Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
I Love You


__ADS_3

Aisyah yang tidak merasakan lagi sentuhan salju menimpa di wajahnya, dan ia membuka mata.


Mengerjapkan matanya berulang kali.


Walau mereka sudah menikah, Aisyah tetap tersipu malu saat bertatapan dengan Alvin.


Bertatapan dengan cinta pertamanya, dan berharap akan menjadi cinta terakhir yang bersama di dunia dan akhirat.


Alvin menarik tangan Aisyah mengajak nya untuk turun dari mobil.


Aisyah mengikut Alvin, kali ini amarah Alvin sudah mulai sirna, walau masih kesel sih sama Aisyah yang bisa bisanya mengatakan aktor kesukaannya paling tampan.


"Mas, kita mau kemana. ?" tanya Aisyah memecahkan keheningan.


Alvin berhenti dan langsung memutarkan tubuhnya, hingga tepat Aisyah menabrak dada bidang suaminya.


Dada kekar yang selalu melindunginya, dada yang selalu ada di saat ia membutuhkan kehangatan.


"Mas, kalau berhenti ngomong ngomong dong, sakit tau" ucap Aisyah dengan nada naik 2 oktaf sambil mengusap dahinya. Aisyah sudah tidak bisa bersikap lembut lagi terlebih sikap Alvin dalam kurang lebih satu jam ini.


Yang awalnya sangat romantis, kini berubah dingin dan cuek membuat Aisyah ingin berteriak sekuat kuatnya. Apa aku punya salah ??


"Maaf," lirih Alvin ikut mengusap dahi istrinya.


"Udahlah, enggak apa apa kok" jawabnya ketus. Kembali berjalan.


Lagi lagi Aisyah menatap takjub tepat yang ada di pandanganya. Kekesalannya terhadap Alvin berubah menjadi kebahagian.


Aisyah merentangkan tangannya sangat begitu lama. Kemudian dia mengemgam erat pegangan besi.


Menghirup nafas begitu dalam dan lama, kemudian ia membuangnya.


"Huuh, tenang sekali" gumam Aisyah.


Alvin masih setia menatap Aisyah. Bahkan Alvin ikut melakukan apa yang Aisyah lakukan.


Alvin memeluk Aisyah dari belakang, meletakan dagunya di bahu Aisyah. Menghirup aroma tubuh Aisyah benar benar membuatnya tidak ingin jauh dari kekasih halalnya itu.


"Mas, malu" ucap Aisyah berusaha melepaskan pelukan Alvin.


Alvin malah mengeratkan pelukannya. "Diam dulu sayang, enggak ada yang liat kok"


"Idih, tadi marah marah enggak jelas. Sekarang sok sweet." gumam Aisyah.


"Bukan marah sayang tapi cemburu"

__ADS_1


Aisyah membelaklakan mata nya, "Cemburu"


"Iya, kamu tau enggak rasanya gimana istri sendiri bilang cowok lain lebih tanpam dari suaminya. Udah gitu kamu diem aja di peluk peluk sama sih Ferdi."


"Ya, Allah mas. Makanya kalau orang belum selesai bicara itu jangan main tinggal aja. Asal kamu tau ya mas cuma kamu yang paling tampan di mata aku.


Lee Min Ho itu tampan di mata penggemarnya maksud aku loh mas. Soal Ferdi tadi aku enggak sengaja ya mas." jelas Aisyah.


Alvin memutarkan tubuh Aisyah. "Bener an"


"Yaialah masak aku bohong, semenjak kamu bilang jangan nonton drakor karena aku masih sekolah, aku enggak pernah nonton loh mas. Baru beberapa bulan lalu aja aku nonton drakor itu pun hanya sesekali"


"Terimakasih sayang" ucap Alvin mengecup seluruh wajah Aisyah, tak hanya mengecup Alvin juga melu*mat bibir Aisyah cukup lama.


"Mas" lirih Aisyah setelah Alvin melepaskan pangutan ya.


Alvin yang merasa ber salah pun hanya mengaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia tau yang di lakukannya itu tidak salah, hanya tempatnya yang salah.


Sebagai muslim walaupun sudah halal, tidak di perbolehkan mengumbar kemesraan di depan umum.


