Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
Lee Min Ho atau Alvin Kusuma


__ADS_3

Kali ini gantian Alvin mengaruk tenguknya yang tidak gatal mengingat masa lalu.


Setiap hari Alvin selalu menyempatkan diri untuk menjemput dan mengantar pulang Aisyah. Alvin sudah melepaskan masa jabatannya sebagai ketua OSIS .


" Baiklah anak anak, Kalian setuju ngak kalau kita buat acara camping tahun ini ? " suara pak taufik di dalam kelas.


"Setuju pak, " teriak mereka bersamaan


" Kalau kalian setuju minta orang tua atau wali kalian menandatangi surat ini " pak taufik membagikan surat ijin.


" Di situ sudah tertera biaya akomodasi dan lain lainya kalian baca dulu abis itu minta ijin ke orang tua kalian masing masing. "


"Kamu ikut Ay " bisik Vina dari belakang.


" Kayaknya enggak deh, biayanya mahal banget. Aku ngak mau ngerepotin orang tua ku " jawab aisyah


" Yah, enggak seru dong " Vina memanyunkan bibirnya


Agus yang geram melihat tingkah Vina langsung menarik bibirnya sampai si empu nya mengaduh kesakitan


" Sakit bxxxx " Vina mencubit tangan Agus.


" Kamu kan tau keluarga Aisyah lagi kesusahan cari uang, gimana di mau ikut " jelas Agus.


" Ya, Maaf aku lupa" Vina mengaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Ay, kamu tanya aja dulu sama ibu dan ayah di bolehin atau ngak? " bisik Alvin


" Ngak usah Al, aku ngak mau buat ayah dan ibu banyak pikiran. apalagi biayanya sangat mahal" jelas Aisyah


"Kamu itu juga tanggung jawab ku, Ay"


" Aku, ngak mau ngerepotin kalian Al, ! "


" Masalah biaya, biar aku yang bayar Ay"


" Kamu uang dari mana? " Aisyah memalingkan wajahnya kearah Alvin.


" Sewaktu liburan aku kerja, jadi kalau hanya untuk membayar biaya camping kamu dan aku uang tabungan aku masi cukup" bohong Al, sebenarnya cafe yang sering di datangi Al dan aisyah itu adalah cafe Alvin. tapi Al tidak pernah memberi tau orang lain.


Ya, sewaktu Alvin di suruh papa nya sekolah di kampung bik ina papa nya memberikan uang yang sangat banyak untuk keperluan ya. Alvin sangat bisa mengatur uang. Hingga iya berniat membuka cafe apalagi di liatnya belum ada cafe di daerah tersebut.


Memang nama nya cafe, tapi harga sangat murah sama seperti warung warung nasi biasa. Hingga cafe Alvin sangat cepat mendapatkan pelanggan. Apa lagi fasilitasnya sangat memuaskan Seperti Wifi gratis dan juga sport foto untuk di masukan ke ig.


" Simpan saja nya Al buat keperluan yang lain " pinta aisyah


" Kalau kamu takut minta ijin ke orang tua mu biar aku saja yang ngomong sama ayah dan ibu" potong Alvin


Aisyah mengangukan kepala nya tidak ingin berdebat lagi dengan Alvin. Ujung ujung nya tetap Aisyah lah yang kalah.

__ADS_1


Malam hari dirumah Aisyah.


Tok tok tok (suara pintu diketuk)


" Assalamu'alaikum "


" Walaikumsalam salam, eh ada nak Alvin. mati masuk " ajak ibu.


" Bu, ayah ada " tanya Alvin membuka suara saat mereka duduk di sofa yang sudah usang.


" Ayah, " panggil ibu dengan suara naik 2 oktaf


" Ada apa sih bu, udah ngak sabar apa mau ke kamar " canda ayah.


" Huss ayah ini malu ah di denger anak anak " ibu memukul lengan ayah.


" Ibu panggil Aisyah dulu" ibu pergi meninggalkan ayah dan Alvin untuk menghilangkan rasa malu nya.


"Ada nak Alvin rupanya ayah kirain ngak ada orang tadi " ayah mengaruk tengkuk nya tidak gatal.


