Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
Pasangan baru


__ADS_3

Alvin masih berusaha menelpon Rayhan, tapi percuma saja Rayhan masih nyenyak tidur di dalam kamar Angel walau dengan posisi duduk di lantai yang berlapiskan karpet bulu.


Alvin menyerah dan mengirim sebuah pesan. Kini Alvin dan Aisyah telah selesai melaksanakan tugas mereka di subuh hari. Waktunya mereka berkemas untuk bulan madu, tempat yang pernah di ucapkan Alvin sewaktu camping di dalam bus.


"Mas, apa perlu kita pergi jauh"


"Cuma hanya seminggu sayang, ibu dan ayah akan menginap di rumah papa. Biar kamu enggak cemas"


"Tapi bagaimana dengan perusahaan mas"


"Kan ada Tomi sama Rayhan. Aku tetap mantau kok dari jauh."


Aisyah pasrah bagaimana pun juga setelah menjadi istri Alvin ia harus menuruti semua perkataan Alvin. Rasa cemas terhadap keluarga di buang jauh jauh, mereka akan baik baik saja jika bersama keluarga Alvin.


Lain halnya di kamar Angel. Angel sedang membangunkan Rayhan yang masih tertidur. Angel kini telah berganti pakaian yang sopan dia juga sudah bersiap.


"Ray, bangun. Ray bangun ponsel kamu itu berdering dari tadi, mungkin Alvin menghubungimu."


Rayhan bangun saat mendengar kata Alvin, memeriksa ponselnya dan benar saja banyak panggilan tak terjawab dari Alvin. Rayhan membuka pesan yang dikirim Alvin dengan membalas baik akan ku persiapkan.


Rayhan berpamitan ingin kembali ke kamarnya. Tapi sebelum Rayhan keluar Angel menahan tangan Rayhan.


"Ray, apa kau mencintai ku"


Rayhan tercengang bagai mana mungkin Angel berkata seperti itu yang sebenarnya Rayhan mencintainya.


Angel menarik tangan Rayhan. Matanya menatap penuh arti ke bola mata Rayhan.


"Kenapa diam ? Apa aku salah ? aku tau kamu tuh mencintai ku dari dulu" ucapnya lagi.


Rayhan menarik tangannya dan membuang muka. "Enggak" jawabnya singkat dan ketus.


"Kalau cinta bilang cinta. Kalau tidak bilang tidak.


Bisa bisa nya setelah bilang cinta, sayang dan tulus. Sekarang bilang enggak. Kalau tau begini aku enggak akan berbicara tentang masalah ini.


Kenapa sih selalu kamu sembunyikan dari dulu perasaan kamu itu. Mungkin awalnya aku enggak sadar bahwa aku menyukai mu Ray, tapi saat tadi malam kamu mengungkapkan perasaan mu membuat ku bahagia.

__ADS_1


Bahkan sekarang aku mulai mencintai mu, Alvin pun sudah tidak ada di hati ku. Apa mungkin Alvin hanya obsesi ku saja dan kamu lah pengisi hati ini." jelas Angel kemudian bangkit meninggalkan Rayhan yang masih terpaku mendengar penuturan Angel.


Rayhan menghampirin Angel yang berada di kooridor menikmati angin pagi. Rayhan memeluk nya dari belakang, kepala yang bertumpu di bahu gadis yang sangat ia cintai.


"Ternyata kamu pura pura tidur?" bisiknya di daun telinga Angel.


Kini Angel dan Rayhan sudah dalam posisi berhadap hadapan menatap bola mata satu sama lain yang diiringi dengan kicauan burung dan juga sejuknya angin mengoyangkan seluruh yang ada.


Rayhan mendekatkan perlahan wajahnya, mengecup bibir indah nan seksi milik Angel. Tangan Angel sudah berada di leher Rayhan menikmati setiap kecupan yang di berikan oleh Rayhan.


Kalau Alvin dan Aisyah masih amatiran yang sama sama masih pemula. Sedangkan Angel dan Rayhan sudah berpengalaman jadi tidak sulit bagi mereka untuk melakukanya.


