Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
Ferdi


__ADS_3

Aisyah mengingat masa lalu waktu mereka di dalam bus. Aisyah yang kesal terhadap Alvin karena tidak membiarkan ia duduk sama sahabatnya yang bernama Vina.


Aisyah dan Vina sudah sepakat mereka akan nonton drakor sepanjang perjalanan dan juga di waktu senggang dalam kegiatan camping.


Tapi semuanya sirna setelah Alvin tidak membiarkannya duduk sama Vina mau itu perjalanan pulang atau pun waktu keberangkatan.


Masa masa SMA Aisyah dan Vina di mana masa masa drakor trending. Aktornya yang tampan tinggi , putih, mancung, pokonya perfect deh.


Idola banget lah, siapa sih yang enggak tergoda oleh ketampaan aktor Korea. Hampir seluruh wanita di Indonesia mengidolakan drakor, dan k.pop.


"Lee Min Ho" jawab Aisyah polos.


"Apa" pekik Alvin yang tidak terima. Di mana mana biasanya istri akan bilang suaminya lebih tampan tapi ini apa.


"Kenapa, kan Ay salah ngomong mas. Kenapa harus teriak teriak sih. Malu ah di liatin orang."


"Hmm" Alvin melanjutkan lagi makannya.


Mereka makan memang sangat lama, karena menikmati suana romantis berdua. Mereka kan tidak pernah merasakan pacaran dan juga kencan.


"Mas, marah ?"


"Enggak, kalau udah siap kita balik ke hotel" Alvin bersiap untuk pulang bahkan makanannyaasih tersisa.


"Tapi makanan kamu belum habis mas,"


Alvin tidak menjawab sama sekali, dia berjalan ke arah keluar. Aisyah pun mengikuti Alvin yang sudah berjalan kearah pintu keluar. Mana mungkin Aisyah tetap di diam di dalam restauran, jalan pulang ke hotel aja ia tidak ingat.


"Mas, tunggu. Mass...."


Aisyah jalan terburu buru hingga ia tidak memperhatikan jalan. Gimana mau memperhatikan jalan, orang Aisyah masih sibuk memasukan membenahi isi tas sambil jalan.


"Ish, nyebelin deh main tinggal tinggal aja. Tau gitu tidur di hotel aja lebih enak. Tadi katanya mau ngajakin liat kembang api di jembatan kayak di drakor drakor itu. Ini malah main tinggal aja." sepanjang jalan menuju mobil Aisyah terus menggerutu.


Brukkk, Aisyah menabrak dada bidang seseorang. Dengan sigap pria itu menarik pinggang Aisyah agar ia tidak terjatuh.


Aisyah merasa sirih ia di sentuh oleh pria lain, Aisyah menjauh dari pria itu, lebih baik jatuh dari pada di sentuh sama pria lain.


Alvin yang melihat istrinya di peluk oleh pria lain, Alvin menarik Aisyah dari pelukan pria lain.


"Aw, sakit mas" bisik Aisyah saat tangannya di cengkram dengan kuat oleh Alvin.


Alvin melihat ke arah lengan Aisyah, ia segera melepasnya dan merangkul pinggang Aisyah.

__ADS_1


Seakan berkata bahwa Aisyah hanya miliknya.


"Mau minta maaf, tapi enggak ngerti bahasa Korea. Gimana ini" gerutu Aisyah.


"Emmm, I'm sorry" ucap Aisyah.


"It's okey. Aku enggak apa apa kok. Apa kamu baik baik saja" ucapnya.


Alvin dan Aisyah menganga tidak percaya bahwa pria itu juga bisa bicara bahasa Indonesia.


Alvin mengernyitkan kan dahinya, dia berpikir pernah liat pria itu tapi dimana ?


"Aku baik baik saja, maaf tadi lagi enggak liat jalan makannya nabrak. Sekali lagi maaf" ucap Aisyah sambil menunduk.


"Aku Fe"


"Ferdi" ucap Alvin, saat ini baru ingat wajah Ferdi yang dulu juga pernah suka sama Aisyah. Tapi Aisyah tidak tau, apalagi semenjak kepergian Alvin Aisyah menjauhi yang namanya pria.


"Eh, bukanya kamu Alvin ya." tebak Ferdi. " Kalau gitu ini" Ferdi menunjuk arah Aisyah.


