
"apa lu mau nikah sama siap, bukanya bapak lu ngelarang lu nikah cepet ya kok sekarang tiba-tiba mau nikah sih "Devi sangat terkejut dengan ucapan sahabatnya itu dan melontarkan banyak pertanyaan
" gue sing belum tau ya siap yang di jodoh in ke gue,orangnya kayak apa, umur berapa, tapi kalo di lihat-lihat kayaknya orang kayak orang tuanya saja dateng ke rumah gue pake mobil, dan kayaknya mobilnya mahal banget, mungkin bapak gue ngrubah apa yang dulu pernah bapak gue bilang karena teman bapak gue tiba-tiba dateng ke rumah terus njodohhin gue sama anaknya, dan entah dari mana teman bapak gue tau kalo teman lamanya punya anak perempuan "penjelasan Reni yang panjang kalih lebar
"jadi lo di jodoh in sama anak temen bapak lo, terus kenapa lu trima perjodohan ini, kan lu juga belum tau siap dan seperti apa calon suami lu" Devi kembali bertanya kepada Reni
"gue cuma gak mau ngecewain bapak gue, kalo soal belum tau siap yang di jodoh in ya emang belum tau tapi kalo di lihat dari kedua orang tuanya taman dan cantik mungkin anaknya juga tampan "Reni menjawab pertanyaan Devi dan kembali mengingat ucapan Pak Adit tadi
" calon mertua lu galak gak " Devi bertanya lagi dengan raut wajah yang masih terlihat terkejut
" yang gue rasain sih semua baik ramah juga "ucap Reni yang memang calon mertuanya baik
" ya syukur lah, mungkin ini takdir hidup lu "ucap Devi menepuk-nepuk punggung Reni
" ya semoga aja gue bisa bahagia "ucap Reni yang mendoakan dirinya sendiri dan di angguk i oleh Devi
" Ini neng mie ayam bakso sama es teh nya, mamang ke belakang dulu "ucap mamang itu dan menaruh mie ayam bakso dan es teh yang di pesan tadi
__ADS_1
" Terimakasih mang"ucap keduanya dan di balas senyum oleh Mamang tukang bakso
Reni dan Devi menyantap maknanya dengan lahap sebelum melanjutkan perjalanannya lagi
SEKIP tempat kumpul Angga
Angga baru sampai di tempat yang bisanya buat nongkrong, di situ terlihat ramai banyak laki-laki berbadan kekar saat Angga melewati mereka semua laki-laki berbadan kekar itu memberikan hormat sedangkan Angga hanya terus berjalan dan mentap ke pandangan lurus
"Tuan Muda kenapa ya, kok kayak gitu siap siap nya"ucap salah salah satu laki-laki berbadan kekar, sedangkan yang di sampingnya hanya gelang-geleng kepala karena tidak tau
Angga menuju ke ruangan pribadinya dengan lesu dan tidak ada semangat, ternyata dua sahabat Angga sudah ada di dalam ruangan itu
"hiya ni Ga lama banget, udah nunggu dari tadi tau"ucap Denil yang ikut bertanya dengan Angga
"berisik kalian"ucap Angga dengan nada yang tinggi, membuat dua pria tampan yang bersama Angga terkejut
"lo kenapa sih Ga, kalo ada malah cerita jangan kayak gitu "ucap Denil dengan memoncongkan bibirnya karena kesal melihat sikap Angga
__ADS_1
" iya Ga cerita napak"Alex menimpal perkataan Denil
Angga mengatur nafasnya yang berat dan mghembuskan dengan kasar sebelum menjawab pertanyaan ke dua sahabatnya
"gue di jodoh hin "ucap Angga dengan malas
" apa lo di jodoh hin "ucap Denil dan Alex bersamaan karena terkejut degan ucapan Angga
" gue di jodoh hin sama anak temen Mama gue, dan lu Nil lo megenal perempuan itu
Lagi-lagi Denil terkejut dengan ucapan Angga dan mulai berfikir siap yang di jodohkan sama Angga? Denil menggaruk-nggaruk kepalanya yang tidak gatal
............................................
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
π€π€π€π€π€π€
__ADS_1
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
*Tunggu kelanjutan cerita nya yaπ€π€jangan lupa komen, like, dan vote biar author semangat terus πππ*