Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
Sah


__ADS_3

Rayhan kini duduk di depan papa Angel dan pihak dari KUA. Masih merasakan gugup, biasanya dia tidak pernah setegang ini. Walau mengahadapi para pemegang saham dan para CEO untuk kegiatan kerja sama ia tetap fokus dengan percaya diri.


Percaya diri selalu di utama teruntuk hidup Rayhan. Mengapa ? Karena ia bukan terlahir yang berada, ia terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Hingga akhirnya sang ayah pergi entah kemana dan ibu nya meninggal ia tinggal di panti asuhan. Mungkin ini yang dinamakan rezeky anak Sholeh. Rayhan di pertemukan oleh keluarga Kusuma, sewaktu kunjungan ke panti asuhannya.


Dan papa Alvin yaitu Pradika meminta hak asuh atas nama dirinya. Ia di besarkan di keluarga Kusuma, walau ia harus sekolah di yang memiliki tempat tinggal seperti pesantren. Setelah lulus SMA baru ia keluar dari sekolah dan mulai tinggal bersama keluarga Kusuma lagi.


Sejak kecil tinggal bersama Alvin, ia sudah biasa dekat Alvin lagi setelah lulus sekolah. Mulai kuliah bersama dan membangun perusahan bersama.


Rayhan adalah sahabat sekaligus keluarga dan orang kepercayaan Alvin.


Rasanya tidak percaya bahwa hidupnya berubah drastis.


"Tenang aja, Ray," Alvin menepuk bahu Rayhan.


"Aku gugup, Al,"


"Yaelah,bisa gugup juga ya. Kirain engak bisa gugup soalnya setau aku kamu tuh selalu tampil percaya diri dihadapan para investor." goda Alvin.


"Ini beda Al. Ini kan masa depan aku,"


"Jadi kamu mau mundur ? Enggak mau lanjut nikahin Angel ?"


"Enggak gitu juga konsepnya, Alvin."


"Santai dong, aku kan cuma bercanda doang."


Akhirnya merekapun tertawa bersama menghilangkan rasa ketegangan.


Aisyah membawa si kembar untuk menjemput Angel, akad akan segera di mulai.


"Tante Angel cantik banget," ucap mereka berdua saat sidah di dalam kamar hotel.


"Subhanallah, kamu cantik banget Njel." ujar Aisyah sembari memeluk Angel.


"Kamu juga cantik Ay," puji Angel.


"Tante Aisyah dan Tante Angel kalian berdua sama sama cantik ko," celetuk Vita.


"Aku nanti kalau udah besar mau seperti Tante berdua, cantik terus dapat jodoh yang ganteng pula." ungkap Vika yang mampu membuat Aisyah dan Angel mendelik.


"Kamu tau itu dari mana Vika, " gemas Aisyah mencubit hidung Vika.


"Kata Om Al, Tante Aisyah beruntung dapat Om Alvin sebagai jodohnya karena Om Alvin ganteng."


"Yauda kita kebawah yuk, nanti yang disana pada nungguin kita," ujar Aisyah.


Kini mereka memasuki tempat acara akad dan resepsi pernikahan. Angel di apit oleh Vita dan Vika. Sedangkan Aisyah di samping Vika membawa buket bunga mawar merah.


"Ya Allah, cantiknya calon istri ku." puji Rayhan.


"Ia, cantik banget." ucap Alvin sepontan.

__ADS_1


Rayhan mengernyitkan dahinya menoleh kearah Alvin, yang memandang calon mempelai wanita.


Rayhan yang kesal melihat tatapan Alvin, ia melempar pulpen yang ada di meja ke arah dahi Alvin. Dan


"Aww," dan benar saja lemparan Rayhan tepat sasaran.


Alvin seketika melihat pulpen dan memasang lurus ke depan, ternyata Rayhan sudah memandangnya dengan wajah marah. Menunjuk matanya dengan jari telunjuk dan jari tengah setelah itu ia menunjuk ke arah Alvin.


Alvin yang tidak mengerti dengan kode yang di beri Rayhan hanya mampu mengangkat kedua bahunya dan berkata tanpa suara "Apa?"


"Mata loe," ucap Rayhan tanpa suara.


"Why," tanya Alvin lagi


"Loe, mau gue bunuh?"


Alvin yang sudah tidak sabar dengan maksud Rayhan. Mendatangi tempat duduk Rayhan.


"Apaaan sih ?"


"Loe, mau gue bunuh ?"


"Why? Emang apa salah gue?"


Sebenarnya jika mereka dalam mode marah kata loe gue lah yang keluar.


