar mandi.
"Ehh, mas mau apa" tanya Aisyah panik. Mereka dalam keadaan bugil, setelah melakukan aktivitas panjang tadi Aisyah tidak memakai apa pun, hanya Alvin yang memakai celana kolor.
__ADS_1
"Katanya mandi bareng" Alvin mendudukkan Aisyah di atas closet. Lalu mengisi air di bathtub agar Aisyah bisa berendam.
Kali ini mereka benaran mandi ya, bukan mandi Mandian.
Setelah melangsung sholat ashar, mereka menuruni anak tangga dengan tangan saling mengemgam.
Baru saja sampai anak tangga ke tiga, Alvin dan Aisyah mendengar keributan di ruang tamu.
"Mas, kenapa ribut ribut begini ?"
"Enggak tau juga Ay, kita liat yuk"
Diruang tamu papa Alvin sedang berdebat dengan keluarga Angel, bahkan mereka membawa sekitar 20an pengawal, sebagian di luar dan sebagian ada di dalam.
Sampai si kembar, di bawa masuk oleh Nadin, Oma,mama dan ibu Aisyah.
Hanya Angel dan mama nya wanita yang berada di sana.
"Ferdi ku mohon jangan lah seperti ini, kita bisa bicarakan baik baik." ucap Dika papa Alvin.
"Kita, sudah lama bersahabat, tidak bisakah ini di bicaran baik baik" ucapnya lagi.
"Om, kami sedang berusaha mencari pelakunya. Besok juga di ada kan konferensi pers" ucap Rayhan.
"Aku tidak peduli apa pun yang kalian ucapkan yang ku mau hanya satu, Angel menikah dengan Alvin."
Degg Aisyah langsung menghentikan langkahnya. Mendadak kakinya tetasa lemas, tidak bisa menopang bobot badan yang mungil.
Segera Alvin membantu Aisyah berdiri, dan berjalan mendekati ruang tamu.
Angel juga merasakan hal yang sama, bagaimana ia akan menikah dengan pria yang sudah beristri bahkan ia tidak mencintainya sama sekali.
Rayhan menangkap tubuh Angel yang hampir jatuh, membantunya duduk di sofa.
"Nah ini dia orangnya sudah datang" tunjuk Ferdi pada Alvin dan Aisyah yang mulai mendekat.
Tomi segera membantu Alvin membopong Aisyah dan mendudukkannya di sofa sebelah Angel lebih tepatnya.
"Ada apa ini Om, kenapa banyak sekali anak buah Om di sini."
"Ckkk, ngak usah basa basi lagi. Segera kamu menikah dengan Angel, aku tidak mau nama baik ku tercoreng atas apa yang kalian lakukan."
"Fer, kita bicara dulu baik baik, ini semua salah paham." ucap Dika agar sahabatnya tidak emosi.
"Aku tidak mau tau, jika kalian tidak setuju aku akan bawa Alvin dengan paksa."
Dua bola mata Alvin hampir meloncat mendengar penuturan papa Angel. "Om pikir pernikahan itu mainan. Aku tidak akan menikah dengan Angel, aku sudah punya istri yang teramat aku cintai, aku tidak akan menerima permintaan Om" ucap Alvin tak kalah dengan emosi yang sudah membara.
"Bawa dia" tunjuk Ferdi
"Pa, ku mohon jangan" Angel berlutut di hadapan sang papa.
"Kau sudah mencoreng nama baik keluarga, apa yang bisa ku harapkan pada anak seperti mu. Bawa dia juga"
Ferdi menghempaskan kakinya, Angel kembali memeluk kaki mama nya. "Ma ku mohon ini enggak seperti yang kalian kira"
"Mama, enggak bisa berbuat banyak, ikuti saja perintahnya"
__ADS_1