
"Ma, Angel mohon Angel bisa menjelaskannya." lirihnya.
Tapi usaha Angel gagal, kali ini sang mama Ika mengempaskan tangan Angel dengan kuat, agar tidak lagi menyentuhnya.
"Aku, tidak mengajarkan mu wanita murahan, kau turuti saja permintaan papa mu, untuk menjaga nama baik keluarga."
"Ma, pa ku mohon beri dulu kesempatan untuk menjelaskan ini semua" Angel duduk di lantai dengan Isak tangis.
"Bawa dia" ucap Ferdi pada pengawal.
"Lepas, aku tidak mau." teriaknya.
Rayhan yang sudah tidak tahan lagi, dia melayangkan tinjunya tepat di perut pengawal yang ada di belakangnya.
Bukkk
Rayhan tidak perlu banyak memukul, cukup satu kali dengan keras dan tepat sasaran sang lawan akan kalah.
Sebenarnya saat ini, papa di kawal oleh satu pengawal, Rayhan juga seperti itu, bahkan Tomi juga di kawal oleh pengawal.
Semua sudah di rencanakan papa sebelum masuk kedalam rumah Alvin.
Ada 2 pengawal menjaga pintu gerbang, 2 lagi menjaga pintu masuk, 2 lagi di dekat mobil jika sewaktu mereka akan pergi bisa dengan cepat, dan yang lain berada di dalam.
Papa Dika tidak bisa berbuat banyak, karena ia tidak memiliki persiapan akan kedatangan keluarga Angel dan begitu banyak pengawal.
Rayhan mendorong para pengawal yang akan menyentuh Angel dengan kasar.
"Kamu tidak apa apa kan" tanya Rayhan membantu Angel berdiri.
Angel menangis di dalam pelukan Rayhan, ia tidak mungkin akan menikah dengan Alvin. Rayhan mengelus kepala Angel dengan lembut.
Bahkan saat ini Aisyah menangis melihat suaminya yang di apit oleh kedua pengawal.
"Apa kalian lebih percaya oleh berita yang belum tentu pasti, bagaimana mungkin orang tua memaksa anaknya bertanggung jawab atas apa yang dia sama sekali tidak lakukan." ucap Rayhan dengan emosi.
"Saya tau selama ini om dan Tante sibuk dengan bisnis. Tapi bisakah kalian percaya sama Angel dan juga Alvin. Ini semua bisa kita bicarakan baik baik.
Kami sedang mencari dalang di balik semua ini, Rayhan tau Om Ferdi itu udah lama sahabatan sama Om Dika.
Kenapa Om dan Tante tidak percaya sama kami, Rayhan mohon jangan mengambil keputusan dengan emosi.
__ADS_1
Alvin sudah menikah dengan wanita yang ia cintai, dia tidak akan bisa menikah lagi dengan orang lain. Lagi pula Angel tidak mencintai Alvin, bagaimana mungkin ada pernikahan tanpa cinta"
Rayhan mengeluarkan unek unek nya.
"Kami tidak perlu penjelasan, semua yang ada di berita itu sudah jelas, bawa mereka" Ferdi benar benar sudah termakan oleh hasutan berita hoax.
Alvin di tarik paksa oleh kedua pengawal, ingin memberontak tapi tidak mungkin melawan begitu banyak pengawal sedangkan yang pandai bela diri itu hanya Alvin dan Rayhan.
Walau Alvin memberontak, tetap ia akan kalah jumlah di tambah satu pengawal berada di belakang Aisyah, Alvin benar benar tidak ingin Aisyah terluka.
Mungkin saat ini harus menuruti papa Angel, tapi saat berada di luar rumah Alvin akan berusaha menjelaskan semuanya.
"Mas" teriak Aisyah saat Alvin sudah di ambang pintu.
Namun Aisyah tertahan oleh tangan kekar yang menarik pergelangan tangannya.
"Lepas, Aww sakitt" Aisyah terus memberontak agar tangannya terlepas, bukan terlepas yang ada tangan Aisyah makin sakit.
Jika, Aisyah tidak memakai lengan panjang, pasti sudah ada cap memar di pergelangan tangannya.
"Lepas" teriak Alvin. Ia tidak terima Aisyah di lakukan begitu kasar, bahkan Alvin sudah melayangkan beberapa tinju ke pengawal yang menyeretnya.
Jalan mendekati Aisyah, saat sudah dekat Alvin menendang perut orang yang menahan tangan Aisyah.