"Putri Aisyah, terimakasih sudah mau menikahi suami mu ini yang banyak kekurangan. Mas mohon tetap jaga hati mu hanya untuk mas." Ucap Alvin mengemgam erat tangan Aisyah dan mengecupnya.


"Mas, aku yang masih banyak kekurangan. Ay harap kita bisa saling menutupi kekurangan masing masing. Dan saling menjaga satu sama lain dalam hal apa pun itu."


Jika Aisyah meneteskan air mata Alvin harap air mata itu adalah air mata kebahagian.


Aisyah juga sangat bersyukur bisa menikah dengan sosok Alvin yang begitu mencintai apa adanya.


Bahkan Alvin tak malu menikah dengan wanita yang jelas mereka dari kalangan berbeda.


Ternyata keluarga Alvin tidak mandang kasta, mereka memandang orang dari perilaku terhadap sesama manusia.


Setelah Aisyah menerima perjodohan ia sudah ikhlas jika ia tidak bersama Alvin. Di tambah ia tahu bahwa Alvin seorang Presdir, dan dari keluarga yang berkelas. Tidak seperti yang ia kenal sewaktu masa SMK, Alvin yang sederhana tidak menampakan ia dari keluarga berada. Hal itu membuat hati Aisyah ciut untuk meneruskan hubungan dengan Alvin.


Dan benar benar menerima bahwa perjodohan.


Ternyata kehendak Allah tidak ada yang tau.


Hingga Aisyah dan Alvin benar benar menikah tanpa mereka sadari, bahwa mereka sudah menjadi halal.


Jika hal itu mereka ketahui dari awal, mungkin mereka sekarang sudah berkeliling dunia untuk menikamati bulan madu.


Walau mereka sekarang tidak keliling dunia, tapi Alvin tetap menepati janjinya, dia akan membawa Aisyah bulan madu ke pulau Jeju.


Seperti yang ia katakan dulu. Mereka berpelukan satu sama lain, setelah mengetahui bahwa tidak ada orang selain mereka.

__ADS_1


Bagai mungkin ada orang, toh tempat itu sudah di booking oleh Alvin, karena ia telah membuat rencana untuk membahagiakan istri tercinta.


"Coba kamu lia kesana Ay" Alvin menunjuk kearah langit, walaupun musim dingin sedang melanda pulau Jeju, bintang tetap bersinar walau tak seterang biasanya.


"Indah mas"


Tak selang begitu lama hanya sekitar 3 detik dari Aisyah berkata,


Duarrrrr


Suara kembang api menggelegar, terukir indah di langit kembang api, terlebih lagi ada sebuah kalimat yang terbentuk.


"I Love You Aisyah" itulah kalimat yang tertulis.


Aisyah menatap dengan mata berkaca-kaca, memeluk suami yang tercinta. Begitu terharu atas apa yang di lakukan Alvin.


Semua keinginan Aisyah sudah terwujud dan itu juga lagi lagi di wujudkan oleh Alvi Kusuma. Yang sekarang sudah menjadi suaminya, kekasih halal yang begitu ia damba kan.


Siapa yang tidak mau dengan Alvin, sudah ganteng, kaya, pintar, romantis.


Tapi itu hanya untuk keluarga dan Aisyah. Jika di hadapan orang lain Alvin terkesan dengan seorang Presdir yang dingin, cuek, galak, dan suka marah marah jika pekerjaan mereka tidak becus.


"Kamu suka Ay"


"Suka banget mas, apalagi bisa memeluk mu seperti ini mas. Aku harap aku dan mas bisa menjadi kita, dan kita bisa menjadi keluarga yang samawa. Dan semoga kita bisa bersama hingga akhir hayat bersama anak dan cucu bahkan sampai cicit"


"Kalau gitu kita balik kehotel sekarang"


"Kok balik mas"


"Katanya mau sampai anak cucu dan cicit. Ya harus ke hotel biar bisa buat anak" goda Alvin sambil menaik turunkan alisnya.


"Aduh kayaknya aku salah ngomong nih. Bukannya tadi udah, masa mau lagi. Sakitnya aja belum hilang masak mau lagi" gumam Aisyah pelan.


Terimakasih ....


Tinggalkan jejak like n comen


jangan lupa rating bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


Beri hadiah ya 🌹🌹🌹


Ahhh iya jangan lupa mampir di Dendam/Cinta


__ADS_1


__ADS_2