
Alvin benar benar pusing malam ini setelah mengikuti pesta bujang. Lambat laun pandang Alvin mulai buram dan ia sudah tidak bisa melihat apa pun. Alvin pingsan saat memeluk wanita itu.
Setelah Alvin pingsan ia membalikan wajah dan tersenyum puas melihat Alvin yang sudah tidur di ranjangnya.
Ia membuka sepatu Alvin, kemudian membuka jas nya dan melempar ke sembarang tempat. Hanya tinggal kemeja Alvin yang sudah terbuka dua kancing atasnya.
Ia pun tidur di sebelah Alvin, menatap wajah yang sangat ia cintai sedari kecil. Mengukur wajah tampan Alvin dengan sentuhan kecil. Dari rambut turun ke mata kemudian turun ke hidung dan turun ke bibir.
Ia perlahan mengelus bibir Alvin, mulai mendekatkan wajahnya hingga hidungnya sudah bertemu dengan hidung Alvin.
Alvin mengerjapkan matanya berulang kali saat ada yang menyentuh bibirnya dengan tangan.
"Brugggg"
Alvin mendorong wanita itu hingga jatuh ke lantai.
"Loe apa apaan sih njel" bentak Alvin melihat kemeja nya sudah terbuka.
Angel mendekat, duduk sembari memeluk Alvin.
"Al,gue cinta sama loe"
"Awas loe, gue rasa elo emang sudah enggak waras ya. Kan udah dari dulu gue bilang kalau gue itu cinta sama wanita lain. Elo juga tau kan, kalau gue udah nikah sama Aisyah." jelas Alvin.
Alvin berusaha melepaskan pelukan Angel. Membenahi kemejanya memakai jas nya lagi tidak lupa memakai sepatu.
Alvin menatap tajam bola mata Angel. "Al, gue cinta sama loe. Gue cuma mau sama loe, enggak perlu loe nikahin gue, cukup temani gue aja di ranjang."
"Loe pikir gue g***. Gue enggak pernah. terima permintaan loe. Sekarang loe jatuhin gue dan Aisyah. Ingat njel ini peringatan untuk loe"
Alvin pergi dari ruangan itu tapi saat ingin buka pintu Angel menjatuhkan yang ada di meja hias.
Brakkk
Alvin hanya membalas dengan senyuman. Dan mulai melanjutkan jalannya.
"Al, kalau loe pergi gue bunuh diri" ancamnya
Alvin sudah tau taktik Angel, ia tidak terpengaruh ia malah mengambil ponsel yang ada di saku jas dan menelpon seseorang.
__ADS_1
"Tolong urus ini" ucap Alvin.
Alvin tersenyum dan mulai hilang dari ambang pintu.
"aarrrkkkkk"
Angel melempar semua yang ada, gue udah berpakaian seperti ini dan makai parfum, Alvin masih juga enggak tergoda sama gue. "Awas aja kamu Aisyah aku bakal balas semuanya."
Angel mengirim pesan kepada seseorang yang berisi sebuah foto. Angel mulai mengacak ngacak rambutnya dan ia juga menyobek pakaiannya.
ceklek
pintu kamar Angel terbuka terpampang seorang pria di sana. Tak kalah jauh tampan dari Alvin. Rayhan mendekap Angel yang sudah sangat berantakan pakaiannya compang camping.
Memperlihatkan belahan dada nya, dan juga memperlihatkan pahanya yang begitu mulus. Rayhan menelan saliva nya dengan kasar. "Emang dasar nih otak pantang yang liat beginian" gumam Rayhan dengan menggeleng.
"Hey, sadarlah njel." Rayhan menarik nafas "Alvin itu bukan jodoh mu, terimalah takdir dia sudah milik orang lain"
Angel menangis di dada Rayhan. Rayhan sudah tidak sanggup lagi saat dadanya bertemu dengan si kembar.
Rayhan membantu Angel untuk berbaring dia atas kasur,dia juga menyelimuti Angel sampai ke leher.
Rayhan berdiri dari duduknya di atas kasur. Satu tangan Angel menarik tangan Rayhan.
