Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
Pernikahan Menyakitkan


__ADS_3

Kamar VVIP tempat ibu Aisyah dirawat sudah di hiasi dengan beberapa bunga, ada meja ijab kabul disana.


Di kamar VVIP terdapat 1 kamar. Di sini lah Aisyah sekarang berada sedang memakai baju pengantin yang di belikan oleh calon mertua nya. Dia mengenakan gaun warna putih tak lupa Aisyah memakai jilbab yang senada.


Aisyah hanya memakai polesan make up sederhana yang di aplikasikan oleh tangannya sendiri. Aisyah mengikuti les kecantikan untuk menunjang penampilannya saat menjadi seorang sekretaris.


" Ya, jika ini sudah jalan takdir ku lancarkan lah acara hari ini " gumam Aisyah meminta kepada Allah.


" Subhanallah, cantik sekali kakak ku ini "


" Tomi, "


" Apa kakak bahagia "


" Sangat bahagia " bohong Aisyah.


" Kalau kakak bahagia kami juga bahagia " ucap Tomi memeluk kakak semata wayangnya.


Bagi Aisyah kebagian keluarga yang utama.


" Peluk kok ngak ajak ajak ayah sih "


Ayah memeluk kedua anaknya. Keluarga yang sangat bahagia, mementingkan yang lain sebelum dirinya.


" Ayah, Ay minta maaf saya ayah "


" Jangan menangis nak, ini adalah hari kebahagian mu. Ayah sangat bersyukur memiliki Kamu dan Tomi sebagai anak ayah. Kamu dan Tomi itu permata ayah dan ibu. "


" Isshhh ayah bilang kakak jangan nangis, tapi ayah sendiri yang nangis " sindir Tomi.


" Ayah, tuh nangis bahagia tau ngak sih " ucap ayah menghindar sindiran Tomi.


Tidak ada seorang ayah yang tidak akan menangis di saat hari pernikahan anaknya. Apalagi bagi ibu yang melahirkan kita. Melepaskan seorang anak gadis kepada seorang jodoh nya itu sangat lah susah untuk merelakannya. Dulu ia adalah tangung jawab seorang ayah tapi setelah ijab kabul tangung jawab itu berubah ke pundak imam nya.


" So sweet banget sih "


" eh ada nak Nadin. kalau gitu ayah sama Tomi keluar dulu ya "


Aisyah meremas kedua tangannya, ia sangat lah gugup. Harus menikah dengan pria yang belum pernah ia temui bahkan ia harus menikah dengan surat perjanjian. Apa Aisyah bisa bahagia. ?

__ADS_1


" Kamu gugup "


Aisyah menjawab dengan mengangguk. " kamu cantik sekali ay "


" Ay "


" Iya ay, kami lebih suka manggil nama Aisyah dari pada Putri. Bolehkan ? "


" Sangat boleh kak. Sebenarnya saat Aisyah ke kota Aisyah memakai nama Putri. Aisyah ingin dengan nama baru Aisyah bisa memulai kehidupan yang baru. Hanya orang terdekat saja yang manggil Ay."


" Sekarangkan kamu sudah jadi keluarga kami, jadi kalau kami manggil Ay kan sah sah saja "


Aisyah memiliki keluarga baru yang sangat menyayangi dan mencintainya.


" Kamu tunggu disini ya nanti kalau sudah selesai ijab kakak jemput kamu "


Saat ini tinggallah Aisyah sendiri di dalam kamar.


Apa bisa orang bahagia dengan cara ta'aruf ? Apakah bisa bahagia menikah dengan surat perjanjian ?


Mungkin itulah yang ada dipikiran Aisyah. Dia harus bisa melepaskan masa lalu yang sangat bahagia. Harus bisa merelakan orang yang mencintainya.


Tomi duduk di sebuah kursi taman menatap langit yang sedikit cerah pagi ini. " Maaf kan Tomi bang, mungkin ini memang sudah jalannya " lirih Tomi.


Tomi kembali kedalam ruang dimana ibunya di rawat, dan juga ruangan yang akan menjadi saksi dua insan menjadi satu dalam hubungan agama dan juga negara.