"Putri Aisyah, istri aku." Alvin menekankan kata istri aku. Ia ingat betul Ferdi dulu mencintai istrinya.


"Aisyah, apa kabarnya" Ferdi menjulurkan tangannya.


Aisyah memutarkan matanya, bertanya melalui mata. "Apa yang kamu lakukan mas? Dia kan bertanya sama aku"


Ferdi hanya bisa tersenyum menutupi, bahwa ia sedang patah hati. Inggin rasanya melamar Aisyah saat ia kembali, eh ternyata sudah menikah.


"Oh, ia kalau begitu aku duluan ya. Lagi di tungguin di dalam." pamit Ferdi. sebelum pergi ia juga sempat mengucapkan kata selamat.


Alvin masih tetap merangkul pinggang Aisyah sampai mereka di parkiran. Bahkan Alvin membukakan pintu mobil mempersilahkan Aisyah masuk.


Sebenarnya itu memang suka di lakukan Alvin. Tapi karena tadi ia sempat di tinggal Alvin. Aisyah merasa heran, tapi ia tidak berani bertanya.


Saat di dalam mobil Alvin memasang wajah dingin lagi. Bagaimana tidak ia masih kecewa sama Aisyah yang mengatakan lebih tampan Lee Min Ho dari pada dia. Di tambah lagi ia diam saja saat di peluk Ferdi.


Aisyah menunduk, meremas jarinya di ujung hijab dan bertanya "Mas, marah?"


"Enggak"


"Terus tadi kok main ninggalin. Kalau aku hilang gimana?"


"Tapi kamu kan senang bisa di peluk sama Ferdi, kan bisa minta antar dia pulang."

__ADS_1


Aisyah memutarkan bola matanya, gimana bisa suaminya berkata seperti itu.


"Kamu rela istri mu di antar pulang sama orang lain" ucap Aisyah dengan nada kesal.


"Hmm" hanya itu yang di katakan Alvin.


Aisyah tidak ingin berdebat dengan Alvin bagaimana pun juga dia akan tetap kalah.


Di dalam perjalanan hanya ada keheningan, Aisyah menatap keluar jendela melihat indahnya malam yang ada di Korea.


Aisyah menurunkan kaca jendela. Menjulurkan tangannya ke luar menikmati setiap tetes salju yang turun malam ini. Di tambah lampu kota yang indah menambahkan indahnya malam ini.


Aisyah terus tersenyum, bahagia Sepenjang perjalanan menikmati malam ini. Walau pun Alvin tidak bersikap dingin tapi Aisyah tidak menyurutkan kebahagian dia malam ini.


Menikmati setiap tangannya menyentuh salju, dingin tapi ada rasa hangat di dalam nya.


Aisyah sudah lama memimpikan ingin melihat salju, dan itu di wujudkan Alvin. Di wujudkan oleh suami sendiri.


Aisyah sudah terbiasa dengan sikap dingin dan hangat yang di berikan Alvin. Walau terkadang Aisyah tidak suka dengan sikap dingin Alvin, dia tidak bisa marah.


Mau marah sama suami kan dosa. Mau berdebat mana mungkin bisa menang.


Aisyah menutup matanya, agar ia bisa lebih menikmati malam ini salju yang menyentuh wajahnya menambah nikmatnya malam ini.


Ia tidak peduli sama yang nama dingin salju, dia hanya menikmati salju malam ini.


Menikmati hanya satu kata yang Aisyah rasakan.


Hingga ia tidak merasakan bahwa mereka sudah tiba di tempat yang mereka tuju.


Alvin yang sedari tadi melihat Aisyah menikmati salju hanya bisa tersenyum. Melihat wajah Aisyah yang sedikit memerah setelah salju menyentuh wajahnya.


Alvin turun, memutari mobil, membuka pintu mobil secara perlahan. Setelah itu dia menutupi salju yang akan terus menyentuh wajah istrinya.


Aisyah yang tidak merasakan lagi sentuhan salju menimpa di wajahnya, dan ia membuka mata.


Mengerjapkan matanya berulang kali.


Jangan lupa mampir di novel aku yang satunya lagi yah....


Di tunggu kehadirannya ya...


__ADS_1


__ADS_2