Jodoh Cinta Pertama

Jodoh Cinta Pertama
Koma


__ADS_3

Semua orang disana membiarkan Alvin di pukuli. Mereka semua merasa kesal dengan Alvin yang berbuat bodoh.


" Tom, sudah nak " lirih ibu


" Bu, biarkan Tomi menghajar pria bodoh ini " ucap Tomi geram


" Nak, sudah lah Alvin bisa meninggal "


" Apa Abang masih ingat sama janji Tomi ?"


Alvin terduduk di lantai ia sudah benar benar bodoh. Menyakiti wanita yang paling ia cintai.


" Tomi janji sama Abang " Tomi menghentikan perkataannya setelah menarik nafas baru lah ia melanjutkannya


" Tomi janji bakal jaga ibu, ayah dan kak Aisyah. Apalagi saat Abang enggak ada. Abang tau Tomi selalu menjaga kak Aisyah dari pria pria yang mendekatinya, Abang tau kenapa ?. Karena Tomi menjaga kak Aisyah hanya untuk Abang. Tapi sekarang apa setelah Abang kembali Abang menyakiti kak Aisyah !"


Alvin tidak berkata apa apa, hanya diam mendengarkan perkataan Tomi. " Bodoh bodoh aku bodoh " gumam Alvin


" Al, tenang lah " papa membantu Alvin duduk di kursi.


" Kamu tau nak sebelum kita pergi ke luar negeri untuk perobatan Oma. Papa pernah bilang akan menjaga yang ada disini. Kamu tau itu bukan hanya untuk pekerjaan saja tapi juga menjaga Aisyah dan keluarganya untuk mu. Hanya saat Oma kritis papa tidak bisa memantau mereka, dan saat itu pula mereka di kejar oleh lintah darat " jelas papa


" Terima kasih pa "


" Papa, selalu menjaga Aisyah nak. Hingga ia bisa kerja di perusahaan itu atas rekomendasi papa karena Aisyah memiliki bakat "


Ceklek pintu ruang operasi terbuka.


" Gimana keadaan Aisyah dok " tanya mama


" Aisyah sudah dalam normal tidak kritis lagi. Tapi.. "


" Tapi apa dok " tanya Tomi


" Tapi kemungkinan Aisyah akan koma. Dalam jangka waktu pendek atau panjang tidak ada yang tau, hanya yang maha kuasa yang tau. Saya mohon kalian kuat dan sabar jangan lupa berdoa "


" Ya, Allah nak " lirih ibu


Entah sudah berapa kali cobaan yang di hadapi oleh mereka. Terlebih lagi Alvin, yang sangat bodoh tidak mengetahui istri nya adalah orang yang selama ini ia cintai. Bukannya memberi kebagian tapi malah membuat luka plus sebagai penyebab kecelakaan.


Aisyah terbaring lemah di atas kasur yang sangat kecil hanya bisa untuk dia berbaring sendiri dan menyisakan sedikit ruang. Alat bantu pernapasan di pasang di hidung Aisyah, alat pengukur detak jantung juga terpasang. Bukan hanya kepala yang di perban beberapa luka juga terdapat di kaki dan tangan Aisyah.

__ADS_1


Keluarga membiarkan Alvin untuk menjenguk Aisyah di dalam ruangannya terlebih dahulu. Setelah membuka pintu Alvin jalan perlahan menuju tempat terbaring nya Aisyah dengan sejuta penyesalan.


Alvin duduk di kursi yang ada di dekat Aisyah. Air matanya sudah tak terbendung lagi. Ia mengemgam erat tangan Aisyah menciumi tangan Aisyah. Tangan yang sudah halal baginya.


" Ay, ku mohon bangun lah. Maafkan aku ay, aku benar benar menyesal ku mohon sadarlah sayang. "


Rasa ingin dia selalu berada di samping Aisyah tapi ia harus bergantian dengan yang lain sebelum jam besuk habis. Sebelum pergi Alvin mencium pucuk kepala Aisyah, dan juga tangannya.


Mereka di perbolehkan masuk semua tapi jangan membuat keributan akan menggangu bagi kesehatan Aisyah.


Tomi yang baru datang dari kamar mandi, duduk di samping Alvin.


" Apa sekarang Abang sudah sadar ? " ucap Tomi menghentikan lamunan Alvin


Alvin mendongak menatap Tomi tanpa menjawab, ia sadar bahwa memang ia yang salah.


