Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
Menjadi kita


__ADS_3

Seperti laba laba yang sedang menunggu mangsanya di jaring. Dan akhirnya seekor lalat terjebak di jaring laba laba. Begitu pula Alvin yang sudah masuk kedalam sangkarnya Aisyah.


Suara di kamar itu hanya terdengar suara ******* mereka berdua yang sedang memburu. Akhirnya Alvin dan Aisyah telah menjadi satu dalam satu malam. Dalam satu malam menjadi satu sebanyak 3 kali.


Alvin meninggalkan jejak di dalam sangkar yang sangat di jaga Aisyah selama ini, hanya untuk imam nya.


Terbaring lemas dan juga rasa kepuasan yang sudah tertuntas mereka akhirnya mengakhiri untuk malam ini.


Alvin mengecup kepala Aisyah. Aisyah juga begitu mengecup dada bidang Alvin. Tidur dengan memeluk satu sama lain.


Ibadah dari sepasang kekasih halal itu terukir di tubuh mereka dan ranjang king size hotel menjadi saksinya. Bunga mawar yang tersusun rapi, kini berada di lantai.


Jatuh nya mereka dari ranjang membuktikan bahwa malam ini malam yang dingin tapi sangat panas bagi kedua insan yang sedang di mabok cinta.


Terlelap dengan senyum yang terukir di bibir mereka. Bahakan tidak sedetik pun mereka melepaskan pelukannya. Sama menunggu satu sama lain untuk menjadi halal.


Mencurahkan isi hati yang begitu dalam, mencurahkan rasa rindu yang sangat besar. Setelah sekian lama terpisah oleh jarak tanpa kabar apa pun.


Menikah dan bersama sampai punya anak cucu itulah keinginan mereka. Awal mula kebahagian Alvin dan Aisyah akan menjadi awal mula kehancuran untuk rumah tangga mereka apa mereka sanggup menjalaninya bersama atau mereka memilih untuk meninggalkan satu sama lain.


Suara azan subuh di masjid, alarm bagi Aisyah. Ia terbiasa bangun saat subuh untuk melaksanakan tugasnya sebagai seorang muslim.


Aisyah terbangun dan saat teringat kejadian tadi malam membuat ia menjadi malu. Aisyah mencuri curi pandang kearah bibir Alvin menyentuhnya pelan.


"Apa ini hanya milik ku atau sudah pernah menjadi milik orang lain sebelum kamu kembali kepada ku" gumam Aisyah.


Alvin mengeratkan peluknya. Berbicara tanpa membuka mata.


"Hanya milik mu sayang, kamu yang pertama dan yang terakhir"


Aisyah menjauhkan wajahnya tapi ia tidak sempat karena Alvin sudah melahap benda kenyal yang bewarna pink.


Alvin melepaskan pangutan ya setelah Aisyah mulai kehabisan napas. "Ish mas udah bangun kok pura pura tidur sih" Aisyah memanyunkan bibirnya dengan gaya cemberut.


Alvin menarik hidung mungil Aisyah yang sudah menjadi kebiasaanya sekarang. "Mas, kebangun saat tangan lembut mu ini menyentuh bibir ini" Alvin meletakan jari Aisyah di bibirnya.


Aisyah sembunyi di dada Alvin menyembunyikan pipi merahnya.

__ADS_1


"Mana mungkin aku yang satu satunya mas. Lagi pula kamu tinggal di negara yang sudah membiasakan hal seperti itu. Mungkin aku sudah entah yang keberapa.?" ucap Aisyah memainkan jarinya di dada Alvin.


"Hei kamu ngak percaya Ay ?."


Aisyah menggelengkan kepalanya tanpa melihat Alvin.


"Kamu ingat enggak sewaktu kamu jatuh dari tebing pas kita camping?"


Aisyah mengangguk-anggukan kepalanya.


"Di sana aku melepaskan keperjakaan bibir ku ini untuk yang pertama kalinya."


Kali ini Aisyah menatap Alvin. " Maksud mas ?"


"Ya, aku memberikan napas buatan untuk mu Ay di depan orang banyak. Pertama kali mencium wanita tapi di saksikan orang banyak" Alvin mulai mengingat kejadian itu.


"Tapi Vina kok ngak ada bilang ya"


Alvin menarik napas. " Ya, kita rahasiakan mas takut kamu marah. Tapi mau bagaimana lagi, mas enggak mau kehilangan kamu Ay jadi terpaksa deh di depan orang banyak. Maaf ya..!"


