
Aisyah duduk di sebelah suaminya mengambilkan sarapan. Setelah bisa lolos di bantu Oma dan mama mertuanya.
"Sebenarnya disini yang anak dan cucu itu siapa sih ?"
"Aisyah" jawab mereka Nadin, mama, Oma, dan ibu.
Aisyah mengacungkan jempol kepada para bidadari kalau dulu hanya ada tiga sekarang sudah ada empat.
"Ckk, mana ada yang belain Alvin kalau udah gini"
"Kan masih ada ayah dan papa" ucap ayah kali ini setelah sekian lama menjadi pendengar.
"Terimakasih yah, pa." ucap Alvin
"Mari kita makan"
Dua keluarga yang sudah menjadi satu itu makan bersama dalam satu meja. Dengan canda tawa ringan, keluarga Alvin tidak pernah memandang kasta siapa pun. Bahkan keluarga mereka pun terlahir dari keluarga yang miskin.
Kakek Alvin dulu membuka usaha jahit baju, lama kelamaan banyak toko yang di buka oleh kakek Alvin.
Sedangkan papa Alvin melebarkan sayap sampai ke berbagai macam kota, lama kelamaan ke berbagai negara.
Usaha papa Alvin tidak sia sia membuka perusahaan pakaian terkenal di negerinya dan negeri orang. Alvin meneruskan usaha papa dan mama nya yang dirintis sejak ia kecil.
Alvin juga memiliki perusahaan game sendiri walau belum sampai keluar negeri tapi di negeri sendiri game Alvin terkenal.
Semenjak Alvin tinggal di desa papa enggak pernah melarang ia melakukan apa pun itu papa akan selalu mendukung jika itu hal yang positif.
Keras terhadap Alvin sewaktu masih SMP, ia tidak inggin anak laki yang satu satunya ia punyai tidak bisa meneruskan perusahaan. Perubahan Alvin membuatnya yakin bahwa Alvin bisa memimpin perusahaan ia juga takut kehilangan anak lagi jika terus mengengkangnya.
Setelah makan Alvin dan Rayhan berangkat ke sebuah cafe yang sudah mereka pesan.
Rayhan dan Alvin duduk di salah satu ruangan VVIP menunggu seseorang.
"Ray, kamu beneran serius sama Angel" tanya Alvin.
"Apa kau cemburu Al"
"Bukan itu maksud ku, kau taukan Angel selama ini seperti apa sama aku. Tapi kalau kalian serius aku senang mendengarnya. Aku udah tau kau juga suka sama dia sudah lama. Nikahin saja dia sebelum di ambil orang"
"Itu masih ku rencana kan, aku juga ingin segera menikah. Melihat mu bersama Aisyah membuat jiwa laki laki ku bangkit"
__ADS_1
Tak lama yang di tunggu tunggu pun datang.
"Selamat siang pak" ucapnya membungkuk lalu duduk.
"Ada perlu apa bapak ingin bertemu sama saya"
"Jauhin istri saya" ucap Alvin ketus.
"Maksud bapak, saya tidak mengenal istri bapak bagai mana mungkin saya menjauhinya"
Rayhan memberikan beberapa foto dan juga foto copy buku nikah Alvin dan Aisyah.
Erick membuka satu persatu foto, pertama foto Alvin dan Aisyah semasa SMA, kedua foto pernikahan Alvin dan Aisyah, ketiga foto Erick dan Aisyah sewaktu di pantai.
Erick tersenyum melihat foto ketiga, benar benar seperti pasangan yang romantis. "Saya kira Aisyah menikah hanya karena di jodohkan bukan karena cinta. Kalau tidak ada cinta bagaimana mungkin di sebut pernikahan" ucap Erick.
Alvin mengeprak meja ia sudah tidak tahan lagi dengan sikap Erick yang benar benar tidak bisa di ajak bicara baik baik.
Erick tersenyum sinis "Aisyah memang di jodohkan dengan saya, satu hal yang belum kamu ketahui saya dan Aisyah saling mencintai sedari dulu sebelum kamu kenal dia."
"Saya bisa membuat Aisyah mencintai saya" ucap Erick sok pede.
