Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
Wartawan


__ADS_3

Malam ini berasa sangat panjang bagi Aisyah dan Alvin mereka menanam bibit, dan menyiraminya tak lupa juga memberi pupuk agar bibit itu tumbuh dengan baik.


Mereka tidak menunda untuk memiliki momongan dan juga tidak terlalu berharap banyak, karena semuanya di atur oleh yang maha kuasa.


Ya, Alvin memang sangat menginginkan segera di berikan momongan tapi apalah daya semua itu kehendak yang maha kuasa.


Alvin dan Aisyah menikmati masa masa bulan madu mereka tanpa di ganggu sedikit pun.


Bahkan masalah mengenai foto vulgar Alvin dan Angel di urus oleh Rayhan dan Tomi.


Mereka sengaja tidak memberi tahu Alvin, mereka takut akan menganggu kedua insan yang tengah berbahagia.


Hati ini Rayhan dan juga Tomi menyelidiki dari mana foto itu berasal bahkan mereka menyewa detektif terkenal untuk menyelesaikannya.


Tapi sampai saat ini belum ada kemajuan dari latar belakang berita itu.


Berita itu cepat tersebar karena ada salah satu akun bodong yang memposting Poto Alvin dan Angel.


Sulit sekali untuk mengetahui identitas si pelaku.


Angel saja sampai takut untuk keluar rumah, karena para wartawan selalu berada di depan rumah Keluarga Kusuma.


Netizen, itu lebih bahaya lagi, salah langkah bisa bisa mereka menyerang.


Akhirnya liburan bulan madu Aisyah dan Alvin, selesai juga.


Mereka sudah tiba di bandara internasional yang ada di kota tempat mereka tinggal.


Entah siapa yang memberi tahu Alvin dan Aisyah berada di bandara.


Sampai mereka keluar dari pesawat, mereka di todong oleh banyak sorot lampu kamera dan juga berbagai pertanyaan.


"Hallo pak Alvin, bagaimana tanggapan anda tentang foto yang tersebar luas sekarang.?"


"Nona Aisyah, apa anda tidak marah dengan kelakuan suami anda?"


"Beri kami tanggapan dan juga penjelasan mengenai berita yang sekarang tersebar luas."


Kurang lebih seperti itu pertanyaan yang di beri oleh wartawan.


Kenapa kurang lebih ?


Kalau tepatnya saya juga tidak tau, author kan juga tidak ada di sana.


Alvin dan Aisyah saling tatap, bertanya melalui mata, tapi gelengan kepala yang keduanya.


Untung saja Rayhan tau kepulangan Alvin dan Aisyah.


Tomi dan Rayhan mengerahkan anak buahnya untuk melindungi Alvin dan Aisyah dan membawa mereka ke mobil yang sudah di siapkan nya.

__ADS_1


"Maaf permisi, beri jalan" begitu lah ucapan pengawal.


Bukan papa Razi nama nya kalau tidak terus mendesak kearah Alvin dan Aisyah.


Walau ada pengawal berbadan tegap dan juga berpakaian hitam, seperti mau melayat. Mereka pantang mundur sebelum mendapatkan jawaban.


Salah satu dari mereka bahkan sampai menarik tangan Aisyah, hingga ia terjatuh.


"Auwww"


"APA YANG KALIAN LAKUKAN?" Alvin mereka membantu Aisyah berdiri.


"Kamu tidak apa apa sayang.?" tanya Alvin sambil memeriksa pergelangan tangan Aisyah.


"Beri hukuman yang pantas bagi yang sudah menyakiti istri ku" titah Alvin pada pengawal.


Pengawal yang sedang melindungi jalan Alvin dan Aisyah kurang lebih sekitar 10 orang. Jadi salah satu dari mereka bisa keluar dari barisan untuk menangkap si pelaku.


"Ayo ikut" ucap pengawal itu.


"Maaf, saya tidak sengaja"


"IKUT" bentak sang pengawal dan menarik nya.


"Mas, sudah lah. Kasian dia, dia mungkin enggak sengaja, kan aku juga tidak apa apa."


"Lepaskan dia"


Pengawal melepaskan sang pelaku, dan Kembali ke barisan.


