
Lain halnya Alvin dan Aisyah yang sekarang sudah berada di salah satu hotel dekat pulau Jeju.
Angel dan Rayhan di landa ke khawatiran yang sangat besar. Mereka mondar mandir di dalam kamar Angel.
"Gimana ini dong Ray, aku takut Alvin dan Aisyah marah sama aku." ucapnya di tengah tengah sedang mengigit ujung kukunya.
"Aku juga ngak tau njel, kamu sih ada ada aja. Kalau udah begini macam mana dong, malah udah tersebar lagi di sosmed. Gimana coba sama keluarga kamu dan juga keluarga Alvin dan Aisyah.
Aku harus cepat menyelesaikan masalah ini, tapi gimana coba caranya."
Mereka memikirkan cara gimana harus menyelesaikan masalah yang sudah mencuat ke sosmed dengan begitu banyak gunjingan.
Terkadang duduk di sofa, terkadang duduk di tepi ranjang dan juga mondar-mandir kesana kemari ngak tau arah.
Drrrttt.
Dering ponsel Rayhan, membuyarkan lamunan mereka berdua.
Rayhan melihat nama yang sedang menghubunginya, setelah melihat ia di tambah lagi rasa cemas.
"Iya, ha l llo" jawabnya gugup.
"Aku di kamar Angel" jawabnya lagi. Rayhan membuang ponsel ke sofa, mengacak-acak rambutnya frustasi.
Tak lama pintu kamar Angel di ketuk dari luar kamar. Angel berjalan membuka pintu.
Ceklek
Pintu terbuka sedikit, kemudian sang tamu membuka lebar dan memaksa masuk kedalam kamar.
"Bang kok bisa kayak gini" ucap Tomi melemparkan sebuah iPad di sofa dekat duduk Rayhan.
"Tom"
"Tom, itu salah aku" potong Angel.
"Kenapa" tanya Tomi dengan nada marah.
Angel menjelaskan rencana awalnya yang ingin menjebak Alvin dengan sebuah foto dimana Angel dan Alvin sedang tidur bersama.
"Jadi ini rencana kamu" potong Tomi.
Rayhan menyentuh bahu Tomi. "Dengerin dulu Tom"
__ADS_1
"Memang awalnya niat aku jahat, tapi setelah itu aku berubah pikiran. Menginginkan Alvin dengan cara kotor tidak akan membuat ku bahagia. Lagi pula Alvin hanya obsesi ku bukan cinta ku.
Sewaktu aku bangun tidur langsung menghubungi orang suruhan ku untuk tidak membuat berita itu.
Tapi yang terjadi malah tambah parah. Foto itu editan, bukan foto yang sebenarnya" jelas Angel memberikan ponsel dimana foto nya dan juga Alvin yang asli.
"Terus kok bisa ada berita begini"
Berita yang memberitahukan bahwa Alvin sedang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri di malam resepsi pernikahannya dengan Aisyah.
Foto yang asli, dimana Alvin yang sedang tertidur di ranjang dan Angel sedang duduk di tepi ranjang berpose Selfi ke arah kamera.
Yang membuat mereka binggung kenapa foto itu berubah awalnya Alvin yang memakai kemeja, sudah tidak memakai atasan. Dan Angel yang sedang duduk, tidur di dalam pelukan Alvin.
Bagaikan foto yang di ambil secara diam diam oleh orang lain.
"Kami juga ngak tau Tom, terlebih yang membuat curiga orang suruhan Angel tidak bisa di hubungi."
Tomi membuang nafas kasar. "Aku takut kak Aisyah mendengar kabar ini. Bagaimana pun juga aku ngak sanggup melihatnya sedih"
"Kita selesaikan masalah ini Tom, sebelum lebih parah lagi. Aku rasa ada yang sengaja membuat berita seperti ini." ucap Rayhan memberi arahan.
"Lebih baik kita kerumah keluarga Kusuma untuk menjelaskan semuanya" putus Angel.
"Aku yakin aku bisa, kamu kan selalu ada buat aku. Lagi pula mereka sudah seperti keluarga bagi ku"
Rayhan memeluk Angel memberikan rasa hangat dan kenyamanan dan juga kekuatan untuk melewati semuanya."
