
Persiapan ini di rencanakan Alvin pada saat ia berada di rumah sakit menjaga Aisyah wanita pilihan untuk menemaninya sepanjang hidup
Mbak Sri dan mbak Dini pamit keluar setelah menyelesaikan semuanya. Tinggallah Alvin Aisyah di dalam kamar.
"Mas, untuk apa aku pakai semua ini"
"Mas"
"Iya, kan aku sudah jadi istri kamu, ngak mungkin manggil nama"
"Aku senang dengan panggilan itu. Tapi setelah mempunyai anak, panggil dengan sebutan papa"
Mendengar kata anak pipi Aisyah bersemu merah.
"Ay, kamu percaya kan sama aku" Aisyah mengangguk iya.
Alvin membantu Aisyah berdiri, memeluk pinggangnya dan mengajaknya berjalan keluar kamar.
Saat pintu terbuka, sudah banyak hiasan di lorong hotel, jalan yang akan mereka lalui terdapat karpet merah. Setiap pelayan yang memaki pakaian khusus memberikan Aisyah setangkai mawar merah.
Aisyah menerima bunga dengan senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Mereka memasuki lift yang khusus di sediakan untuk pengantin baru itu.
"Kamu bahagia" tanya Alvin
"Sangat sangat bahagia" ucap Aisyah dengan girang
"Tunggulah sebentar lagi ada yang lebih istimewa" bisik Alvin
Bahagia sekali rasanya Aisyah menerima banyak kejutan oleh Alvin. Tapi masih ada banyak lagi hadiah yang di persiapkan Alvin.
Mereka keluar dari lift. Ternyata di ruangan itu sudah banyak tamu tamu. Mulai dari keluarga masing masing, sanak saudara, kolega kerja, hingga rekan kerja Aisyah dan Alvin.
Sebuah ruangan yang sengaja Alvin sewa untuk resepsi pernikahan mereka. Pelaminan yang di hiasi dengan berbagai macam bunga segar. Keluarga mereka memakai pakaian yang sama, untuk wanita memakai kebaya, sedangkan pria memakai kemeja yang senada dengan kebaya dan juga jas.
__ADS_1
Semua mata tertuju pada pasangan yang baru datang.
Mereka berdua pasangan serasi yang satu bak putri Cinderella dan yang satu bagaikan Pangerang berkuda yang sangat tampan dan gagah.
Aisyah memakai gaun warna putih, pilihan Alvin. Yang pas di badan Aisyah dan karakternya. Sedangkan Alvin memakai jas warna putih hanya sederhana kerahnya yang berwarna hitam dan di saku jas ada bunga mawar.
Keluarga Aisyah dan Alvin menangis haru. Akhirnya hari sangat bahagia yang sudah di rencanakan Alvin dengan meminta bantuan mereka berhasil terwujud.
Yang membuat Aisyah merasa bahagia. Alvin ingin menyelesaikan ritual pernikahan yang di maksud Aisyah.
Alvin sangat berlebih menganggap perkataan Aisyah. Yang di inginkan Aisyah hanya mencium punggung tangan halalnya. Tapi Alvin yang di pikirkan Alvin adalah resepsi yang mewah, dan itu juga masukan dari Rayhan.
Sangat berlebihan tapi Alvin ingin membuat Aisyah nya bahagia. Itu lah tujuan Alvin sekarang.
Aisyah menatap Alvin dengan tatapan haru. "Apa kamu bahagia" tanya Alvin lagi
Aisyah mengangguk dan meneteskan airmata yang sudah tidak bisa ia tahan lagi. Alvin menghapus jejak di sudut mata Aisyah "Jangan menangis nanti di kirain mereka aku sedang menculik mu"
Om, jangan ganggu tante kita dong". Teriak si kembar yang berhasil membuat Alvin dan Aisyah berhenti bertatapan.
"Iya,bener nih jangan ganggu tante kami"
"Iya sayang" Alvin memeluk dan mencium si kembar.
"Tapi Tante kalian ini istri om, jadi gimana dong" kini Alvin mulai iseng tehadap keponakanya.
"Is, jangan gitu mas nanti mereka merajuk"
"Mereka ngak akan bisa merajuk sama aku ay. Mereka selalu membutuhkan aku di saat Oma dan yang lain memarahi mereka atas kelakuan nakal mereka" jelas Alvin
"Itu sih bener Tan, tapi kalau om udah marah kayak singa lagi kehilangan makanannya" ledek Vika
" Kalian"
__ADS_1
"Maaf ya om, kami bawa dulu Tante. Om bisa duduk sama kakek dan yang lain"
Aisyah berjalan berdampingan dengan si kembar. Aisyah di berjalan dengan di gandeng kanan dan kiri oleh si kembar.
Sang mama dan ibu mengandeng Aisyah bergantian dengan sih kembar menuju pelaminan.
Saat sampai di pelaminan ibu bersama mama membenahi gaun Aisyah. Aisyah menyalami ibu yang melahirkannya dan juga ibu yang sudah menerima dia apa ada untuk anak nya tercinta.
Aisyah menatap kedepan, dan ternyata sudah ada Alvin yang di apit oleh Rayhan dan juga Tomi. Sang papa dan ayah merasa malu jika mereka melakukan itu. Yang hanya di wakili oleh Rayhan dan juga Tomi.
Setelah sampai pelaminan merdeka kembali ke tempat duduk masing masing. Alvin berlutut di hadapan Aisyah mengemgam tangan Aisyah
"Putri Aisyah, maukah kamu menerima segala kekurang ku ini. Bersama pria bodoh ini sampai maut memisahkan, dan bersama di akhirat. Bersama walau dalam keadaan suka mau pun duka. Membesarkan anak anak kita bersama sampai punya cucu dan buyut. Putri Aisyah Kusuma, aku mencintai mu, menyayangi mu. Kamu teramat istimewa. Dari dulu hingga sekarang dan esok, dan sampai aku menghembuskan nafas. Aku berharap di akhirat nanti kamu juga masih teristimewa untuk ku "Alvin mengeluarkan cincin yang sangat indah.
Cincin yang di dalamnya terdapat inisial nama mereka dengan permata kecil yang menghiasinya.
Airmata Aisyah sudah lolos begitu saja saat Alvin mengungkapkan perasaannya di hadapan semua orang.
Mereka yang melihat merasa haru, bahagia, seorang Presdir, cuek, dingin dan terkadang bicara kasar jika tidak sesuai dengan keinginannya ternyata sangat romantis.
Aisyah mengangguk dan berkata "Aku akan selalu bersama mu suami ku dalam suka mau pun duka. Terimalah segala kekurangku. Aku juga berharap kita selalu bersama sampai di akhirat. Jangan pernah lelah membimbing ku menjadi makmum mu. Aku juga mencintaimu dalam segala hal, mencintai semua yang ada di dirimu"
Alvin menyematkan cincin, dan Aisyah juga menyematkan cincin. Tepuk tangan bergemuruh di seluruh ruangan. Tapi hal ini adalah hal yang menyakitkan bagi sepasang mata yang baru keluar dari lift, setelah itu dia masuk lagi kedalam lift meninggalkan ruangan yang sangat indah itu.
Tamu tamu di persilahkan untuk memakan hidang yang sudah di sediakan. Jika ada yang ingin mengucapakan kepada kedua mempelai juga di persilahkan.
Ucapan ucapan berdatangan menghampirinya sepasang pengantin yang sedang jatuh cinta.
Terimakasih
Jangan lupa like n comen
🙏🙏🥰🥰
__ADS_1