Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
Hadiah Istimewa


__ADS_3

Aisyah terbangun dari alam mimpinya. Ia segera turun dari ranjang setelah melirik kearah Alvin yang sedang tertidur di sofa.


Dengan hati hati Aisyah turun, menahan rasa sakit. Baru saja kakinya berhasil menyentuh lantai, ia sudah mulai pusing. Aisyah bertahan dengan memegang meja nakas tapi sayangnya Aisyah menjatuhkan botol minum.


Braaaggg


Alvin mengerjapkan mata nya. " Maaf " lirih Aisyah


" Kamu mau kemana ay ?"


" Mau kekamar mandi " Aisyah dalam mode cuek


Alvin mengangkat Aisyah secara bridal style ke kamar mandi " Al, turunkan aku, aku bisa sendiri " Aisyah memukul dada bidang Alvin.


Walaupun di dalam hati Aisyah merasa sangat bahagia. Tapi ia menghilangkan rasa senangnya itu dengan tetap cuek.


Alvin menurunkan Aisyah setelah sampai di dalam kamar mandi. " Al, kenapa masih di sini " sindir Aisyah


Alvin mengernyitkan dahinya " Aku akan menunggu mu disini "


Aisyah benar benar tak habis pikir oleh tingkah Alvin. Hingga Aisyah mengomel dalam hati merutuki tingkah Alvin.


" Kok masih diam saja " ucap Alvin


Aisyah menunduk malu " Al, kumohon, aku masih bisa sendiri "


Wajah merah Aisyah menahan malu membuat Alvin senang " Aku ini suami mu. Apa yang perlu kamu malukan ? " Alvin menggoda Aisyah " Panggil aku jika butuh sesuatu " Alvin mengacak ngacak rambut Aisyah


Setelah pintu tertutup rapat Aisyah segera menguncinya dari dalam. Huuufff. " Akhirnya aku bisa napas, kesel juga lama lama dengan tingkah Alvin yang sok manis. Tapi aku juga bahagia sih mendapatkan perlakuan seperti itu " gumam Aisyah dalam hati.


Dokter memperbolehkan Aisyah pulang setelah 1 Minggu ia sadar dari koma. Semua keluarga sangat bahagia menantikan kepulangan Aisyah.


Alvin senantiasa menjaga Aisyah di rumah sakit, mulai dari memberikan obat, memberikan makan membantu ke kamar mandi. Perlakuan manis Alvin di balas dengan cuek oleh Aisyah yang masih meresa kesal oleh Alvin.


Memaksa kehendaknya, berkata buruk bahkan meninggalkannya saat selesai ijab. Mengingat hal itu membuat Aisyah benar benar marah. Tapi di dalam hati nya yang paling dalam ia sudah memaafkan Alvin tapi ia ingin memberikan efek jera terhadap Alvin . Agar ia memikirkan dulu sebelum bertindak.


" Sayang kenapa sih cemberut aja. Senyum kenapa kan kamu sudah boleh pulang "


" Kemana sih mereka semua, kenapa pulang harus sama Alvin sih " gumam Aisyah yang masih di dengar Alvin

__ADS_1


" Sayang, mana boleh manggil suami dengan sebutan nama ?"


Alvin mengajarkan Aisyah agar ia bisa menghargai suaminya. Aisyah hanya membuang muka nya mengemas barang barangnya.


Alvin membantu Aisyah berkemas, tapi selalu di tolak Aisyah. Ia selalu berkata " Aku bisa sendiri " tapi Alvin tidak putus asa. Selalu memberikan perhatian dan juga senyum termanisnya.


Jantung Aisyah benar benar sudah tidak karuan lagi. Ia tidak bisa mengendalikan jantungnya yang berdebar kencang saat mendapat perlakuan manis dan senyuman Alvin.


Didalam mobil pun hanya ada keheningan, Aisyah menatap keluar jendela mengamati jalanan yang sangat ramai di hari akhir pekan, atau bisa kita katakan hari Sabtu.


Banyak pasangan muda mudi bersenda gurau di taman, mereka semua nampak bahagia. Tanpa terasa Aisyah juga ikut tersenyum.


Alvin melirik sekilas melihat senyuman Aisyah. Senyuman yang sudah lama sangat ia rindukan. Jika di hadapan keluarga saja Aisyah tersenyum, dihadapan Alvin di hanya cuek.


Alvin menghentikan mobilnya. " Kamu ingin seperti mereka ?" Alvin membuyarkan khayalan aisyah


Aisyah berharap saat ini ia bisa seperti itu bersama Alvin, pergi jalan jalan berdua. Setelah memiliki anak bermain dengan anak anak mereka di taman yang terdapat play ground nya.