Brukkk
Rayhan terjatuh di atas tubuh Angel. Mata mereka bertemu dalam waktu yang cukup lama, jantung mereka mulai berdegup kencang. Satu sama lain mulai terpesona dengan apa yang ada di depan mata.
Rayhan sudah lama menyimpan untuk Angel. Tapi ia tak mau merusak persahabatan ya dengan Alvin dan Angel hanya karena perasaan bodoh.
"Ray, berat" ucap Angel
Rayhan bergegas turun. "Ray, bisa temani aku. Aku takut sendirian" pinta Angel.
"Tidurlah akan ku temani" ucap Rayhan mengelus kepala pucuk kepala Angel. Rayhan tidak bisa menahan kantuknya, selama Alvin tidak ke kantor Rayhan sering bergadang ia juga tertidur dengan tangan yang ada di atas kepala Angel.
Angel tidur atas kasur sedangkan Rayhan tidur dengan posisi duduk dan kelapa di atas kasur, dan satu tangannya masih ada di kepala Angel.
Semenjak kedatang Rayhan di dalam Angel merasa baikan, ia sudah tidak terlihat marah lagi. Sebenarnya ada apa dengan perasaan Angel, di sebelah sisi ia menginginkan Alvin. di sebelah lagi ia merasa nyaman saat ada di dekat Rayhan.
__ADS_1
Mereka sudah terlelap bersama.
Di kamar Aisyah dan Alvin
Alvin membuka pintu kamar, melihat ke segala arah yang hanya di terangi oleh lampu tidur.
Alvin tidak melihat Aisyah membuatnya khawatir, ia mengetuk pintu kamar mandi dan tidak ada jawaban.
"Ay kamu didalam sayang. Ay buka pintunya ay." teriak Alvin.Tapi tidak ada jawaban.
Kemudian ia berusaha menelpon Aisyah tapi ponsel Aisyah masih ada di atas ranjang.
Membuat Alvin tambah cemas dengan keadaan Aisyah. Kemudian ia menelpon pihak keamanan untuk mengecek cctv.
Dan hasilnya nihil Aisyah tidak pernah keluar dari kamar itu. Alvin benar benar cemas bagai mana mungkin ia kehilangan istrinya.
Alvin melihat ke koridor tapi Aisyah juga tidak ada. Bagaimana mungkin Alvin bisa kehilangan Aisyah saat mereka baru saja merasa bahagia.
Alvin duduk di tepi ranjang mulai berpikir di mana keberadaan. Alvin melihat pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat. Ternyata Alvin belum melihat kedalam, Alvin membuka pintu kamar mandi menjelahi isi kamar mandi.
Saat membuka tirai penutup bathtub, wajah cemas Alvin berubah seketika menjadi merah seperti kepiting rebus.
Alvin menggeleng - gelengkan kelapanya.
Aisyah saat ini sedang berendam di sana, untuk menghilangkan rasa panas yang ada di tubuh nya. Tapi ia juga tidak bisa menahan kantuknya. Jadilah ia berendam dan juga tertidur di bathtub yang penuh dengan kelopak bunga mawar mewah.
"Bisa bisa kamu Ay tidur disini." Gumam Alvin, mencubit hidung Aisyah. Aisyah terbangun saat tangan Alvin mengusik tidurnya.
Hoammm
"Mas, kamu kok disini?" Aisyah melebarkan matanya, mendorong bahu Alvin agar sedikit jauh.
"Ay aku tuh cariin kamu loh, tapi kamu malah enak tidur disini." Alvin mengacak-acak rambut Aisyah.
"Mas, pergi dulu aku mau pakai baju" pinta Aisyah merasa malu karena saat ini ia tidak memakai sehelai benang pun. Tapi untungnya ada banyak kelopak mawar yang bisa menutupi bagian tubuhnya.
Terimakasih yang sudah setia sama Alvin dan juga Aisyah.
Jangan lupa tinggalkan jejak 🥰
__ADS_1
Kalau aku jadi Aisyah pasti malu tinggal dewa tuh keciduk tidur di bathtub tanpa memakai sehelai benang. Untungnya Nadin sudah mempersiapkan bathtub itu untuk Aisyah berendam. Tapi Aisyah tidak tau kejahilan keluarga mereka saat ini sedang On.