Alvin hanya tersenyum mendengar ucapan ayah.


" Yah, Alvin mau minta ijin sama ayah" Alvin menatap ayah.


" Ijin apa Al? " tanya ayah


" Sekolah akan mengadakan camping tahun ini, jadi Alvin minta ayah ijinin aisyah ikut " jelas Alvin


"Gimana Ay kamu mau ikut sayang " tanya ayah saat Aisyah baru datang.


" Kalau ayah sama ibu ngak ngiji kan Aisyah ngak usah ikut "


"Ayah sama ibu pasti kasih ijin ya kan bu " tanya ayah pada ibu.


" Iya Ay, kamu pergi saja ini juga dari sekolah. " ibu memegang Aisyah.


" Baiklah bu kalau ayah sama ibu udah ngasi ijin. Ayah bisa baca dan tanda tangan. " Aisyah memberikan surat


" Biaya kapan di kumpulkan Ay " tanya ayah saat membaca biaya akomodasi.


" 2 Hari lagi yah, "


" Ya sudah, bu ayah minta tolong nanti ibu jualkan dulu cincin ibu ya " pinta ayah


" Ngak usah yah " potong Alvin


" Loh kenapa Al " bukan ayah yang bertanya melainkan ibu.


" Biayanya sudah di bayar oleh sekolah ayah sama ibu tinggal tanda tangan saja "

__ADS_1


" Alhamdulillah, ini rezeki mu nak, " ayah memeluk Aisyah


Aisyah membalas pelukanya


" Ini semua karna doa orang orang yang sayang sama Ay yah. "


Ayah melepaskan pelukannya.


Alvin mengangguk mengukir senyum di bibir nya.


"Iya, kalau enggak dari situ aku dapet uang dari mana lagi. Emang sih yang di kasih papa dan mama itu cukup. Kan malu masa nge modalin cewek nya camping pake uang orang tua, enggak banget deh.


Kalau aku masih bisa cari sendiri kenapa haru minta minta sama orang, walaupun itu sama orang tua sendiri.


Mas itu selalu ingat pesan kakek dulu, seorang anak laki laki harus bisa bertanggung jawab atas dirinya, istri dan orang tuanya.


Belajarlah kerja keras dan usah sendiri, biarkan tangan kita selalu di atas jangan pernah tangan di bawah." Alvin menjeda perkataannya.


"Tapi kalau di kasih tanpa meminta minta ya ambil aja, itu namanya rezeki.". Alvin terkekeh sendiri mengingat ucapan sang kakek.


"Sama kayak aku dong mas, dapet suami kamu dengan segala kelebihan dan kekurangan kamu. Itu juga rezeki ya kan mas."


Alvin mengemgam erat tangan Aisyah, kemudian ia mengecup keduanya secara bergantian.


"Rezeki kamu dapat suami seperti aku, dan rezeki aku dapat istri seperti kamu, mas berharap kita segera di beri momongan ya"


Aisyah merona malu mendengar kata momongan.


Ternyata bukan hanya ia saja yang menginginkannya Alvin juga ingin segera memiliki momongan.


"Kok pipinya merah gini sih" kali ini Alvin mengelus pipi Aisyah yang sedang merona.


"Mas,malu"


"Ngapain malu, orang udah sah kok. Atau jangan-jangan kamu mau kita buat debay,?"


"Debay?"


"Dedek bayi loh. Yauda kita pulang yuk, lagian udah malam. Kamu udah selesai makanya kan Ay.?"


"Mas tapi aku belom mau pulang"


Alvin menangkap jelas bahwa Aisyah menginginkan sesuatu, sebagai suami yang baik ia selalu memenuhi permintaan istrinya.


"Kamu mau kita kesuatu tempat ?" tanya Alvin.


Aisyah mengangguk"Iya, aku kepingin mas liat kembang api dari jembatan, kayak di drakor drakor itu loh mas."


"Ay, kamu masih suka liat drakor."

__ADS_1


"Iya" jawabnya cepat.


"Kalau sekarang aku tanya gantengan mas mu ini atau Lee min ho?"


__ADS_2