"Mata loe itu," tunjuk Rayhan.


Sedangkan Angel penasaran dengan pembicaraan Alvin dan Rayhan.


"Ay,mereka ngomong apaan ya,kok serius banget."


"Aku juga enggak tau,nanti kita tanya langsung aja." Aisyah sebenarnya penasaran juga. Tapi ia tidak mungkin memperpanjang masalah itu sebab banyak mata dan kamera yang menyorot mereka.


"Mata loe itu, ngapain liat calon binik gue ? Bukannya loe enggak cinta sama Angel ? Terus sekarang loe ngeliatnya kok penuh cinta gitu." ungkap Rayhan kesal.


"Ya ampun Ray. Gue kira apaan, mata loe apa enggak liat disana ada bidadari gue tuh" tunjuk Alvin dengan dagu kearah Aisyah dan Angel.


"Maksud loe Aisyah ?"


"Ya iya lah. Lo kira apaan disana ada bidadari surga gue sama peri kembar gue." jelas Alvin.


"Maaf," lirih Rayhan.


"Enggak usah minta maaf. Aku ngerti kok perasaan kamu,"


Pembicara mereka terhenti saat calon mempelai sudah mendekati meja akad.


Rayhan membantu Angel menaiki podium akad. Mengulurkan tangannya, agar Angel bisa lebih mudah naiknya.


Alvin juga ingin mengulurkan tapi melihat Aisyah yang sudah naik di masukan lagi tangannya di kantong celana.

__ADS_1


"Kamu cantik," bisik Rayhan.


"Kamu yang terbaik," ungkap Angel.


Aisyah meletakan buket bunga di atas meja, setelah ia turun dan duduk di tempat keluarga Kusuma berkumpul, Alvin juga duduk di samping Aisyah. "Ay, aku tadi liat bidadari loh,"


Aisyah melirik kearah Alvin. Alvin pun melanjutkan lagi perkataannya. "Bidadari surga ku, aku bahagia bisa bersama kamu."


"Oh ya. Bukanya aku yang beruntung bisa menikah pria seperti kamu, pria yang ganteng nan tampan,"


Jlebbb


"Aduh,nih pasti kerjaan si kembar," batin Alvin.


"Ay, aku bisa jelasin. Bukan itu maksudnya inti pembicaraan ku sama si kembar." Alvin menarik tangan Aisyah.


Aisyah segera menepis tangan Alvin. "Udah diem itu udah dimulai akadnya.


Rayhan mengucapkan ijab kabul dengan satu tarikan nafas pertama kali.


"Sah" ujar para saksi.


Semua menangis haru di iringi dengan doa setelah akad.


Entah mengapa Aisyah merasa terharu dengan akad hari ini, ini tidak biasa seperti dirinya. Biasanya ia bisa menahan air matanya tapi kini mengalir deras, tanpa menghiraukan yang lain.


"Kamu, kenapa Ay?"


Aisyah hanya menjawab dengan gelengan kepala. Alvin membawa Aisyah kedalam dekapan peluknya. Mengusap punggung Aisyah agar Aisyah bisa tenang.


Setelah selesai di lanjutkan dengan sungkeman. Papa dan Mama Alvin lah sebagai orang tua Rayhan walau ia memanggil dengan kata Om dan Tante. Tapi mereka berdua sudah di anggap orang tuanya.


Tangis haru kembali pecah saat Rayhan sungkeman dengan mama Alvin. Aisyah lagi lagi menumpahkan air matanya. Entah mengapa saat ini emosi nya naik turun. Tadi ia merasa kesal dengan ucapan Alvin kepada sikembar sekarang ia merasakan kesedihan.


"Kamu, kenapa Ay." tanya Alvin lagi.


"Aku, sedih liat Rayhan. Dia menikah tapi tidak ada satu pun keluarga nya yang mendampingi,"


"Rayhan itu yatim piatu Ay. Tapi keluarga Kusuma sudah menjadi keluarga nya sedari dulu jadi kamu enggak usah khawatir." jelas Alvin.


"Al,"


"Hm," Alvin melingkarkan pelukannya melihat mata sembab Aisyah, menghapus jejak airmata nya yang ada di pipi.


"Aku boleh minta sesuatu."


"Untuk mu bidadari surga ku. Umy dari anak anak ku, apapun yang kamu minta pasti aku turuti,"


"Aku mau menikah,"


"Hah, Apa?"

__ADS_1


"AKU MAU MENIKAH," jelas Aisyah lagi.


__ADS_2