
Saat ini Ferdi baru sadar, melihat tangis anaknya yang begitu pecah. Ferdi dan Ika sendiri belum pernah melihat Angel menangis seperti itu.
"Pa, sudah hentikan." ucap mama menarik tangan papa.
Tapi Ferdi tidak bergeming ia masih melihat anak gadisnya itu meratapi Rayhan.
"Ada hubungan apa mereka" batinnya
Alvin dan Tomi masih melanjutkan perkelahian mereka, Alvin dan Tomi tambah kewalahan dengan 2 lawan 20 sangat tidak mungkin menang, di tambah Tomi tidak mengerti mengenai perkelahian.
Ia hanya bisa mengelak kesana kemari saat mereka mulai ingin mengajarnya, bahkan ia sesekali melayangkan tinju dan tendang di tambah melempar barang.
Untung saja Nadin membuat kamarnya dalam keadaan kedap suara, kalau tidak bahaya untuk kesehatan Oma, Mama, Ibu, dan si kembar.
Tomi mengangkat guci besar yang ada di meja pajangan niatnya ia akan melempar guci itu saat para pengawal mulai mendekatinya.
"Satu,
Dua,,
Ti"
"STOP" Tomi tidak melanjutkan menghitung ia terpaku diam dalam keadaan siap siaga ingin melempar.
Mereka yang ada didalam pun berhenti melihat kearah pintu masuk.
"Apa, apaan ini. Bisa kah kalian bertindak sopan jika ingin bertamu. Dan untuk Om Ferdi dan Tante Ika, apa yang kalian lakukan ini sangatlah tidak pantas.
Apa kalian ingin memisahkan orang yang saling mencintai,? Bukan hanya satu pasang tapi dua pasang.
Lihat lah, apa kalian tidak merasakan sakit yang di derita oleh anak kandung kalian sendiri.
Mohon maaf jika saya berkata kasar, tapi saya sangat kecewa oleh kebijaksanaan Om Ferdi selama ini yang saya ketahui."
"Bantu yang lain untuk mengobati luka mereka." Ucap nya pada anak buahnya.
Yang datang itu adalah fajar dan anak buahnya, dia tahu bahwa ada yang tidak beres di kediaman sang mertua. Terlebih lagi, ponsel setiap penghuni rumah tidak bisa di hubungi, firasat nya sangat kuat. Biasanya setiap sejam sekali si kembar akan mengabari ayahnya.
Tapi ini lebih dari sejam tidak ada kabar, di tambah seluruh penghuni rumah tidak bisa di hubungi.
Fajar, berjalan mendekati papa mertua dan juga ayah Aisyah.
__ADS_1
"Papa, sama ayah tidak apa apa kan?" tanyanya
"Kami tidak apa apa, lihatlah mereka semua yang terluka kami hanya syok" ucap papa.
"Iya, kami berdua hanya syok saja, bantu lah mereka." tunjuk ya ke arah para pengawal yang sudah tidak sanggup lagi berdiri.
Kini fajar, berjalan kearah Rayhan yang sudah terkubur lemas, bersender di bahu Angel. " Kamu tidak apa apa Ray?"
"Apa, Abang ngak liat ? Udah tau sakit masih di tanya juga". jawabnya sinis.
Fajar, menepuk bahu Rayhan dan berkata " santai saja bos, makannya kalau cinta itu nikahi jangan di tunda tunda"
"Ckk kan rencananya juga gitu bang, tapi karena ada masalah berita itu jadi tertunda untuk minta restu. Lagi pula kayaknya aku mundur aja lah bang"
"Mundur kenapa?" tanya Angel.
"Takut sama calon mertua, mama sama papa kamu galak. Pantes anaknya juga galak, ternyata turunan."
"Ish dasar. Awas" Angel mendorong kepala Rayhan.
"Aw, sakit sayang"
"Sayang sayang, makan tuh sayang." Angel berdiri dan duduk di sofa dengan tangan di lipat di atas dada.
Aisyah, memeluk suami tercinta sambil menangis.
