
Setelah tamu dan kolega selesai mengucapkan selamat. Gantian sekarang keluarga Aisyah dan Alvin ngantri mengucapkan selamat. Pertama tama mama dan ibu yang datang. Mendoakan agar mereka bahagia dan segera di beri momongan begitu pula sang papa dan ayah Mendokan mereka dan minta segera di beri momonggan.
" Mama dan ibu akan selalu Mendoa kan kebahagian rumah tangga kalian " ucap mama
" Ibu dan mama juga akan berdoa agar kalian cepat punya momongan. Betul kan besan" ibu mengenggol bahu besannya dan di balas dengan senyuman menggoda.
" Papa sama ayah juga sama."
"Jangan lupa beri kami cucu yang mengemaskan"
"Papa, ayah, mama, dan ibu sepertinya sudah sangat dekat. Sampai sampai begitu kompak menggoda kami" ucap Alvin
"Kami akan selalu kompak, makannya cepat beri kami cucu biar kalian tidak kami ganggu lagi" ucap mama
Aisyah tersenyum, senyuman bahagia melihat kedekatan kedua orang tuanya dengan mertuanya. Dan juga tersenyum gugup, Aisyah juga tau ia akan memberikan mahkotanya untuk Alvin. Tapi hal itu membuat Aisyah malu dan juga takut.
" Gantian dong" ucap Oma, mendekati mereka.
" Ya Allah semoga kalian bersama selamanya."
" Terimakasih Oma " akhirnya Aisyah membuka suara.
"Tapi jangan lupa buyut Oma harus banyak"
Aisyah mendadak kalut lagi. Tidak bisa menjawab perkataan Oma. Alvin tau hal itu dan segera mengalihkan pembicaraan.
"Oma, gantian sama yang lain"
Si kembar langsung duduk di tengah tengah Alvin dan Aisyah. Usaha mereka tidak sia sia ingin bersama Aisyah selama di rumah, dengan mengikuti permintaan 3 bidadari di rumah.
3 bidadari itu Oma buyut, Oma, dan juga mama nya. Sedangkan mereka berdua putri kembar.
" Tante, kami seneng deh akhirnya Tante bisa tinggal di rumah kami" ucap vika
" Iya sayang Tante juga seneng kalau bersama kalian"
Alvin merasa bahagia Aisyah bisa masuk kedalam hati keluarga mereka. Alvin bahkan pernah berpikir keluarganya tidak akan menerima Aisyah karena berbeda kasta. Tapi ternyata tidak keluarganya sangat mencintai Aisyah dan menerima keluarga Aisyah.
"Tapi Tante kami mau punya adek dari Tante, bisa kan Tan" kali ini Vita bertanya
"Tapi untuk sementara Tante ngak bisa tinggal di rumah" ucap Alvin
"Kenapa om" tanya mereka serentak
__ADS_1
"Kalian mau adik kan, jadi om sama Tante harus pergi agak jauh biar bisa punya adik secepatnya" Alvin mengedipkan mata ke arah Aisyah. Yang di balas dengan tatapan tajam.
"Baiklah kalau gitu kami setuju tapi om haris baik sama Tante kami"
"Iya om janji nanti om bakal bawa oleh oleh yang banyak buat kalian"
"Yee, hore terima kasih om" teriak mereka dan lari menuju tempat duduk kedua orang tua nya.
Alvin dan Aisyah tersenyum melihat keceriaan si kembar. Senyuman si kembar sangat mengemaskan, bahkan bisa membuat Aisyah tersenyum di saat bertemu mereka di dalam mall. Yang saat itu Aisyah menangis merindukan Alvin, setelah di lamar oleh Erick.
"Sayang kamu lapar tidak"
"Mas, lapar mau aku ambilkan makanan"
Alvin mengaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia yang bertanya kenapa di jawab pertanyaan lagi. Alvin menarik hidung Aisyah gemas.