"Ingat jika tidak istri ku yang meminta, aku tidak akan melepaskan siapa pun yang berani menyakitkannya"


Para wartawan yang dari tadi sibuk menyorot, juga takut akan ancaman Alvin.


Terlebih mereka tau bahwa keluarga Alvin terkenal dengan tidak main main dengan ucapanya.


Alvin dan Aisyah berjalan kembali, tapi sebelum mereka masuk ke mobil. Aisyah berhenti dan berbalik ke arah wartawan yang sudah diam membeku.


"Besok, akan di adakan konferensi pers kalian bisa datang, kalian bisa hubungi pak Rayhan." ucap Aisyah setelah itu dia masuk ke mobil dan di ikuti oleh Alvin.


"Ay, kenapa kamu bilang akan ada konferensi pers?. Masalahnya yang mereka katakan saja aku tidak mengetahuinya."


"Aku sudah tau mas, berita itu sudah tersebar di sosial media. Ay yakin mas bisa menyelesaikan semuanya. Lagi pula Ay percaya kok sama mas."


"Berita apa yang kamu maksud Ay?"


Aisyah tidak menjawab dia hanya melirik kearah Rayhan dan juga Tomi yang sudah berada di kursi kemudi dan juga di samping kemudi.


"Berita apa?" tanya Alvin dengan nada sedikit geram, ternyata mereka sudah tau dan tidak memberi tahu Alvin.

__ADS_1


"emm maaf, Al kamu bisa baca sendiri" ucap Rayhan yang duduk di kursi kemudi dan memberikan tablet ke Alvin.


Alvin membaca satu persatu berita yang ada.


Tangannya sudah mengempal dan ingin rasanya meninju. Tapi Aisyah berusaha mengemgam tangan Alvin.


"Mas,"


"Ini apa apaan hah. Kenapa kalian tidak ada yang memberi tahu aku. Apa kerja kalian selama ini, menghapus berita hoax begini saja tidak becus"


teriak Alvin pada Rayhan dan juga Tomi.


Karena Rayhan dan juga Tomi sekarang sudah menjadi tangan kanan kepercayaan Alvin.


Hingga ia bisa meninggal semua urusannya selama seminggu, tanpa mengecek sama sekali.


Rayhan dan juga Tomi sangat takut akan kemarahan Alvin, tidak ada dari mereka yang menjawab, hanya memberi kode agar salah satu dari mereka menjawab, dengan gerakan kepala.


"Sudah, kita bicarakan di rumah. " ucap Aisyah, ia takut Alvin akan menjadi jadi.


Aisyah pernah melihat Alvin marah sewaktu diaasih menjadi sekertaris Alvin.


Waktu itu salah satu petinggi perusahaan, sedang melakukan korupsi.


Alvin benar benar marah, bagai mana mungkin orang kepercayaan perusahaan bisa melakukan korupsi.


Ia benar benar kecewa, bahkan Alvin tidak sadar dirinya marah di hadapan Aisyah.


Entah mengapa jika ada yang merusak kepercayaannya ia benar benar marah.


Tapi setelah mengetahui penyebab korupsi itu terjadi. Alvin meminta pada Rayhan untuk memberikan keadilan pada petinggi perusahaan itu.


Penyebab korupsi itu terjadi, di karena dia tidak punya uang untuk biaya operasi sang istri hingga ia sanggup korupsi, dan korupsi itu terjadi baru selama 1 bulan.


Petinggi itu benar benar bersih tidak ada catatan bahwa ia melakukan hal yang lain. Hingga Alvin siap membantu biaya istrinya, dan juga memberi santunan yang cukup besar.


Tapi keluar dari perusahaan, salah satu kompensasi yang harus di tanggung ya.


Alvin tidak inggin ada yang mencotohkan tindakan sang pelaku.


Memang Alvin memberikan keadilan pada petinggi perusahaan itu. Tapi melihat amarahnya Alvin, Aisyah benar benar takut.


Bahkan saat Alvin marah, Aisyah meremas roknya dengan berusaha tetap berdiri dengan kaki yang sudah lemas.


Perubahan Alvin yang seperti itu, selama ini di takutkan Aisyah. Menatap mata Alvin saat marah saja Aisyah takut.


...Like n comen...


__ADS_1


__ADS_2