Keluarga Alvin sudah memasuki ruangan dimana dia akan menikah. Alvin hanya diam, raut wajahnya tidak senang apa lagi sedih. Dia hanya diam menuruti apa perkataan Oma dan mama nya.


Jika ditanya dia akan menjawab senyuman. Padahal iya menyimpan sejuta luka yang masih baru.


Alvin duduk di depan tuan KD yang akan menikahkannya. Semua perkataannya di turuti oleh Alvin. Dan saat mengucap ijab kabul Alvin tidak ada kesalahan sama sekali dengan tarikan satu nafas dia berhasil mengucapkan ijab kabul.


Di dalam kamar Aisyah terus melafalkan doa doa untuk menghilangkan rasa gugup. Saat Sah ucap para saksi, Aisyah terduduk lemas. " Ya , Allah aku sekarang sudah menjadi istri. " ucap Aisyah .


Kak Nadin datang menjemput Aisyah " Ayok ay, suami kamu sudah menunggu "


Lain halnya dengan Alvin setelah para saksi berucap sah, dan mulai berdoa Rayhan datang menghampiri Alvin.


Alvin pergi bersama Rayhan meninggalkan semua orang yang ada di dalam ruangan dengan berbagai pertanyaan.

__ADS_1


" Al ada apa " teriak papa


" Maaf tuan, ada urusan mendadak " ucap Rayhan menunduk segera itu dia pergi menyusul Alvin


Gimana sih rasanya di tinggal saat hari pernikahan bahkan ia belum sempat menyalami suaminya, meyematkan cincin pun belum sempat.


Saat Aisyah dan Nadin keluar semua orang panik. Melihat ibu Aisyah mulai kritis lagi.


" Ibu ibu kenapa " Isak Aisyah


" Dokter tolong ibu dok " ucap Tomi


" Kita harus segera melakukan operasi. Mohon persiapkan segalanya " ucap dokter setelah itu pergi bersama suster suster yang sudah mendorong tempat tidur ibu Aisyah menuju ruang operasi.


Semua orang menunggu di depan pintu operasi. Ayah sangat cemas dengan keadaan ibu. Apalagi Aisyah dan Tomi mereka belum siap untuk kehilangan seorang yang telah melahirkan mereka


" Kamu yang tenang ya sayang, ibu akan baik baik saja "


Aisyah menangis di dalam pelukan sang mertua.


" Kamu ganti baju abis itu sholat, ini sudah waktunya sholat Zuhur. Kita bisa bergantian nunggu di ruangan operasi "


Aisyah pergi bersama Nadin dan juga sih kembar kekamar dimana ijab kabul di laksanakan. Nadin membantu Aisyah berganti baju. Akan susah jika melepaskan baju pengantin sendiri apa lagi baju itu sedikit panjang dan juga berat.


Setelah berganti baju mereka berempat pergi ke musholla rumah sakit. Untuk melaksanakan sholat Zuhur.


Dalam tiap sujud Aisyah menangis meminta agar yang maha kuasa memberikan kesembuhan ibunya.


" Ya, Allah angkat lah penyakit ibu, kami belum siap di tinggalkannya. Aisyah akan sendirian jika tidak ada ibu "


" Tante jangan bicara seperti itu kan ada kami " ucap si kembar memeluk Aisyah dari belakang.


" Iya, ay kamu yang sabar ya ibu pasti sembuh. Banyak banyaklah meminta pada yang maha kuasa. Hanya Allah yang maha kuasa bisa membolak-balik kan hati setiap manusia. Hanya dia yang memberi kan nyawa dan hanya dia yang bisa mencabut nyawa.


Meminta hanya lah pada yang maha kuasa. Dia mendengarkan setiap doa hamba nya. Maka dari itu jangan pernah putus asa untuk berdoa. Berdoalah dan juga di iringi dengan usaha. Tidak akan ada hasil jika berdoa saja, dan juga tidak lah akan berhasil jika usaha saja. Berusahalah dan juga berdoa adalah satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan.


Terimakasih 🤧🤧🤧


Jangan lupa masukin dalam daftar favorit, habis itu like n comen plus jangan lupa ranting nya 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2