Kini Alvin mulai tenang ia duduk kembali "Bukankah Aisyah pernah menolak lamaran kamu. Saya rasa itu cukup membuktikan bahwa Aisyah masih mencintai saya walau saya belum berada di sisinya"
"Rick, kalau ini bukan masalah pribadi mungkin kamu akan di pecat. Tapi Tuan muda Alvin benar benar sangat profesional dia bisa memilih mana urusan pribadi dan urusan perusahaan.
Saya harap kamu bisa menjauhi Aisyah dan tuan Alvin jika tidak ingin di pecat." jelas Rayhan
Erick tersenyum sinis ada banyak kebencian yang tersirat di matanya.
"Kenapa harus keluarga Kusuma Ay. Aku enggak mau kamu ikut dalam daftar balas dendam ku" lirih Erick.
Siang ini Alvin dan Aisyah sudah siap berangkat. 1 Jam lagi pesawat mereka akan berangkat. Aisyah memakai celana jeans dengan tunik warna putih dan hijab warna hitam.
Semenjak resepsi itu Alvin lebih suka Aisyah memakai hijab, Aisyah yang sedari dulu suka memakai hijab jadi ia memiliki banyak pakaian yang cocok untuk hijab.
Hanya saja hatinya belum pas, untuk ia memakai hijab. Sekarang dengan senang hati Aisyah menuruti permintaan Alvin agar memakai hijab jika keluar rumah.
Jika di dalam kamar jangan kalau bisa selalu memakai lingerie. Semua suami pasti begitu menutupi aurat istrinya jika berada di luar kamar dan selalu ingin melihat aurat istri jika sedang berdua.
Aisyah duduk di depan cermin memakai makeup sederhana. Tangan kekar Alvin memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Mas kita mau berangkat loh" ucap Aisyah ia merasa lelah setelah Alvin pulang dari cafe tadi ia meminta haknya lagi.
"Kamu cantik sayang"
"Istri kamu kan harus cantik mas, kalau tidak nanti ada yang mendekati"
"Kamu cemburu sama Angel"
"Enggak, eh iya sebenernya tapi waktu itu di rumah sakit waktu kamu menemani dia, meninggalkan aku. Tapi sekarang udah enggak sekarang kan dia udah sama Rayhan jadi aku lega."
"Alhamdulillah" ucap Alvin sekaligus mengalungkan kalung yang pernah Aisyah lepas.
"Mas,inikan"
"Iya, ini yang pernah kamu lepas. Jangan pernah di lepas lagi. Sebenernya di belakang kalung ini ada tombol kecil."
Alvin menunjukan tombol kecil itu pada Aisyah. Aisyah pun melihatnya karena ia tidak pernah melepasnya jadi ia tidak melihat ada tombol kecil yang sembunyi di balik kalung.
"Ini tombol apa mas" tanya Aisyah.
"Jika kamu tekan tombol ini aku bisa tau lokasi kamu dimana."
"Jadi mas mata matain aku selama ini"
Alvin mencium pucuk kepala Aisyah yang tertutupi oleh hijab. "Ini tuh aku juga baru ingat, jadi sewaktu aku kasih ke kamu belum aku sambungan ke ponsel aku. Kalau sekarang udah, lagi pula jika kamu menekan tombol ini baru aku bisa mata matain kamu.
Jika tidak kamu tekan mana bisa aku mata matain kamu" jelas Alvin.
Aisyah menekan tombol kecil itu. "Aku mau mas selalu mata matain aku." ucap Aisyah beralih memeluk Alvin.
Alvin juga membalas pelukan Aisyah. Mereka melepaskan pelukan, karena sudah waktunya berangkat. Alvin menarik kopernya dan juga Aisyah mereka hanya membawa satu koper saja.
Mungkin Musim di sana dan disini berbeda jadi Alvin menyarankan Aisyah untuk berbelanja di sana saja.
Aisyah yang tidak suka belanja awalnya ia menolak tapi karena ia tidak memiliki pakaian musim dingin ia menyetujui perkataan Alvin. Terlebih lagi pakaian Alvin masih banyak yang ada di Korea..
Bulan madu nya ke Korea.
Pengen sih tapi apalah daya, rakyat misqueen hanya bisa melihat dari layar tv..
LIKE N COMEN
__ADS_1
RATING 🌟🌟🌟🌟🌟
jangan ketinggalan okey.. 🥰