Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
Malam Pengantin


__ADS_3

Acara yang diadakan di sebuah hotel berbintang itu pun selesai juga. Semua para tamu sudah pulang satu persatu. Hanya tinggal beberapa kolega Alvin lagi.


Aisyah memijat mijat pelan tumit kakinya, yang pegal memakai Hells.


"Ay, kamu capek kalau capek istirahat aja dulu."


"Apa, boleh"


"Mari aku antar ke kamar" Alvin mengandeng tangan Aisyah.


Senyuman di kedua bibir pengantin ini sangat lah manis. Hingga yang melihat pun ikut terhipnotis dan langsung ikut senyum.


"Kamu istirahat aja dulu aku mau ganti baju" titah Alvin.


"Mas, bilang panggilkan ibu"


Alvin mengernyitkan dahinya berpikir sejenak "Apa kamu tidak bisa kalau tidur tanpa ibu. Bukanya di rumah sakit aku selalu menemani mu sayang"


"Bukan itu mas,"


"Jadi apa ?"


"Buat bantuin aku ganti baju. Aku enggak bisa ganti sendirian." Aisyah menunduk malu akan membicarakan hal itu.


Alvin menggeleng dan juga tersenyum bisa bisanya Aisyah berkata seperti itu kan ada suaminya. "Kan ada aku yang bisa bantu kamu Ay" Alvin mendekat dan membalikan tubuh Aisyah agar membelakanginya.


Aisyah melebarkan matanya "Mas, mau apa"


Alvin sengaja menggoda Aisyah, ia mengambil kesempatan ini menjailin istrinya.


Reseleting belakang baju Aisyah pun terbuka, yang melihatkan tang top warna putih yang ia pakai. Dengan cepat Aisyah menutup dengan kedua tangannya. Alvin berusaha menelan Saliva nya.


"Mas, apaan sih"


Alvin tambah menggoda Aisyah, ia tau Aisyah sangat pemalu. Menggoda Aisyah ada hal baru yang di sukai Alvin.


"Kan kita sudah menikah" Alvin menarik turunkan alisnya.


"Apa, harus malam ini. Aku harus gimana?" pikir Aisyah.


Sebenarnya Alvin tergoda dengan tubuh Aisyah sudah lama pada saat di rumah sakit. Tapi Alvin menahannya karena Aisyah masih sakit. Kalau sekarang kan sudah tidak.


Hanya keheningan yang melanda dalam kamar itu. Tapi suara detak jantung keduanya tidak bisa di sembunyikan.


Alvin memalingkan wajahnya.


"Aku panggil kak Nadin dulu" ucap Alvin menghilangkan kegugupan yang ada di antara mereka.

__ADS_1


Alvin pergi maksud hatinya ingin memangil kakaknya, tapi apalah daya di tengah lorong ia di panggil oleh Tomi dan Rayhan.


"Kalian apa apaan sih pake gandeng aku begini"


Alvin mengerak gerakan kedua tangan yang sedang di peluk gandeng oleh mereka.


"Sudah ikut saja jangan banyak mulut." titah Rayhan


"Awas kalian ya nanti aku pecat baru kalian tau. Lagi pula aku harus manggil kak Nadin."


Rayhan dan Tomi tertawa mendengar penuturan Alvin yang ingin memecat mereka. " Ha ha ha" Kamu mau mecat kita berdua Al ? Yang ada kamu bakal nyesel, kalau enggak ada kami siapa yang akan ngurus perusahan mu"


"Betul apa kata bang Rayhan. Tenang aja kak Nadin juga pasti udah di dalam kamar kalian." jelas Tomi.


Alvin dibawa oleh mereka kesalah satu kamar yang tak jauh dari kamarnya dan juga Aisyah.


Disana sudah ada teman teman Alvin. Yang akan mengadakan pesta.


Alvin melepaskan tangannya dan duduk di sofa yang sudah terdapat kurang lebih dari 10 orang.


"Kalian apa apaan sih, ngak tau apa nih udah larut malam" Alvin memarahi teman temannya.


Yang di marahi pun tidak takut sama sekali, malah mereka mulai tertawa dan mengejek Alvin.


"Ha ha ha ha ha"


"Yang pengantin baru gitu aja marah"


"Udah kebelet dia tuh, makannya marah marah"


Begitulah ucap mereka, Tomi dan juga Rayhan segera menengahi.


"Udah ah nanti dia tambah marah" ucap Rayhan.


"Iya nanti kalau bang Alvin marah kasian dong kakak gue di kacangi" ledek Tomi.


