
Sudah 5 jam operasi berlangsung tapi belum ada tanda tanda bahwa operasi selesai.
Akhirnya dokter keluar dari ruang operasi.
" Dok keadaan ibu " tanya Tomi
" Alhamdulilah operasi ibu anda berhasil. Sebentar lagi ibu anda bisa di jenguk di ruangan "
Dokter pergi dengan setelah memberikan kabar bahagia. Semua orang mengucap " alhamdulilah "
" Ay, kami pulang dulu ya. Kamu mau ikut pulang atau disini " tanya mama
" Aisyah disini bersama ibu tidak apa apa kan, Bu ?"
" Ngak apa apa, ya sudah kami pulang dulu ya ay !"
Tinggallah Aisyah, Tomi dan juga ayah yang sedang menunggu ibu sadar. " Nduk kamu tidur saja dulu, biar ayah yang jaga ibu. Kamu juga tidur Tomi besok kamu kan juga kuliah " titah ayah.
" Nanti kalau ibu sudah sadar bangunin Aisyah ya yah "
Setelah selesai dari kamar mandi Aisyah melaksanakan tugasnya sebagai seorang muslim. Setiap doa nya selalu meminta kesembuhan sang ibu. Tapi kali ini dia mendoakan suami nya.
Aisyah merasa lelah hari ini, bahkan ia lupa dengan suaminya, dimana suaminya ?
Aisyah sudah terlelap dalam mimpinya. Ayah sengaja tidak membangunkan anak anak saat ibu mereka sadar. Ayah sendiri mengurus keperluan ibu . Setelah ibu sadar barulah ayah ikut tidur.
Papa Alvin saat ini benar benar marah. Sedari tadi ia menahan emosi nya di hadapan besan dan juga menantunya. Ayah menanyakan dimana saat ini Alvin berada kepada Reno melalui sambungan telepon.
Setelah mendengar penjelasan Reno, papa merasa tenang akhirnya ia bisa tidur juga.
Setelah mengantar kan si kembar ke sekolah Nadin mampir ke rumah sakit. Niat nya ingin mengajak Aisyah pulang kerumah.
" Ay, ayok ikut kakak pulang "
" Kak, Aisyah masih ingin disini " rengek Aisyah
" Tapi kamu sudah memiliki suami nak " ucap ibu
" Suami, dia bahkan pergi setelah ijab kabul. Lagi pula kami sudah mendatangani surat. Mana mungkin dia mencari aku " gumam Aisyah kesal.
" Yasudah Bu kalau ay belum ingin pulang tidak apa apa. Tapi kakak minta kamu nanti keruangan no 55. Jenguk teman suami mu, dia sudah seperti keluarga bagi kami. Ini tadi kakak ada beli 2 parsel satu untuk ibu satunya kamu berikan ke teman suami mu "
" Iya kak "
" Bu, Nadin pulang dulu ya. Assalamualaikum "
" walaikumsalam " jawab Aisyah dan ibu serentak.
" Apa di pergi karena temanya sedang sakit " gumam Aisyah
" Kamu mikirin apa ay, "
" Eh, iya enggak ada Bu "
__ADS_1
" Sudah sana jenguk temen suami "
Aisyah berpikir lama dan akhirnya dia mengikuti permintaan kak Nadin. Aisyah berjalan di lorong rumah sakit sambil menghitung nomor pintu " 55" Aisyah mengetuk pintu setelah sang pemilik kamar mempersilahkan masuk.
Aisyah perlahan membuka pintu kamar dan ternyata ada seorang wanita sedang duduk di atas kasur sambil memainkan ponsel. " Permisi " ucap Aisyah
" huh ternyata temannya wanita " gumam Aisyah. Yang di pikir Aisyah temanya itu adalah laki laki tapi ternyata wanita. " Dia meninggalkan ku apa karena wanita ini, tunggu bukannya di surat itu tertulis bahwa ia mencinta wanita lain " Aisyah berkata dalam hati
" Ada apa " tanya wanita itu cuek tanpa melihat Aisyah.
" Maaf mbak, ini tadi ada bingkisan dari kak Nadin "
Setelah mendengar nama Nadin barulah wanita itu melihat kearah Aisyah . " Oh letak di situ aja "
" Jadi kamu istri nya, apa kau tidak malu menikahi seorang Presdir ?"
" Apa kau tidak malu, ku rasa kau hanya mengincar uangnya saja "
Aisyah tidak menjawab perkataan wanita itu. Hanya diam menunduk. Dia tidak ingin membalas perkataan kotor dengan berkata kotor juga.
