
Saat ini Alvin dan Rayhan pergi ke Korea. Karena ada hal yang sangat mendadak mereka pergi malam ini juga bahkan tidak sempat berpamitan pada orang yang mereka sayang. Setelah dari cafe Rayhan langsung pergi ke bandara.
Aisyah pergi kekediaman nya yang baru. Terlihat bahwa apartemen itu sangat mewah ada 4 kamar, setiap kamar ada kamar mandinya. Aisyah membuka satu persatu kamar dan memeriksa isi nya.
Ternyata apartemen itu sama sekali belum ada yang menempati barang barang disana semuanya baru.
" Mungkin dia sengaja memberikan apartemen ini untuk ku, agar aku tidak bisa menggangu kehidupan pribadi nya." ucap Aisyah setelah merebahkan badannya keatas kasur di salah satu kamar.
" Baiklah, aku hari ini akan tidur disini. Besok setelah pulang kerja aku akan mengambil baju di rumah. Agar ibu, ayah dan yang lain tidak curiga " gumam Aisyah setelah itu dia tertidur.
Aisyah berangkat ke kantor setelah mampir ke rumah ganti baju kerja. Aisyah mulai menyibukkan diri dengan berkas berkas yang ada di meja nya. Setelah cuti dua hari tugas Aisyah menumpuk.
" Aisyah kamu di panggil ke ruangan HRD " ucap rekan Aisyah
Aisyah pergi menuju ruangan HRD . Sesampai di dalam ruangan ternyata sudah ada para petinggi perusahaan.
Ternyata mereka semua merekomendasikan Aisyah menjadi sekertaris Presdir yang baru.
Awalnya Aisyah menolak, bukan menolak rezeki lebih tepatnya inggin menjauh dari Alvin. Karena bujuk rayu dan juga tunjangan yang sangat besar Aisyah mengiyakan.
" Mulai hari ini kami sudah menjadi sekertaris Presdir " ucap salah satu dari mereka
" Baik pak "
Aisyah keluar dengan rasa senang iya bisa menjadi sekertaris seorang presdir. Tapi ia menjadi gelisah saat mengetahui Presdir itu Alvin .
Aisyah menyusun barang barangnya dan di barengi dengan ucapan selamat dari para rekan kantornya. Aisyah menempati ruangan baru nya dimana di dalam ruangan ada ruangan lagi.
Jika kita memasuki ruangan tersebut akan terlihat meja sekertaris di dekat meja itu terdapat pintu kaca yang sangat besar dan di dalamnya terdapat ruangan yang sangat besar. Ada sofa, bahkan ada ruangan istirahat pribadi di dalam.
Aisyah senang setelah mendapat kabar dari bapak Reno bahwa Alvin sedang berada di luar negeri dalam waktu yang cukup lama.
" Akhirnya aku bisa bernafas dengan lega "
Aisyah menjalani hari hari nya sebagai sekertaris seorang Presdir. Tanpa terasa ia sudah 1 Minggu menduduki kursi barunya. Aisyah merasa nyaman saat ini, ibunya sudah sembuh dan sudah berada di rumah. Alvin yang sedang berada di luar negeri, bahkan ia tidak ambil pusing dengan suami nya.
Terkadang Aisyah memikirkan suaminya tapi apalah daya setelah mengingat surat perjanjian dan perkataan dari suaminya dan juga wanita lain ia tidak mau ambil pusing.
Aisyah makan siang bersama rekanya di kantin. Itu adalah kebiasaan terbaru Aisyah. Biasanya dia akan makan dengan bekal yan di bawanya. Tapi hari ini entah kenapa Aisyah bisa telat bangun hingga ia lupa untuk sholat bahkan tadi ia tidak sempat sarapan.
__ADS_1
Ternyata di kantin tidak seperti yang Aisyah bayangkan. Ia berharap orang orang akan makan dengan tenang. Ternyata tidak mereka makan dan juga bergosip.
" Eh, kayaknya Presdir yang Maco itu sudah ada di Indonesia loh "
" Masa iya, kalau iya jadi seger nih mata "
" Tapi kalau liat tatapan matanya jadi takut deh " ucap yang lain lagi.
