Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
Hadiah Istimewa ll


__ADS_3

Ternyata yang di inginkan Aisyah hanya lah sangat sederhana mencium punggung tangan suaminya. Hari ini bagaikan pelangi di atas awan menyambut mereka, bunga bunga di taman bermekaran. Suaran burung berkicau di hari yang cerah mewakilkan perasaan mereka.


Alvin mengecup kening Aisyah sangat lama, turun kedua kelopak mata Aisyah, turun ke hidung yang mancung nan mungil. Sampai di bibir Aisyah Alvin mengecup nya dengan lembut, mel***tnya hingga mereka kehabisan nafas.


Alvin benar benar memperlakukan Aisyah sangat lembut tidak seperti yang terakhir kali melakukannya dengan kasar.


Alvin tersenyum, melihat istrinya masih malu malu padahal mereka sudah halal. Alvin mengecup kening Aisyah " Kamu gantilah mukena sebentar lagi ada yang datang "


" Siapa " tanya Aisyah penasaran. Saat Alvin ingin menjawab suara ketukan di pintu pun tiba. Alvin membuka pintu dan terlihat 2 orang wanita yang satu sudah sekitar 40an yang satu lagi 30an.


Alvin mempersilahkan mereka masuk. Aisyah menatap binggung pasalnya ia belum pernah melihat mereka.


" Wah ini calon pengantin wanitanya. Perkenalkan saya mbak Sri dan ini adik saya dini"


Aisyah menyalami mereka satu satu sambil menyebut namanya.


" Aisyah silahkan duduk disini " ucap mbak Sri


Aisyah menatap Alvin, Alvin hanya mengangguk agar Aisyah ingin duduk


Sebenarnya Aisyah ingin menolak tapi melihat kedekatan Alvin dan mereka Aisyah tidak bisa menolak.


Mbak Sri mengeluarkan alat tempurnya." Eh ini ada apa mbak ? Saya mau di apa in ?


" Duduk saja sayang, ikuti perkataan mbak Sri dan mbak dini. Kalau mereka marah galak nya minta ampun loh " titah Alvin masih fokus pada laptop


Dan Aisyah hanya mengikuti perkataan Alvin, toh untuk apa dia takut Alvin juga ada disini.

__ADS_1


" Ya, ampun Alvin di hari bahagia sendiri aja Masi sibuk dengan laptop " sindir mbak dini


" Yaelah mbak namanya juga lagi periksa berkas. Lagian mbak ngapain ngurusin Alvin fokus aja sama Aisyah "


Tiga wanita itu saling pandang mendengar jawaban Alvin terlebih Aisyah Masi binggung kemana arah pembicaraan mereka.


" Kamu itu ngapain sih Al disini, mending keluar cari angin kek. " Kali ini mbak Sri yang berkata


Alvin menggeleng cepat " Nanti kalau kenapa kenapa sama Aisyah gimana ?. Tidak tidak aku akan tetap disini "


" Kalau gitu kamu ganti baju sana, kan bajunya sudah di antar sama Ray kemarin "


" Itu ada di lemari. Nanti aja Alvin gantinya kan Aisyah masih lama, dari pada ngak ada kerjaan bagi Alvin meriksa beberapa berkas. "


Mereka tidak lagi berdebat masalah apa pun itu, Aisyah yang canggung dengan keberadaan Sri dan Dini tidak memulai percakapan. Jika di tanya di hanya menjawab singkat, terkadang mengangguk dan juga cuma menggelengkan kepala


Aisyah duduk kursi hampir satu jam lamanya. Tapi Sri dan Dini belum selesai bertempur. Terkadang Aisyah sesekali merubah posisi duduknya.


" Ya, untuk apa dia kesalon jika dia natural seperti ini saja sudah cantik"


Aisyah benar benar malu bisa bisanya Alvin menggombal di hadapan orang lain. "Alvin kenapa sih berkata seperti itu kan jadi malu sama mbak mbak disini" gumam Aisyah dalam hati


."Kamu ngak usah malu, malah kami yang heran di buat Alvin Kusuma seorang yang sangat dingin cuek, jika berbicara dengannya harus yang mengenal dirinya saja. Asal kamu tau aja ya Aisyah dulu sewaktu mbak bertemu Alvin di salah satu event, mbak tanya jawabannya hanya singkat sudah gitu mengangguk dan menggeleng, seperti kamu saat ini. "


" Apa memang kebiasaan kalian itu seperti ini "


Aisyah tersenyum mendengar ucapan mbak Sri. Ya sedari Aisyah kenal Alvin begitu lah Alvin dulu bahkan Alvin pernah memarahi Aisyah waktu tidak sengaja memijak kaki Alvin di sekolah. Dan Aisyah pernah di marahin Alvin kalau tidak menurut.

__ADS_1


Tapi itu kebangaan tersendiri bagi Aisyah, hal itu menunjukan bahwa Alvin benar benar sayang dan tulus kepadanya.


Setelah selesai bertempur di wajah Aisyah. Mbak Sri memberikan baju agar Aisyah menggantinya. Aisyah sama sekali tidak di perbolehkan melihat cermin sebelum Alvin melihatnya.


Alvin sedang berada di dalam kamar mandi untuk menganti pakaiannya. Begitu Aisyah memakai baju yang sangat berat dan di bantu oleh mbak dini.


Alvin berjalan ke arah Aisyah yang masih berdiri menatap bajunya. Baju yang terdapat mutiaranya di daerah pinggang dan dada. Dan mengembang dari pinggang hingga ke lantai. Aisyah bagaikan putri yang ada di dalam dongeng.


Memakai sepatu kaca, memakai gaun yang sangat indah dan elegan. Walau baju itu terlihat sederhana harganya lumayan pantasis. Alvin sengaja minta desainer mendesain gaun khusus untuk Aisyah.


"Mbak, ngak lupa kan dengan permintaan Alvin" ucap Alvin setelah memeluk Aisyah dari belakang.


" Al, malu ih sama mereka" bisik Aisyah dengan wajah yang menahan malu


" Ngak usah malu, mbak sudah terbiasa dengan pengantin baru"


" Ia, mbak Sri kok bisa sih tau isi pikiran aku." Gumam Aisyah. Alvin membalikan Aisyah agar bisa melihat hasil tempur dari make up terkenal.


" Kamu cantik sekali hari ini" Alvin mengecup pucuk kepala Aisyah yang masih belum ada hiasan di sana.


"Kamu juga tambah ganteng setelah dewasa apalagi pakai jas begini" ucap Aisyah setelah menelusuri Alvin dari atas sampai bawah.


"Sudah sudah jangan saling pandang terus. Nanti telat loh, Aisyah duduk dulu ya" ucap mbak Dini


Sebelum Aisyah duduk Alvin mengalungkan kalung yang sempat Aisyah lepas. "Pakailah, jangan pernah di lepaskan lagi. Karena aku ngak akan pernah melepaskan kamu sayang"


Aisyah di pakaikan hijab yang senada dengan gaun, ujung jilbab di lilit di leher. Yang memperlihatkan detail seluruh pakaian. Setelah memakaikan hijab mbak Dini menambahkan mahkota di atas kepala Aisyah.

__ADS_1


Lagi lagi semua yang di pakai Aisyah sangat sederhana tidak ada kesan glamor. Semua itu mencerminkan sifat Aisyah. Mahkota hanya terdapat satu berlian kecil. Semua itu pilihan Alvin sendiri, Alvin menyiapkan semuanya untuk wanita yang paling ia cintai.


Terima kasih jangan lupa tinggalkan jejak 🥰


__ADS_2