"Disini masih ada orang woi, kira aku ini nyamuk" Tomi melempar punggung Rayhan dengan sebuah bantal sofa.
"Ayok sayang kita duluan, payah kalau ada bocil yang masih jomblo"
Tomi menggelengkan kepala sambil tersenyum. Mengambil iPad yang di lemparnya tadi, kemudian menyusul pasangan sejoli yang baru jadian.
Mereka bertiga melaju ke kediaman keluarga Kusuma. Sepenjang perjalanan Rayhan merasa curiga bahwa ada dalang di balik semua ini.
Tapi siapa, selama mereka di Korea tidak ada satu musuh pun yang berani mendekat, kenapa sekarang di Indonesia ada yang begitu meninggikan menjatuhkan Alvin.
Dengan berita yang tak senonoh pula, bahkan mereka masih bisa di bilang 1bulan baru tinggal di Indonesia.
Musuh lama, atau mungkin musuh baru. Sampailah mereka di depan gerbang Kusuma.
Pak Ujang satpam lama keluarga Kusuma membuka gerbang setelah tanda akan mobil Rayhan yang sering keluar masuk kedalam.
__ADS_1
"Terima kasih pak" ucap Rayhan dari dalam mobil.
Pak Ujang mengangguk hormat, setelah itu dia menutup gerbang lagi.
"Njel, kamu duluan ya. Ada yang mau aku bicarakan sama Tomi"
Angel keluar dari mobil meninggalkan Tomi dan Rayhan yang masih berada di dalam.
"Tom, kamu curiga enggak sama orang yang melakukan ini"
"Curiga, hmmm setau Tomi sih kak Aisyah enggak memiliki musuh. Atau bang Alvin punya musuh bebuyutan bang ?"
"Setau Abang sih Alvin enggak memiliki musuh, kau tau sendiri kan gimana Alvin, walau dia sedikit kejam jika karyawan nya tidak bisa di kasih kepercayaan.
Lagi pula keluarga Kusuma selalu baik ke semua orang. Abang rasa juga enggak bakal ada musuh.
Lebih baik kita tanya sama orang tua Alvin mana tau mereka tau."
Saat Tomi dan Rayhan berbincang di dalam mobil, Angel masuk kedalam rumah Alvin yang sudah lama tidak ia kunjungi. Dikira akan dapat sambutan yang dapat malah tatapan kebencian.
"Kamu ngapain kesini, belum cukup buat keluarga kami malu. Ini pasti ulah kamu kan?" ucap Nadin dengan tatapan kebencian.
"Kak, aku bisa jelasin"
"Jelasin apa hah"
"Kak itu.."
"Nad, biarkan dia menjelaskan ibu rasa dia memiliki alasan" bela ibu
Saat ini Nadin sedang bersama ibu Aisyah dan Oma duduk di sofa. Sedangkan mama, papa Alvin dan ayah berada di ruang kerja membahas masalah yang baru terjadi.
Mereka bertiga keluar dari ruang kerja papa Alvin saat mendengar keributan. Tomi dan Rayhan juga saat ini sudah ada di ruang keluarga.
"Ada apa ini kok ribut ribut" bentak papa.
"Pa, liat ini wanita ini berani sekali dia datang" tunjuk Nadin.
Angel hanya bisa menunduk takut, dia tau bahwa keluarga Kusuma memiliki akses apa saja yang bisa membuat dia berhenti bernafas.
Rayhan merangkul Angel, memberikan keberanian agar Angel bisa berbicara jujur untuk meluruskan masalah ini. Sedangkan Tomi duduk di samping ibu setelah menyalami dan juga mencium wanita yang telah melahirkannya.
"Om, Rayhan minta kalian dengarkan dulu penjelasan Angel, agar semuanya tidak menjadi salah paham. Om percayakan sama Rayhan, Rayhan membawa Angel kemari untuk meluruskan masalah ini, dan juga menyelesaikannya."
__ADS_1
Papa Alvin mempersilahkan semuanya untuk duduk di sofa, setelah itu dia mempersilahkan Angel mejelaskan semuanya.