Baku hantam di dalam ruang itu pun tidak bisa terhindari lagi, Sedangkan Nadin berusaha untuk menghubungi para pengawal mereka dan juga fajar tidak berhasil, kenapa ? ya rumah mereka saat ini di sadap oleh team papa Ferdi.
Jadi tidak bisa menghubungi siapa pun dan tidak bisa menerima panggilan.
Alvin memutar tubuh Aisyah saat salah satu dari mereka ingin menyerang, dengan cekatan Alvin memutar tubuh Aisyah, dan melayangkan tinjunya.
"Ay, kamu enggak apa apa kan ?"
Aisyah yang gemetaran pun hanya bisa mengangguk. Rayhan membantu Alvin, ia tidak mungkin membiarkan Alvin melawan semua pengawal sendirian.
Kini Angel dan Aisyah berada di sudut ruangan dengan saling memeluk dengan Isak tangis.
Takut benar benar takut yang dirasakan Aisyah, ia tidak pernah melihat perkelahian, apalagi saat ini suaminya sedang di kepung oleh 10 orang.
Rayhan pun juga seperti itu di kepung oleh 10.
Benar benar situasi yang mencekam, papa Alvin mencoba membujuk Ferdi untuk membicarakan baik baik.
__ADS_1
Tapi Ferdi tetap kekeh tidak mau tau alasannya, yang ia mau hanya nama keluarganya bersih.
Tomi dia pemberani tapi dia tidak pandai bela diri, cara meninju saja ia tidak tau. Ia memang benar benar anak yang santun berkelahi saja tidak pernah.
Saat ini saja dia seperti ancang ancang akan meninju dengan kepalan tangan yang sudah maju mundur dan juga di ikuti oleh kakinya.
Hanya mengertak agar lawan takut itu lah yang dilakukan Tomi.
Lawan bukan takut, tapi malah tertawa geli melihat aksi Tomi, tidak bisa melakukan kuda kuda tapi berlagak sok bisa.
Ha ha ha hah beberapa pengawal mentertawakan Tomi. Mulai kesel di tertawakan Tomi meninju salah satu mereka, ternyata yang di tinju merasakan sakit bahkan sudut bibirnya keluar darah.
Tomi tersenyum puas, "jangan pernah merendahkan seseorang" itu lah ucapnya setelah itu mereka baku hantam lagi.
Lucu pasti ia, bagai mana mungkin seorang pria tidak pernah berkelahi ? Ya seperti itu lah Tomi, tapi kalau kalian ingat pada saat di rumah sakit Tomi menghajar Alvin, itu benar benar karena emosi.
Melihat kakak kesayangan menangis di sudut ruang membuat Tomi terbakar emosi, ia mulai memberanikan diri untuk menendang satu pengawal yang mengepung Alvin.
Ternyata tendangan Tomi hanya bisa membuat ia tersungkur sebentar dan kembali berdiri lagi.
Hah
Tomi mengganga padahal ia sudah mendengan dengan kuat, tapi dengan cepat pengawal itu bisa berdiri tanpa merasakan sakit.
Ruang tamu di rumah Alvin sangat luas, hingga mereka bisa leluasa untuk berkelahi.
Baku hantam terus berlanjut, Rayhan, Alvin mendapatkan beberapa memar di wajah.
Tomi, sudah pasti jelas dia lebih banyak memar, sebab ia tidak memiliki basic berkellahi.
Rayhan yang mendapatkan serangan tiba tiba, di bagian dada tersungkur kelantai dengan darah di bagian pelipis dan juga bibirnya.
"Rayhan" Angel berlari memeluk tubuh Rayan yang sudah terbujur lemas, dengan Isak tangis hingga yang melihat pun ikut kedalam kesedihan Angel.
Gimana nih ya, Alvin Rayhan dan Tomi bisa enggak mengalahkan mereka, papa dan ayah mereka sedang mengelus dada yang terasa sesak.
Ingin rasa jantung copot, melihat aksi tinju meninju dan nendang menendang di hadapan mereka.
Mungkin faktor makanya mereka duduk sambil berzikir dengan mengucap, takut kena serangan jantung tiba tiba..
Sedangkan papa Ferdi hanya melipat kedua tangan di atas dada, menyaksikan perkelahian itu. Bagai mana pun pasti para pengawalnya lah Menang, sedangkan mama Ika menghampiri Aisyah dan memeluknya.
__ADS_1
Kenapa bisa, ia juga tidak tau yang pasti saat melihat Aisyah menangis ia juga ikut merasakan nya.