"Sayang aku lagi tanya kok di jawab dengan pertanyaan"
"Aku, kira kamu lapar mas makannya tanya seperti itu."
"Yasudah kamu disini dulu ya ay, aku ambilkan makan"
Alvin menggilangkan gelar presdirnya dihadapan Aisyah. Di depan ribuan orang dia tidak malu mengambil makan untuk istri nya.
Alvin juga tidak malu menyuapi Aisyah.
"Mas, aku bisa sendiri malu ah di liatin sama banyak orang. Kamu kan seorang Presdir harus jaga wibawa di hadapan kolega dan juga bawahan kamu mas" elak Aisyah
"Jangan perduli kan mereka makan saja atau .."
Aisyah langsung memasukan sendok kedalam mulutnya sudah ada di tangan Alvin. Alvin tersenyum dan dia juga makan dengan sendok yang sama dan piring yang sama.
"Mas, inikan bekas aku." Aisyah menahan tangan Alvin agar tidak memasukan lagi kedalam mulut Alvin.
"Apa ay merasa jijik makan dengan satu piring dan satu sendok"
Aisyah menggeleng cepat, "Bukan seperti itu mas, tapi.."
"Sudahlah jangan pake tapi tapi, makan saja. Acara akan sampai malam hari. Kamu juga harus banyak makan agar tidak kelelahan"
Aisyah mendongakkan wajahnya bertanya melalui mata apa yang di maksud Alvin. Jawabannya hanya Alvin yang tahu. Ia menjawab dengan senyuman dan melanjutkan makannya dan juga menyuapi Aisyah.
Kini giliran sahabat Aisyah dan Alvin menyalami mereka.
__ADS_1
Siapa lagi kalau bukan Vina dan Agus, dan mereka membawa 2 orang anak yang satu berumur 3 tahun, satu lagi berumur 1 tahun.
" Akhirnya kalian menikah juga" ucap Vina memeluk Aisyah.
"Hai, bro apa kabar lu. Tambah ganteng aja sekarang setelah menikah" ucap Alvin memeluk Agus.
"Terimakasih kalian udah jauh jauh mau datang kemari" Aisyah melepaskan pelukannya
"Salim dulu om dan Tante nya sayang" Agus membimbing anak anak nya agar menghormati yang lebih tua.
"Cantik namanya siapa" tanya Aisyah pada anak pertama mereka
"Nama aku Cantika Tan"
"Namanya mencerminkan sekali dirinya" puji Alvin.
"Iya dong kan kayak mama nya cantik"
"Pede sekali kamu Vin, ngak berubah" ejek Aisyah
"Yang ini namanya Bella" tunjuk Agus pada bayi yang sekitar umur 1,5 yang sedang di gendongnya.
"Hai Bella, mau Om gendong ngak" Alvin mengangkat Bella dari gendongan sang papa. "Gemes sekali kamu sayang" puji Alvin lagi.
Vina dan Agus saling tatap melihat Alvin yang sedang mengedong Bella, sedang Aisyah memangku Cantika.
"Kalian udah cocok untuk punya anak" ucap mereka serentak
"Kalau aku sih oke oke aja, ngak tau nih dengan Aisyah mau langsung aja atau nunda dulu" Alvin mengenggol lengan Aisyah.
"Kamu gimana ay" tanya Vina
"Kalau aku sih tergantung sama yang di atas. Kan hanya yang di atas yang memberikan. Kalau aku sih bisa nya berdoa saja" ucap Aisyah masih bermain dengan si sulung
"Denger tuh Al, kalau Aisyah sudah berdoa jadi kamu harus banyak berusaha" bisik Agus dengan tawa dan sedikit keras yang masih di dengar Aisyah dan Vina.
Yang berhasil membuat Aisyah dan Alvin sama sama malu. Untuk membayangkannya saja mereka sudah malu apa lagiii.....
Terima kasih
Salam sayang untuk semuanya
🥰🥰
__ADS_1