" Rumi, aku duluan ya ada berkas yang belum selesai aku kerja kan " ucap Aisyah kesal mendengarkan orang orang bergosip
" Ya ampun put, ini Masih jam istirahat loh "
" Tapi berkas itu penting, lagi pula aku juga udah selesai makan kok "
Makan siang Aisyah berasa menyebalkan. Bahkan ia ingin memuntahkan isi perutnya. Aisyah terus merasa isi perutnya ingin keluar. Di masuk ke dalam kamar mandi ruangannya tapi tidak bisa terbuka. Entah pintunya rusak atau ada yang didalam.
Tanpa pikir panjang Aisyah masuk ke dalam kamar mandi ruangan Presdir. Ia mengeluarkan semua isinya, tanpa tersisa. Karena sudah tidak ada yang keluar lagi ia segera bebersih. Saat Aisyah keluar ternyata sudah ada penghuni di ruangan tersebut.
Ceklek pintu kamar mandi terbuka.
Mata mereka bertemu, dengan mata mereka berbicara. Bahwa mereka masih mencintai satu sama lain.
" Hemm" Alvin kembali menatap laptopnya.
Sungguh hari yang menyebalkan bagi Aisyah. Sudah tidak sholat, tidak sarapan, makan siang mendengarkan gosip, apalagi yang ini memasuki kamar mandi seorang Presdir.
Aisyah merutuki dirinya. Bagaimana bisa ia berbuat bodoh seperti itu.
" Saya ingin memeriksa berkas yang sedang kamu kerja kan "
Aisyah tersadar dari lamunannya dan menghentikan langkahnya. Berbalik arah dan mengucap " Baik pak ".
Aisyah menarik salah satu berkas yang ada di meja nya.
" Untung saja sudah aku selesaikan " gumamnya
" Maaf pak ini berkasnya "
Alvin memeriksa berkas tersebut dan meminta Aisyah menjelaskan. Aisyah menjelaskan detail berkas dengan berdiri di sisi meja.
__ADS_1
Saat Aisyah menjelaskan Alvin mencuri pandang pada wajah Aisyah. Wajah yang sangat ia rindukan, bahkan lebih cantik dari waktu terakhir ia bertemu di jalan saat ingin pergi ke rumah sakit.
Alvin dengan sengaja menarik Aisyah .
Brukkk. Aisyah duduk dalam pangkuan Alvin.
" Maaf pak " Aisyah berusaha bangkit dari pangkuan Alvin. Tapi ia tidak bisa Alvin saat ini telah memeluknya.
Alvin mencium aroma rambut Aisyah. " Maaf pak ini tempat kerja " lirih Aisyah lagi
" Jadi boleh jika bukan di tempat kerja. "
Alvin bukan hanya mencium rambut Aisyah saja. Bahkan ia mulai mencium leher Aisyah.
" Alvin, apa yang kamu lakukan "
Alvin terus saja menyerang Aisyah. Aisyah tidak bisa berbuat banyak tangannya sudah terjepit oleh dada bidang Alvin dan tangan kekarnya.
Alvin terus menghindar saat Alvin ingin menciumnya. Dengan kasarnya Alvin menarik dagu Aisyah dan mulai mengec*p bibir Aisyah. Kec"*pan itu berlanjut dengan Alvin mengh***p b***r. Alvin mengigit b***r bawah Aisyah agar ia bisa masuk menjelajah ke dalam lagi.
Setelah puas Alvin melepaskan pangutan ya. Alvin tidak tau pada saat ia memulai aksinya Aisyah sudah menangis.
" Seharusnya kamu senang. Dengan cara ini kan kamu menggoda suami mu itu "
Alvin berpikir bahwa suami Aisyah adalah Erick.
" Ternyata semua wanita itu sama penggoda pria kaya "
Deg seketika ucapan Alvin membuat jantungnya berhenti berdetak. Bukan cuma Alvin yang mengatakan Aisyah suka sama pria berduit, suaminya juga berkata seperti. Bagaikan pedang yang sedang menusuk kedalam hati Aisyah yang paling dalam.
Plakkk...
Satu tamparan keras mendarat di pipi Alvin.
" Jaga ucapan kamu Al"
Aisyah berlari dengan Isak tangis. Ia sudah tidak sanggup lagi ingin rasa pergi ke alam dimana hanya ada dua berada agar bisa teriak sesuka suka nya .
Alvin sadar atas ucapannya segera ia mengejar Aisyah. Tapi saat di koridor ia bertemu dengan Reno.
__ADS_1
Reno menahan Alvin agar tidak pergi, karena ada rapat mendadak. Dengan terpaksa Alvin pergi ke ruang rapat bersama Reno.