Mulai dari mengecup, mel***t bawah dan atas dan di balas oleh pasangan masing masing. Hingga menelusuri rongga masing masing. Tambah nikmat dengan ciuman mereka bahkan sampai berulang ulang.


Dasar cinta lah yang membuat segala hal kecil menjadi besar, kesedihan menjadi kebahagian. Ternyata bukan hanya Alvin dan Aisyah yang sedang jatuh cinta, tapi Rayhan dan juga Angel.


Jika Alvin dan Aisyah menjadi satu, tidak bagi Rayhan dan Angel mereka hanya sekedar berciuman. Walau tinggal lama di negeri yang memperbolehkan hubungan intim tanpa menikah. Mereka tidak melakukannya sama sekali, menghargai pasangan satu sama lain, kenyamanan yang utama.


Mereka makan bersama keluarga untuk pertama kalinya.


"Selamat pagi" sapa Alvin dan Aisyah di depan meja makan yang sudah di sediakan oleh pihak restauran.


"Selamat pagi jawab mereka serentak."


Mata Alvin tertuju pada Angel yang duduk di sebelah Rayhan.


"Yang pengantin baru telat terus" ledek kak Nadin.


"Ya, ampun kak kayak ngak pernah" jawab Alvin ketus.


"Mungkin kakak kamu mau lagi Al" Fajar mengenggol lengan Nadin.


"Apaan sih" kali ini Nadin yang malu.


"Uda ah kalian ini, kan kasian yang masih jomblo" ujar papa.


"Eitss tunggu om Rayhan ngak jomblo lagi" Rayhan mengangkat tangannya yang sedang mengemgam erat tangan Angel tinggi tinggi.

__ADS_1


Alvin dan Aisyah menatap tidak percaya bahwa Angel dan Rayhan sudah pacaran. Apalagi Alvin benar benar merasa aneh, tapi ia merasa lega akhirnya kedua sahabatnya itu bisa bersama.


"Berarti tinggal aku dong yang jomblo" ucap Tomi lesu.


Semua orang tertawa kecil mendengar ucapan Tomi yang seperti anak kecil.


"Anak ibu sama ayah, harus lulus kuliah dulu, kerja yang mapan baru boleh cari istri" ayah menepuk bahu Tomi memberikan semangat.


"Betul itu dek, lulusin dulu kuliah kamu kerja yang mapan baru nikah, cinta itu perlu tapi harus realistis juga. Apa kamu mau ngasi istri kamu makan cinta" ucap Aisyah.


"Kak, tau ngak gaji ku selama kerja di perusahaannya bang Alvin? Itu semua sudah cukup kak."


"Tom, lulusin dulu kuliah kamu. Kalau emang nanti jodohnya sudah ada kan tinggal nikah aja. sekarang fokus dulu sama kuliah dan bantu Abang Alvin di kantor" jelas ibu.


Tomi tidak bisa membantah lagi kalau ibu sudah berbicara.


"Ay, berarti kamu nikahin aku karena uang" tanya Alvin.


"Iya" jawab Aisyah.


"Iya Ay"


Aisyah mengangguk. Alvin menarik pinggul Aisyah yang masih berdiri sedangkan Alvin sudah duduk di kursi. Posisi Aisyah saat ini sedang duduk di pangkuan suaminya.


Keluarga mereka hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan pasang baru itu. "Karena uang ya" bisik Alvin.


"Al, malu banyak yang liatin"


"Biarin aja udah sah aja kok"


Pipi Aisyah kini merah merona bukan karena blush-on tapi karena malu. Jika berdua saja dengan Alvin bisa membuatnya malu, apalagi yang liat keluarga dan begitu banyak pengunjung restauran.


"Al, bener kata Aisyah menikah itu jangan modal cinta aja, harus juga modal duit. Kalau ngak ada duit gimana mau menghidupin istri" jelas Oma membela Aisyah.


"Al, lepasin Aisyah kasian dia loh menahan malu karena tingkah kamu, mama ngak mau menantu mama nanti marah gara gara kamu"


Alvin melepaskan Aisyah tapi ia sempat berbisik "awas aja nanti kalau di kamar"

__ADS_1


__ADS_2