
Sakit, sakit hati Alvin mendengar Aisyah mengusir dirinya.
Tapi ia tetap senyum, bagai mana pun ia lah yang salah.
" Ay, liat aku " Alvin menari dagu Aisyah agar bisa melihat ke arahnya. Dan juga mulai mengemgam erat tangan Aisyah " Ay, aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu. Maaf selama ini aku menyakiti mu "
Aisyah memalingkan lagi wajahnya " pergilah aku sudah menikah apa kau lupa itu "
Alvin tersenyum mendengar Aisyah mengatakan bahwa ia sudah menikah. Ia sangat menghormati suami yang selama ini belum pernah ia lihat.
" Kamu sudah sadar sayang " ucap seseorang yang baru datang
Aisyah menarik tangannya, melepaskan tangan Alvin yang masih di wajahnya saat melihat kearah pintu. Aisyah juga mendorong Alvin agar menjauh.
" Ma, ini ngak seperti yang mama liat "
Karena melihat raut wajah Aisyah yang ketakutan. Muncul lagi ide untuk mengerjai menantu nya itu.
" Mama, sudah melihatnya. Apa kamu pikir Mama tidak liat yang kalian lakukan. " mama benar benar memasang muka marah
" Ma, ay tolong ini hanya salah paham "
" Mama ngak suka di khianati ya Aisyah "
Setelah di dorong oleh Aisyah Alvin duduk di sofa membiarkan mama nya duduk di kursi yang ia duduk Ki tadi.
Alvin berjalan kearah dua wanita yang sangat berharga bagi nya. " Mama, sudah lah Aisyah baru sadar apa kalian akan terus mengodanya "
" Mama ? "
Alvin dan mama saling pandang lempar senyum. " Mama, pergi dulu ingin membeli sesuatu, kalian bicara lah " mama menepuk bahu Alvin dan juga mencium kening anak nya.
Mama memberikan waktu agar Aisyah dan Alvin bisa bicara berdua. Membeli sesuatu hanyalah alasan.
" Sayang " lirih Alvin lagi
" Al, ku mohon pergilah. Aku sudah menikah, wanita tadi itu mertua ku. Ku mohon pergilah aku tidak ingin ada kesalahpahaman "
" Apa wanita tadi mertua mu ?"
" hemm "
__ADS_1
" Kenapa kalian sangat dekat ? "
" Karena aku sangat menghormati dan juga menyayanginya , aku menganggapnya sudah seperti ibu ku"
" Apa kamu sudah bertemu dengan suami mu "
Aisyah binggung harus menjawab apa pertanyaan Alvin. Jika ia bilang tidak pasti Alvin akan berbuat semaunya. Jika di jawab sudah pasti Alvin akan bertanya lebih jauh lagi.
Karena tidak mendapatkan jawaban Alvin berkata
" Jika dia mertua mu, maka dia orang yang telah melahirkan ku "
" Maksudnya "
Saat ini semua keluarga masuk kedalam ruangan Aisyah.
" Itu benar sayang " ucap Mama di anggukin oleh semua yang datang.
" Adik kakak yang bodoh ini adalah suamimu " Nadin memukul kepala Alvin hingga si empunya meringis kesakitan.
" Auwww, sakit kak "
" Dasar bodoh, begitu saja sudah sakit. Bagaimana perlakuan mu dengan Aisyah selama ini "
" Tapi Aisyah tidak mengerti "
Ibu menjelaskan semuanya kepada Aisyah
" Jadi cuma Aisyah yang di bohongi " tanya nya lagi
" Kamu sama Alvin tidak mengetahui rencana kami semua nak " ucap papa
" Eitsss tunggu Tomi juga tidak tahu " Tomi maju ke depan hadapan sang kakak
" Saya, juga tidak tau " Rayhan mengangkat tangan
Aisyah menatap satu persatu keluarganya dengan tatapan marah.
" Tante marah " tanya vika dan Vita
" Marah sangat marah. Kalian berdua juga ikut membohongi Tante ?"
__ADS_1
" Ehh, maaf tan."
Vika dan Vita berlari kedalam pelukan Alvin, melihat tatapan Aisyah mereka merasa takut.
" Kenapa kamu marah sayang. Mereka kan masih anak anak, lagi pula mereka pasti di suap sama 3 Bidadari di rumah "
Alvin mencium satu persatu keponakannya yang sudah lama ia temui.
" Wah, kalau begini kami keluar dulu ya nak. " ucap ayah
" Kalau sudah marah singa nya bangun takut ah " ejek Tomi
Mereka keluar dari ruangan. Alvin yang melihat itu dan bertanya " Kok, di tinggal sendirian ? "
" Maaf bang, Abang harus menenangkan singa itu dulu baru nanti kami jenguk lagi " ucap Tomi menutup pintu
Aisyah menatap tajam kearah Alvin. Yang di tatap pun hanya tersenyum " Aku sama sekali enggak ikut campur rencana mereka " ucap Alvin mengacungkan jari tanda huruf v ✌️
" Oh ya, untuk kamu disini sana pergi sama mereka. Oh iya aku lupa nanti pacar kamu nyariin "
Rasanya Aisyah ingin mencakar cakar wanita yang sudah menghabiskan malam pengantinnya dengan Alvin.
" Pacar "
" Ya, bukannya kamu bersama dia di malam pengantin kita " Aisyah menutup mulutnya ia tidak percaya akan berbicara seperti itu. " Apa yang aku ucapkan dasar mulut kalau bicara enggak di saring dulu "
" Kamu cemburu "
Aisyah membuang muka " Enggak ... untuk apa aku cemburu sama suami yang telah meninggalkan setelah mengucapkan ijab kabul. Bahkan ia tidak sempat melihat wajah pengantinnya. "
" Ay, itu bisa aku jelasin semuanya "
" Sudah pergilah aku mau istirahat " Aisyah menbukungi n Alvin
" Tidur lah aku akan di sini "
Alvin merasa senang Aisyah bisa menerimanya sebagai suami. Walaupun Alvin berpikir keras " Pacar , siapa yang di maksud Aisyah "
Terimakasih
Jangan lupa rating 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
Like n comen
😘🥰🥰