
Ibu memegang bahu ayah dan berusaha mengoyangnya " Eh, ibu ada apa "
" Ayah kenapa kok kayak lagi banyak pikiran "
" Ayah tidak apa, tolong panggilkan Aisyah dan Tomi bu. Ada yang mau ayah bicarakan "
Ibu bertambah bingung. " mau bicara, hmmm bicara apa ya " gumam ibu
Aisyah dan Tomi sudah ada di ruang tamu dan juga ayah dan ibunya sudah duduk di sofa.
" Hmmmm, ayah bermaksud pergi dari desa ini. Apakah kalian mau? "
"Kalau ibu terserah ayah, istri yang baik kan mengikuti perintah suami yah" ibu tau pasti ada masalah dia berusaha untuk mendukung suaminya.
" Kalau Tomi sih, mau ikut ayah sama ibu . Hmmm tapi gimana sekolah, bukanya pindah sekolah banyak biaya, "
" Soal biaya kamu enggak khawatir. Nanti ayah akan jual sawah dan rumah ini, setelah itu kita bisa beli di rumah yang lain. "
Kali ini aisyah buka suara " Emang ayah mau kita pindah kemana ? "
" Ayah, akan memikirkan itu nanti nak, yang terpenting kalian setuju untuk pindah " ayah memberikan senyum termanis nya.
Sudah 1 hari berlalu
Hari ini ayah sudah menyiapkan semua dokumen untuk menjual sawah dan rumah. Ia berniat mendatangi juragan yang ada di desa untuk menawarkan sawah dan rumahnya.
Akhirnya juragan tersebut setuju, dan mereka akan melakukan transaksi sore ini di rumah aisyah.
Dirumah aisyah datang 3 orang yang meresahkan bukan hanya bagi keluarga aisyah tapi hampir untuk seluruh warga di desa.
" Hei, bilang sama ayah kamu besok harus di lunasi hutangnya, kalau tidak kalian akan menyesal " ancam salah satu dari mereka.
Hanya Tomi yang sedang berada di teras, saat ini ibu, ayah, dan Aisyah sedang membereskan semua pakaian dan perabotan.
Mereka keluar karena terdengar suara berisik. Ya saat ini Tomi sedang neradu mulut dengan mereka, karena mereka terlalu kasar dan jiga tidak ada sopan santun saat bicara
" Hei kalian, apa kalian tidak pernah di ajarkan sopan santun " Tomi menunjuk mereka bertiga.
" Haaha hahah" mereka tertawa " Jangan sok berani kamu, kamu itu masih kecil " ucap mereka lagi.
Tomi sudah tidak tahan awalnya dia malas ribut, dia hanya diam saat mereka bicara.
Tapi hal itu membuat mereka jengkel dan menendang motor yang sedang di cuci oleh Tomi. Memang motor ini butut tapi sangat berarti bagi Tomi.
" Ada apa ini pak " tanya ayah keluar dari rumah melihat motornya sudah tidur di atas lantai.
__ADS_1
Aisyah dan Ibu memeluk Tomi yang seperti nya batas kesabaran yang sudah habis dan ingin memberikan bogem untuk mereka bertiga.
" Hahahah, Bayar lah hutang mu besok, atau " Pria itu mendekati aisyah dan ingin memegang dagu nya tapi dengan cepat aisyah menghindar
" Jauhkan tangan kotor mu ini " teriak Aisyah.
" Baiklah sayang, gimana pun caranya kamu akan jadi istriku besok "
" Ayah kenapa ngak bilang sama ibu ada masalah seperti ini "
" Ayah ngak mau buat kalian khawatir, rumah dan sawah kita sudah ada yang membeli nanti sore dia akan datang. Kita bisa bayar hutang dan pergi. '"
Mereka merasa tenang masalah ini akan terselesaikan. Tapi mereka tidak tau betapa liciknya sih lintah darat itu.
" Hei kamu cek berapa hutang keluarga Aisyah "
" Hutang pak joko dan bunga nya menjadi 50 juta. "
"Buat jadi 100 juta " perintahnya
" Bos, nanti mereka bisa marah "
" Buat sajalah, bagai mana pun juga, aku menginginkan Aisyah "
Ajudannya hanya bisa tersenyum jahat.