Aisyah menatap Alvin, sama sekali tidak ada niatan untuk menanggapi perkataan Alvin, ia tidak akan pernah menang jika berbicara dengan Alvin. Itulah salah satu ciri khas Alvin


Karena tidak ada jawaban Alvin melajukan mobilnya. Sampai lah mereka di sebuah hotel mewah.


Aisyah sangat takjub dengan sebuah gedung berlantai yang sangat tinggi yang ada di depan matanya.


Alvin mengemgam tangan Aisyah dan berjalan memasuki hotel. Aisyah berusaha melepaskan genggaman tapi ia selalu kalah dengan tubuh kekar Alvin.


Bahkan Alvin memeluk pinggang Aisyah saat ini, berjalan sangat romantis. Mata yang melihat pun merasa iri, walau banyak dari mereka yang berbisik. Aisyah menunduk malu mendengarkan bisik bisikan mereka


'' Pasti wanita bayaran ''


'' Itukan Alvin Kusuma yang memiliki perusahaan pakaian terbesar di negeri ini ''


'' Sudah fixs itu wanita bayaran ''


''Hei kalian jangan bicara seperti itu.''


Setelah mendapatkan tatapan tajam dari Alvin mereka menunduk hormat dan juga menunduk takut.


Alvin sama sekali tidak melepaskan tangannya di pinggang Aisyah. Selama menuju salah satu kamar mereka jalan dengan sangat romantis. Aisyah luluh dengan perasaan nya sendiri. Menjauhkan sikap cueknya, ya tapi tetap aja pasang muka cuek.

__ADS_1


Alvin membuka salah satu pintu kamar, setelah itu dia menutup rapat. Aisyah mengambil kesempatan ini untuk menjauh dari Alvin.


Alvin menelpon seseorang setelah itu dia menyusul Aisyah yang duduk di pinggiran kasur. " Kamu mau mandi dulu atau aku duluan " tanya Alvin


" Kamu duluan saja "


" Ay, aja yang duluan aku masih ada yang harus di kerjakan " Alvin mengambil laptop dan mulai membukanya


" Ck ngapain tanya coba " Aisyah pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dan juga mengambil wudhu karena sebentar lagi azan Zuhur.


Alvin menatap punggung Aisyah dengan senyuman.


Setelah selesai dengan ritualnya Aisyah keluar memakai pakaian tidur bermotif bunga sakura warna pink.


Alvin pun langsung masuk kamar mandi setelah Aisyah keluar. Aisyah sudah memakai mukena dan mempersiapkan sajadah untuk sholat. Ia duduk di atas sajadah dan menunggu selesai azan.


" Ay, sholatnya bareng " ucap Alvin keluar dari kamar mandi memakai pakaian lengkap


" Sholat bareng. Gimana sih Aisyah kalian kan sudah menikah " gumam Aisyah dalam hati.


Ini adalah sholat pertama bagi mereka setelah menjadi pasangan suami istri. Alvin menjadi iman dalam sholat Aisyah. Di rumah sakit hanya Alvin yang sholat, Aisyah sedang datang bulan jadi ia lagi cuti sholat.


Alvin memanjatkan doa agar pernikahan mereka sampai di akhirat. Selalu bersama di saat suka mau pun duka, sampai kakek nenek bersama anak anak mereka dan juga cucu mereka. Di berikan keutuhan rumah tangga di berikan anak anak yang Sholeh dan Sholeha. Selalu membuat keluarganya bahagia.


Aisyah menitipkan airmata bahwa seorang Alvin yang dingin bisa juga berkata romantis di hadapan yang maha kuasa. Aisyah segera menghapus jejak air mata, setelah Alvin mengucapkan Amin.


Alvin berbalik menjulurkan tangannya. Dengan sigap Aisyah menerima uluran tangan Alvin dan menciumnya. Alvin mencium pucuk kepala Aisyah, setelah itu dia memanjatkan doa dan menghembuskan di pucuk kepala Aisyah. Aisyah tersenyum lega, ini lah yang di maksudnya dengan belum menyelesaikan ritual pernikahaan mereka.


Menyalami seorang pria yang sudah berstatus halal baginya. Aisyah menangis bahagia di dalam dada Alvin, sebelum Aisyah menangis Alvin sudah menariknya kedalam pelukannya. " Hey, kamu nangis sih sayang. Aku tuh binggung dengan sikap kamu akhir akhir ini selalu cuek sama aku padahal di depan keluarga kamu bisa tertawa riang.


Aku merasa tidak bisa membahagiakan wanita yang sangat aku cintai. Ay, aku tau perbuatan ku salah tapi tidak bisakah kamu memaafkan ku kali ini "


Terima kasih


Alvin dan Aisyah mengucapkan Selamat Tahun Baru.


๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‡๐ŸŽ‡๐ŸŽ†๐ŸŽ†๐Ÿงจ๐Ÿงจ๐Ÿงจ


Jangan lupa tinggalkan jejak ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ

__ADS_1


๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2