Mereka akhirnya memulai pesta bujang, terkadang membahas perusahaan, terkadang membahas masalah pribadi. Bagi yang sudah duluan menikah mereka memberikan wejangan wejangan di kasur.


Di atas meja sudah banyak bungkus Snack yang berserak, dan juga beberapa botol minuman yang sudah mulai kosong.


Mereka mengakhiri pesta malam ini. Alvin berjalan melawati lorong hotel dengan berpegangan di dinding karena kepalanya mulai terasa pusing.


"Kenapa kepala gue bisa sakit, padahal satu gelas pun tidak habis" gumam Alvin saat ada di depan pintu kamar.


Dan saat ia membuka pintu ternyata sudah ada wanita yang menunggunya memakai pakai yang kurang bahan. Hal itu membangunkan hasratnya yang sudah lama ia tahan selama ini.


Alvin yang sedikit pusing segera memasuki kamar. Berjalan ke arah tepi ranjang tepat wanita itu terduduk. Alvin memeluknya dari belakang dan mulai menciumnya.

__ADS_1


Aromanya membuat Alvin merasa aneh. Membuatnya ingin melakukan lebih. Sedangkan yang di peluk hanya diam menahan rasa yang sama seperti yang di rasakan Alvin.


Menikmati sentuhan di rambutnya. Menikmati aromanya yang di ciumin oleh Alvin.


Alvin yang sudah merasa pusing dan pandanganya mulai kabur, tidak dapat mengetahui siapa yang sedang di peluknya. Hanya menginginkan untuk melepaskan hasrat nya yang sudah tertunda..


Hai semua


Kalau ada pelakornya kalian suka atau tidak ?


Rencananya sih aku mau masukin pelakor di bab ini tapi enggak tega sama Alvin dan Aisyah. Sudah melalui banyak rintangan dan hari ini sangat membahagiakan bagi mereka. Apa enggak salah masukin pelakor di bab ini ?


Kalian tega enggak kalau Alvin tidur dengan wanita lain ?


Kalian pasti penasaran kenapa Alvin enggak sadar saat akad nikah !


Enggak sadar dengan kedua orang tua Aisyah dan juga nama Aisyah !


Di bab kali ini saya akan menjawabnya.


#Kenapa Alvin enggak mengenali orang tua Aisyah ?


*Karena saat bertemu orang tua Aisyah di desa dan saat akad nikah wajah mereka sedikit berubah. Ayah yang dulu kurus hitam dan dekil. Sekarang badannya mulai berisi dan juga kulitnya tak hitam seperti dulu yang sering terpapar matahari.


Begitu pula ibu yang sering di belikan Aisyah barang barang untuk perawatan wajah agar lebih cerah. Sebenarnya perbedaan ibu tak jauh berbeda hanya saja saat itu ibu memakai selang oksigen di hidungnya, apalagi ibu duduk di ranjang rumah sakit bukan di sofa tempat yang lain duduk.


Sedangkan Tomi, dia dulukan masih SD sekarang sudah kuliah ya pastinya ber bedalah.


#Kenapa Alvin tidak mengenali nama Aisyah dan juga ayah Aisyah sebagai binti nya Aisyah.


*Itu karena Alvin memang tidak mengetahui nama ayah Aisyah.


Sedangkan nama Aisyah, ya Alvin selalu memikirkannya. Pada saat tuan KD mengajari Alvin untuk mengucap ijab kabul, ya dengan cepat Alvin secara lancar mengucap ijab tanpa kendala.


Saat semua orang bilang sah baru ia tersadar bahwa ia mengucap nama Putri Aisyah. Alvin penarasan sih kenapa nama istri dan juga nama wanita yang ia cintai bisa sama.


Ingin bertanya pada keluarganya tapi Rayhan datang dan bilang bahwa Angel sedang berada di kantor ingi bunuh diri.


Jadi Alvin melupakan rasa penasaran dan segera pergi ke kantor untuk membujuk Angel agar tidak bunuh diri.


#Kenapa Alvin tidak pulang setelah membujuk Angel.


*Itulah bodohnya Alvin, dia tidak tahu bahwa saat itu Angel mengambil kesempatan dan berpura pura mengiris nadi di tangannya dan tidak ingin di tinggalkan.


Alvin dan Rayhan menemani Angel di dalam kamar rumah sakit. Jadi Alvin tidak berduaan sama Angel. Karena memang keluarga Angel di Korea jadi mereka berdua yang menjaganya.


Terimakasih

__ADS_1


Jangan lupa rating 🌟🌟🌟🌟🌟


Like And Comen


__ADS_2