" Jika sudah sadar pergilah berbersih, Tomi ngak mau kak Aisyah melihat Abang seperti ini. Pasti ini akan menyakitkan baginya melihat orang yang di cintai ya "


" Tom maaf kan Abang "


Tomi menarik nafas


" Kamu sudah besar sekarang, Abang bangga pada mu "


Mama keluar dari ruangan operasi melihat anaknya mulai mau tersenyum walau hanya sedikit dia sudah merasa lega.


" Al, kamu pulang lah biar kami menjaga Aisyah "


" Ma, biarkan aku yang menjaga Aisyah "


" Bang, biarlah Tomi yang disini Abang pulanglah "


Alvin menyentuh tangan Tomi


" Pulanglah jaga ibu dan ayah mereka membutuhkan mu, ibu juga belum sepenuhnya sembuh. "


" Oh ya, Abang minta tolong sama kamu bantu Rayhan mengurus perusahaan. Kamu bisa kan ?"


" Tomi masih kuliah bang, " tolak Tomi lembut


" Abang yakin kamu bisa, nanti akan di bantu sama Rayhan"

__ADS_1


Alvin yakin adik iparnya bisa membantu. Alvin sudah mencari tahu tentang keluarga Aisyah ternyata Tomi memiliki nilai yang sangat bagus dan pengetahuan mengenai banyak hal. Tapi Tomi selama ini menolak jika ada perusahaan yang merekrut dia.


Alvin mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana, menghubunginya agar ia segera pulang setelah masalah di sana selesai.


" Pa, pulang lah bawa mama dan kak Nadin. Biar Alvin yang disini menjaga Aisyah. Oma membutuhkan kalian "


Sesuai permintaan Alvin, mereka akhirnya membiarkan Alvin menjaga Aisyah. Setelah perdepatan panjang. Mungkin ia bisa menebus kesalahannya dengan ini.


Alvin tidur di sofa, terkadang ia juga tidur duduk di samping Aisyah. Ia tidak ingin tidur di dalam kamar yang sudah di sediakan. Menjaga Aisyah dan juga bekerja dari rumah sakit benar benar dilakukan Alvin.Jika memerlukan tanda tangan terkadang Tomi dan Rayhan bergantian.


Ia tidak pernah merasa lelah sama sekali. Bahkan ia senang Aisyah mulai membaik walau pun masih koma


Tomi sudah bekerja di perusahaan keluarga Alvin atas bujuk rayu Abang iparnya. Dan benar saja ia bisa membantu Rayhan dalam mengurus segala hal.


Sudah seminggu lebih Aisyah dalam keadaan koma. Weekend kali ini seluruh keluarga berjanji ingin menjenguk Aisyah. Bahkan si kembar juga ikut, mereka ingin melihat keadaan Tante cantiknya.


Seperti petunjuk dokter Alvin sering mengajak Aisyah bicara. Mulai dari masa lalu, penyesalan masa sekarang dan juga masa depan.


" Ay, bangun lah sudah lebih dari satu Minggu kamu terbaring di sini. Apa ngak capek ? Bangun lah aku menunggu mu bahkan semua keluarga menunggu. Apa kamu ngak kasian sama ibu, ibu baru saja sembuh. Dia ingin melihat anak nya bangun "


Sebenarnya selama ini Aisyah mendengar perkataan Alvin. Ia ingi bangun tapi ia inggin menghindar dari Alvin. Tapi ia tidak bisa, suara Alvin terus terngiang di telinga Aisyah.


Aisyah merespon perkataan Alvin, tangan yang di genggam Alvin perlahan mulai bergerak. " Ay kamu sudah bangun sayang"


Alvin memencet tombol untuk memangil dokter. Dan benar dokter langsung datang memeriksa keadaan Aisyah setelah menyuruh Alvin. Tapi Alvin tidak mau dia tetap berdiri tak jauh dari mereka.


Dokter tidak bisa berbuat apa apa. Keluarga Kusuma memiliki saham terbesar di rumah sakit itu.


" Alhamdulilah ini kabar baik, Aisyah bangun lebih cepat dari perkiraan kami"


Dokter dan juga suster keluar dari ruangan meninggalkan Alvin dan juga Aisyah.


" Sayang, kamu sudah sadar ? Aku bahagia sekali " Alvin mengemgam tangan Aisyah. Dengan keadaan yang masih lemah Aisyah menarik tangannya dan juga membuang muka.


" Ay, maaf kan aku "


" Pergi lah Al aku tidak mau kamu disini " ucapnya pelan


Terima kasih


Jangan lupa tinggalkan jejak, like and komen 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2