
"Tunggu" teriak Aisyah
" Ada apa cantik, apa kamu mau menjadi istri saya ?"
" Sampai kapan pun aku nggak mau jadi istri tua Bangka seperti kamu. Berikan surat perjanjian hutang dulu baru kami baya" jelas Aisyah
" Baiklah, kamu kira saya ini suka menipu "
" Kalian memang penipu, dan apa salahnya kami berjaga jaga . Mungkin uang ini tidak berarti bagi kalian tapi bagi keluarga kami sangat berarti."
Aisyah meminta surat yang menerangkan bahwa keluarga nya telah membayar hutang. Ya Aisyah sangat tau bahwa surat perjanjian itu sangat penting apalagi ada nilai 100 juta di dalamnya.
Aisyah meminta pihak pemberi hutang menanda tangani di atas materai, setelah itu Aisyah meminta ayahnya menandatangi baru lah ia memberikan uang.
" Semua sudah selesai kalian boleh pergi " ucap Aisyah dengan sedikit mengusir
" Ah, gagal aku akan memiliki Aisyah, " pikir pria itu dalam hati. Dia pergi dengan perasaan kesal dan juga kecewa
" Ayah, bagai mana sekarang uang kita tidak cukup untuk membeli rumah " ucap ibu dalam Isak tangisnya.
" Ayah, juga nggak tau Bu harus gimana lagi "
Aisyah dan Tomi menatap sedih ke orang tua mereka terhadap apa yang terjadi atas keluarga mereka.
" Ibu, ayah dan Tomi ikut Aisyah ke kota saja " ajak Aisyah
" Kalau kita ke kota kita mau tinggal dimana nak ? Kamu saja tinggalnya di kosan kecil nak " ucap ibu
" Memang sih tidak terlalu besar, tapi cukup untuk kita bu. Kamarnya hanya 1 tapi kan ada ruang tamu, dapur dan juga kamar mandi di dalam. Nanti kalau sudah ada rezeki kita cari yang baru"
" Bagaimana dengan sekolah Tomi dan juga pekerjaan ayah " tanya Tomi
" Semuanya pasti ada jalan, jika kita selalu bersama dan juga mau berusaha"
Akhirnya mereka memutuskan untuk ikut Aisyah ke kota. Memulai semuanya dengan yang baru.
Setelah sampai di kota ibu melihat area kosan Aisyah tidak ada yang berjualan, jika ada pun jaraknya jauh dari arrea mereka. Ibu berniat membuka warung dengan sisa uang yang ada, sedangkan Tomi memilih sekolah yang bisa dikatakan biayanya murah. Uang terpenting bisa sekolah.
Mungkin saat ini adalah keberuntungan memihak Tomi , ia bisa sekolah di sekolah yang bagus terakreditasi A, mungkin bagi keluarga Aisyah tidak akan sanggup membayar biaya sekolahnya, tapi Alhamdulillah nya Tomi mendapatkan beasiswa. Bahkan ia juga bisa kuliah gratis asal nilai nya bagus. Seperti kakaknya.
Pahit rasanya bagi keluarga Aisyah harus meninggalkan desa menjual semua warisan keluarga. Tapi siapa sangka malah hasilnya berbuah manis.
Aisyah menuju rumah sakit dimana ibunya dirawat. Tomi memberi tahu bahwa ibu sekarang sedang dalam keadaan kritis dan juga harus segera di operasi. Hal ini benar benar membuat Aisyah terpukul.
Dari mana mereka akan mendapatkan uang untuk biaya operasi ibu, kalau hanya untuk rawat inap mungkin mereka masi bisa membayarnya. Gimana dengan operasi keuangan mereka baru lah stabil tabungan pun hanya sedikit.
__ADS_1
Aisyah menunaikan shalat isya dia berdoa dengan khusyuk, sehingga tidak menyadari ada yang mendengarkan doa nya " Ya ,Allah tolong bantu hamba mu ini. Sembuhkanlah ibu hamba, dimana saya harus mendapat uang untuk operasi ibu. "
Saat ini Alvin sudah berada di Indonesia. Ia baru mendarat dari bandara dan langsung ke rumah sakit. Oma saat ini sedang melakukan rawat jalan, bersama kak Nadin.
" Itu bukannya Aisyah " batin Nadin setelah selesai sholat. Sebenarnya ia sudah selesai sedari tadi. Tapi melihat Aisyah membuat ia inggin penasaran kenapa Aisyah berada di rumah sakit.