"Hey, mas enggak apa apa loh. Kok kamu yang nangis ay?" tanyanya sambil mencubit hidung Aisyah.
"Enggak apa apa gimana, ini bibirnya juga luka pipinya juga biru. Ay takut mas kenapa kenapa, Ay kan ngak pernah liat mas berkelahi."
"Bibirnya enggak usah di majuin, nanti aja kalau di kamar." bisik Alvin
"Ishh,"
Keadaan Tomi saat ini masih diam terpaku, masih enggak percaya bahwa ia bisa berkelahi apalagi melawan pengawal yang badannya lebih tinggi dan besar darinya.
Apalagi dia tidak memiliki basic karate, tapi kok bisa melawan. Bukan hanya melawan tapi ia juga bisa menumbangkan lawan.
"Kamu kok diam aja Tom" fajar menepuk bahu Tomi.
"Ehh" Tomi celingak-celingukan
__ADS_1
"Bang aku enggak ngebunuh mereka kan ?"
"Enggak mereka hanya luka saja, tapi jika Gucci ini kamu lempar ke mereka pasti mereka bakalan mati. Mau di lempar itu Gucci" tanya fajar dengan nada bercanda
"He he heh, enggak lah mas, ini tuh cuma untuk membela diri" Tomi meletakan Gucci kembali tempatnya.
Keadaan sudah normal tidak ada lagi baku hantam, para pengawal sudah di obati oleh anak buah Fajar.
Alvin juga sedang di obati oleh Aisyah, Rayhan juga sedang di obati oleh Angel. Tomi, tidak ada yang membantu maklum lah namanya juga jombol akut.
Papa dan mama Angel saat ini sedang duduk bersama seluruh keluarga Alvin dan Aisyah.
Fajar, sudah menjelaskan seluruh kejadian dari awal. Bukti bukti sudah di serahkan kepada papa Angel.
"Om, Fajar harap om bosa mengerti tentang berita hoax ini. Besok pagi kami akan melakukan konferensi pers untuk menyelesaikan masalah ini.
Kami juga sudah mendapatkan bukti, bahwa berita ini tidak benar, dan kami juga sudah melapor ke pihak yang berwajib." jelas Fajar.
"Maaf, ya Dika. Aku sudah gegabah, tidak mau mendengarkan penjelasan kalian dulu. Kau tau kan, Angel anak kami satu satunya, kami tidak mau dia masuk kejalan yang salah.
Berita ini akan membuat reportase keluarga kami buruk, dengan berita jelek ini mana ada yang mau menikahi putri kami. Maka dari itu tadi saya memaksa Alvin untuk menikahi Angel.
Alvin Om minta maaf ya, Aisyah Om minta maaf juga ya, semoga kalian di beri kebahagian selalu."
"Om, enggak salah yang salah saya, karena tidak bisa menyelesaikan masalah ini. Alvin juga baru tau berita hoax ini tadi siang saat baru mendarat."
"Yang jelas tidak ada yang salah, ini itu hanya kerjaan orang yang mau memisahkan Alvin dan Aisyah. Papa berharap semoga pelaku cepat ketangkap agar semuanya clear." ucap papa Dika.
"Hmm, Om. Sebelumnya maaf."
Rayhan berhenti sejenak.
"Mungkin ini bukan waktu yang pas, tapi kebetulan karena semua keluarga juga ada disini, Rayhan mau minta restu agar Om Ferdi dan Tante Ika memberi ijin untuk Rayhan menikah dengan Angel.
Sebenarnya Rayhan mau minta restu saat masalah ini selesai, tapi kayaknya kelamaan deh. Semoga Om dan Tante memberikan restu."
"Pa, ma Angel mohon restuin kami berdua, Angel tuh yakin Rayhan bakal jadi imam yang baik buat Angel."
"Papa, enggak bakal restuin kalian. Angel kamu itu sudah papa jodohkan sama orang lain. Jadi sebaiknya kamu ikut papa dan mama pulang ke Korea. Biar masalah ini Alvin yang menyelesaikannya."
Terimakasih sudah mampir.
__ADS_1
jangan lupa jejak