"Untuk apa minta maaf mas, seharusnya Aisyah yang berterimakasih sudah menolong Aisyah waktu itu. Tapi kan ngak lucu mas, kamu merenggut bibir ini yang sama sekali tidak pernah di sentuh, di depan orang banyak.


Alvin mengencangkan lagi pelukannya. "Apa kamu tidak percaya"


"Ya enggak lah, buktinya mas langsung merebutnya lagi saat kita ada di tangga darurat."


"Itu karena aku kangen sama kamu. Bibir mungil mu ini selalu mengingatkan mu di mana pun aku berada. Apalagi waktu kamu sengaja mencium ku di dalam bus."


Aisyah langung merona ternyata Alvin masih mengingat kejadian kejadian di masa lalu mereka.


Aisyah memukul pelan dada Alvin. "Mas, itu enggak sengaja kamu tau sendirikan aku terjatuh"


"Iya, iya mas tau. Kita mandi yuk abis itu sholat subuh."


"Mas, aja yang duluan" pinta Aisyah ia masih malu jika keluar dari selimut yang menutupi tubuhnya dan tubuh Alvin yang masih polos tanpa sehelai benang.


Alvin turun ranjang mengenakan handuk yang di lilitkan di bagian pinggang, yang pastinya Aisyah membuang muka. Masih malu rasanya jika harus melihatnya.

__ADS_1


Alvin mengambil handuk kimono Aisyah yang tergeletak di lantai bersama pakaian dia dan juga kelopak bunga mawar.


"Kamu pakai ini, mas tau kamu malukan ? Kamu duluan aja Ay. Kan biasanya perempuan itu lama kalau di kamar mandi."


Alvin duduk di tepi ranjang membelakangi Aisyah yang sedang memakai handuk kimono dan itu permintaan Aisyah.


Saat Aisyah turun dari ranjang mulai berjalan rasa sakit yang begitu hebat melanda bagian intim nya. Jika tadi malam sakitnya di iringi dengan kenikmatan maka kali ini tinggal sakitnya saja.


"Auw" Rintih Aisyah pelan.


Alvin membalikan badannya dan ternyata Aisyah sudah tertatih. Alvin mengendong Aisyah,, tanpa permintaan tolong Aisyah, Alvin mengetahui bahwa istrinya sedang merasakan nyeri.


Aisyah takut akan di makan lagi oleh Alvin di dalam kamar mandi seperti yang ada di novel novel. Tapi ternyata tidak Alvin menurunkan Aisyah dan menutup pintu kamar mandi dengan senyum sebelum hilang dari bilik pintu.


"Ya ampun aku, aku akan di makan lagi sama Alvin" gumam Aisyah.


Sedangkan Alvin menahan hasratnya, mana mungkin ia memakan Aisyah lagi di saat Aisyah sudah seperti bebek.


"Apa punya ku terlalu besar ? Hingga membuat Aisyah seperti bebek" Alvin tertawa di dalam hati, memikirkan hal itu. Tapi ia bangga bisa menjadikan Aisyah miliknya secara penuh.


Alvin berkutik di dalam laptop, sebelum mengambil laptop ia menyempatkan diri mengecas ponselnya.


Saat Alvin sibuk memeriksa berkas berkas yang sudah di kirim oleh Tomi, ponsel Aisyah terus berdering. Awalnya Alvin membiarkan mungkin ini pribadi, tapi sampai ke tiga kalinya ponsel Aisyah berdering Alvin mengangkatnya.


"Assalamu'alaikum Ay kamu sudah sholat subuh belum"


"Ini siapa" tanya Alvin


"Oh, ini suaminya Aisyah ya. Maaf jika menggangu, tapi ingat satu hal jangan Lo sekali kali menyakitinya. Jika loe cuma mau nyakiti dia, tinggalkan saja dia. Karena ada gue yang selalu mencintainya"


Panggilan pun terputus. "Siapa sih" gumam Alvin. Melihat nama yang tertera "Mas Erick M.keuangan" ucap Alvin.


"Bisa bisanya dia mencintai istri ku" Alvin meletakan lagi ponsel Aisyah, kemudian mengambil ponselnya menghubungi Rayhan.


Adegan 21+ nya ngak pandai cuy, jadi maaf ya..


Tinggalkan jejak jangan lupa like n comen ya.

__ADS_1


salam dari


Jejak SND


__ADS_2