" Nadin, Ayuk kita pulang kalau sudah selesai sholatnya. Hari ini cucu kesayangan Oma akan pulang " ucap Oma
" Iya, tunggu sebentar, ada yang mau Nadin kenalkan sama Oma"
" Putri " panggil Nadin di luar ruang masjid
" Eh, ada kak Nadin, kakak sedang apa disini"
" Kakak tadi sedang antar Oma berobat jalan "
" Si kembar nggak ikut " Aisyah mencari kekanan ke kiri
" Mereka dirumah"
" Putri kangen sama mereka, sudah lama tidak bertemu "
Aisyah berusaha menutupi rasa sedihnya. Tapi Nadin tau bahwa saat ini Aisyah berusaha untuk tersenyum.
" Ibu, lagi di rawat di sini kak "
" Putri pergi dulu ya kak, mau pulang ambil baju "
Aisyah menyalami Oma yang duduk di kursi roda
" Semoga ibu kami cepat sembuh ya " ucap Oma memeluk Aisyah
" Tenang sekali rasanya di peluk sama Oma, sudah lama tidak pernah di peluk sama nenek. Rasanya seperti punya nenek lagi " gimana Aisyah dalam hati
Aisyah juga tak lupa menyalami kak Nadin. Aisyah keluar dari ruang sakit dengan terburu buru tak rela rasanya meninggalkan ibu.
" Itu tadi siapa nad " ucap Oma
" Oma mau tidak kalau punya cucu seperti dia " tanya Nadin
" Dia, cantik,baik, ramah, dan juga Sholeha. Hmmmm Oma rasa cukup kamu dan Alvin jadi cucu oma saja, Oma sudah sangat bersyukur."
" Maksud Nadin, kalau jadi istri Alvin gimana "
" Eh,kamu ini. Kamu kan tau saat ini ada seseorang yang berada didalam hati Alvin. Jangan buat aneh aneh nanti kalau Alvin marah gimana kamu tau kan kalau dia marah seperti apa "
__ADS_1
" Oma ini, dia itu wanita yang di cintai Alvin "
" Apa, mana mungkin. Alvin itu cinta sama Aisyah " ucap Oma lagi
" Putri itu ya Aisyah Oma . Namanya itu Putri Aisyah . Tapi Nadin nggak tau kenapa Aisyah merubah namanya "
" Sedang bicara apa " ucap laki yang baru datang
" Ya, Allah Oma kangen banget sama kamu " Oma berusaha untuk berdiri
" Oma nggak boleh berdiri " ucapnya lagi
" Oma sudah sembuh, masa untuk memeluk cucu kesayangan Oma nggak boleh "
" Kan bisa sambil Oma duduk "
" Kalau sudah jumpa lupa deh sama aku, " ucap nadin cemberut
" Hai, kak apa kabar " Alvin kali ini memeluk kakaknya.
Ya setelah mendarat Alvin langsung kerumah sakit menjemput Oma dan kakaknya.
" Kakak baik,tapi keponakan kamu itu sangat merindukan mu. Selalu bertanya om dimana kapan pulang nya."
" Ya sudah kita bicara nanti lagi di dalam mobil, Alvin kangen sama mereka berdua " Alvin mendorong kursi roda Oma.
" Oh, ya apa yang tadi kalian bicara kan " tanya Alvin saat berada di dalam mobil.
" Oh, itu tadi kami bertemu ay "
" Maksud Oma tadi ketemu sama cewek cantik " Nadin memotong perkataan Oma.
" Kenapa kamu bohong " bisik Oma
" Nadin mau buat kejutan untuk mereka berdua " bisik Nadin lagi.
" Apa tadi itu benar benar Aisyah " pikir Alvin
" Tapi untuk apa dia disini bukannya dia tinggal di desa, tunggu lah aku Ay, besok aku akan menemui mu " ucap Alvin dalam hati.
Alvin, sudah menyuruh anak buah nya untuk menyiapkan kepergian nya besok kerumah Aisyah yang ada di desa. Dan meminta asistennya mengatur jadwal rapat lusanya.
Saat ini Aisyah benar benar sedih. Bagaimana ia mencari uang untuk operasi ibunya.
Terima kasih jangan like n comen dong biar Aisyah nya ngak sedih 🥰
__ADS_1