" Kau lihat di hari pernikahan mu di datang kepada ku. Bahkan dia bermalam dengan ku bukan dengan mu "
" BERMALAM DENGAN KU BUKAN DENGAN MU "
Itulah kata kata yang terus ada di pikiran Aisyah.
" Sudahlah jika kau tidak ada urusan lagi pergi dari sini " ucapnya lagi dengan nada kasar.
" BERMALAM DENGAN KU BUKAN DENGAN MU "
" Angel ?" panggil pria yang baru keluar dari kamar mandi
" Ada apa kok kamu marah marah "
" Tidak ada apa apa, tadi susternya salah ngasi obat "
Aisyah meninggalkan rumah sakit menuju tempat favorit baginya saat ia sedang merasa sedih. Aisyah menatap langit agar air matanya berhenti mengalir. Tapi semuanya sia sia air mata itu lolos begitu saja tanpa ijin sang pemilik
" Apa aku tidak boleh bahagia " gumamnya sebenarnya ia ingin teriak tapi tidak mungkin kan banyak orang di pantai.
Tiba tiba ada seorang laki laki yang memeluk aisyah dari belakang dan kejadian itu di liat oleh sepasang mata yang baru datang. " Ternyata dia benar dia sudah menikah"
" Kamu siapa " Aisyah mencoba melepaskan pelukan itu dan berbalik kebelakang
" Mas Erick "
" Hei kamu kenapa kok menangis " tanyanya sambil menghapus jejak air mata
Aisyah menepis tangan Erick dengan pelan " Maaf mas aku tida apa apa " ucap Aisyah ingin pergi tapi sebelum ia jalan Erick menahan tangannya.
" Mas tolong lepasin "
" Kamu jawab dulu pertanyaan ku "
__ADS_1
" Mas, kumohon lepaskan aku. Aku sudah milik orang lain, aku sudah menikah "
" Menikah, kamu ngak bohong kan ay. Baru kemarin aku bertemu kamu tapi kamu tidak ada bilang apa apa. Apa cuti kamu kali ini untuk menikah "
" Hmm"
" Kalau kamu sudah menikah kenapa kamu menangis apa di berbuat kasar pada mu " Erick membolak-balik kan badan Aisyah takut ada luka atas tindak kekerasan.
" Mas, aku tidak apa apa . "
" Ay, tinggalkan lah dia jika ia membuat mu bersedih, datanglah pada ku, aku tidak akan membuat mu menangis"
" Maaf mas aku pulang dulu, "
" Besok masuklah kerja, ada pekerjaan yang sudah menanti mu "
" iya."
Aisyah pergi dengan kekesalan yang bertambah. Ingin rasanya dia berlama lama di pantai tapi kedatangan Erick membuatnya tidak nyaman.
Sebelum menuju rumah sakit Aisyah berhenti di salah cafe. Saat dalam perjalanan seseorang menelpon dan ingin berjumpa dengan Aisyah.
" Ada ingin yang kamu bicarakan " ucap Aisyah cuek
" Maaf nona, ini ada titipan dari tuan. Dia sedang sibuk jadi tidak bisa datang "
" Ckk, sibuk. Sibuk dengan wanita lain " ucap Aisyah
Rayhan menatap tidak percaya Aisyah bisa berkata seperti itu. Aisyah membuka sebuah map kecil yang berisi beberapa kartu, ada sebuah kartu unlimited, beberapa kartu yang lain dan juga kunci apartemen.
" Untuk apa kartunya ini " ucap Aisyah
" Ini kartu kunci Apartemen nona, dan yang ini bisa anda pakai sesuka anda "
" Aku, Masih muda jangan panggil aku nona panggil saja dengan nama ku "
" Tapi "
" Aku bukanlah nona mu. Kau bekerja dengan suami ku bukan dengan ku"
" Aku hanya akan ambil yang ini. Aku tidak perlu yang lain aku masih bisa menghidupi keluarga ku dengan hasil kerja ku. "
Setelah itu Aisyah pergi tanpa berpamitan. " Aneh tuh orang pertama kali aku liat dia lemah lembut. Sekarang kok galak " Rayhan bergidik ngeri.
Terimakasih.
Jangan lupa masukan dalam daftar favorit.
Beri rating 🌟🌟🌟🌟🌟
Like n comen
Salam dari Aisyah dan Alvin 🥰🥰
__ADS_1