" Terima kasih pak, " ucap ayah sambil menyalami
" Sama sama, saya harap ini bisa membantu
keluarga pak joko" ucapnya
Pagi hari ini keluarga aisyah akan pindah di salah satu desa. Ayah aisyah sudah menghubungi temannya untuk meminta carikan rumah yang sederhana.
Rencana yang bagus sudah di susun oleh keluarga Aisyah. Mulai dari rumah baru, sekolah untuk Tomi bahkan pekerjaan baru.
Mungkin semua rencana yang kita susun tidak semuanya berhasil. Semua nya sudah di atur oleh yang maha Kuasa walaupun itu terasa pahit tapi yakinlah suatu saat akan berubah jadi manis.
Pagi pagi sekali mereka sudah bersiap, sehabis sholat subuh mereka sarapan. Niatnya selesai sarapan ayah akan membayar hutang, habis itu barulah mereka pergi.
Senyum senang bahkan tawa jahat di iringi oleh 3 pria yang sedang menuju rumah Aisyah. Ia sangat menginginkan Aisyah untuk menjadi miliknya. Aisyah dulu memang cantik, tapi sekarang lebih cantik. Karna jarang terkena panas matahari. Kulit putih bersihnya bahkan paras wajah nya sangat sempurna.
" Keliatannya bos sangat bahagia hari ini "
" Tentu saja, apa kau tak melihat aku sangat bahagia "
__ADS_1
" Tapi, bagaimana dengan istri bos yang lainnya "
" Mereka tidak akan melarang ku, asal mereka dapat uang belanja dan uang jajan, kau tau kan bahkan aku sangat adil pada mereka bahkan untuk waktu malam hari "
" Hahaha ya ampun bos, saya tau bahkan sangking anda adilnya yang bukan istri anda pun Anda tiduri hahahahh "
" Diam kau, tutup mulut mu itu, kau bawa saja mobil ini dengan cepat agar aku bisa segera bertemu aisyah. "
Dua ajudan itu hanya bisa tertawa di dalam hati. Tapi ada juga rasa iri di dalam hati mereka, pria mana yang tak terpincut oleh pesona aisyah.
Ayah Aisyah sedang mengunci rumah, sebelum pergi mereka Alan memberikan kunci rumah terdahulu.
" Assalammualaikum, keliatan nya kalian pergi. Kalian tidak lari dari hutang kalian kan " tanya salah satu ajudan.
" Wa alaikum Salam. Kebetulan karena bapak sudah disini saya akan melunasi hutang saya "
" Silahkan jika kamu mau melunasi hutang mu. Berikan buku hutangnya kepada mereka"
Ayah Aisyah menerima buku daftar hutang. " Ya, Allah kenapa jadi begini banyak pak " ayah Aisyah memegangi dadanya yang begitu sakit.
Tomi merampas buku tersebut dan segera melihatnya " Bukannya hutang keluarga kami awalnya 20 juta, kenapa jadi sampai 100 juta ?"
" Apa 100 juta, " teriak ibu dan Aisyah.
" Hei, apa kalian tidak menghitung bunga nya, dan juga denda yang harus kalian bayar kalau telat membayarnya ?"
" Apa bapak tidak punya hati sampai membuat hutang kami begitu banyak ?" Tomi berbicara dengan nada naik 2 oktaf.
" Kalau memang tidak bisa membayarnya, biarkan saya menikah dengan Aisyah hari ini juga "
" Tidak, saya tidak mau menikah dengan pria yang lebih tua dari ayah saya." Ucap Aisyah
" Baiklah silahkan bayar "
" Yah, gimana ini " kali ini ibu berbicara
" Mau gimana lagi Bu, kita harus membayarnya. Ayah enggak mau menjadikan Aisyah sebagai alat untuk membayar hutang "
Ibu mengeluarkan uang di dalam tas." Pak ini 100 juta, kami lunasi hutang kami "
" Wah, ternyata kalian punya banyak uang " pria tua itu langsung menarik uang yang masi berada di tangan ibu.
" Tunggu" teriak Aisyah
Jangan lupa tinggalkan jejak
__ADS_1
Like n comen ya 🥰
Terima kasih