
Setelah dari toko Angga lagsung bergegas pulang ke rumah, Angga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang setelah setengah jam Angga sampai di halaman rumah
Angga masuk ke dalam rumah dan melihat kedua orang tua nya sedang mengobrol
"Assalamualaikum Ma Pa "ucap Angga
" Waalaikumsalam "jawab serempak Mama dan Papa Angga
" Papa tidak ke kantor"tanya Angga pasalnya hari ini hari senin tapi Papa nya ada di rumah
"iya Papa gak ke kantor, terus pekerjaan di kantor sudah di urus Alex"jawab Papa Denil dengan tetep fokus menonton Tv
"oh seperti itu, Ma di pernikahan ku nanti aku tidak ingin di publikasi, karena itu sangat membahayakan istriku jika musuh-musuh ku tau"ucap Angga yang sangat sangat khawatir
"baik lah Mama setuju,toh itu buat keselamatan menantu Mama " jawab Mama Anis setuju
" ya sudah Angga ke kamar dulu"pamit Angga dan hanya di balas angguk an
"bagaimana Ma apa semua sudah beres "tanya Papa Denil
"ya sudah sekitar 70% Pa kan acaranya masih hari minggu dan setelah lamaran baru menyebar undangan, sesuai permintaan Angga hanya keluar ga saja yang di undang, mugkin nanti sama temen-temen nya Reni ya juga di undang" jawab Mama Anis
"Oo, Papa masih gak nyangka Ma Putra kita akan segera melepas masa lajang nya "ucap Papa Denil
" iya Pa untung tu anak mau di jodoh in kalo gak kapan kita punya cucu "jawab Mama Anis
" iya Ma, semoga Angga bisa menjadi suami dan Ayah yang baik untuk kedepannya "doa Papa Denil, Mama Anis hanya mengangguk
_--------------------------------------------------------_
__ADS_1
Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke toko tempat Nita bekerja
Alex senyum-senyum sendiri saat di dalam mobil entah apa yang sedang ia pikirkan
Akhirnya Alex sampai di perkiran Toko dan lagsung masuk ke dalam, banyak pasang mata yang melihat sosok lelaki berjas yang tak kalah tampan
"wah dia siapa ya ganteng banget"seru salah satu pelayanan toko, karena kagum dengan ke tampanan seorang Alex
Alex melihat ke segala arah tapi ia tak menemukan sosok yang ia cari
Alex pergi ke ruangan Denil untuk bertanya Nita di tempatkan di bagian mana, Alex melangkah kan kakinya dengan cepat dan tidak mghiraukan orang-orang yang memujinya
Hari ini waktu makan siang jadi Alex memutuskan untuk mengajak Nita makan sebelum ia kembali ke kantor
Setelah menaiki live Alex pun sampai di depan pintu ruangan Denil, tanpa mengetuk pintu terlibat dahulu Alex lagsung menerobos masuk
"Nil Nita itu di tempatkan di bagian mana "tanya Alex
Alex hanya cengarcengir"burun Nil dimana Nita di tempatin "tanya nya lagi karena sudah tidak sabar ingin bertemu Nita
Denil mghembiskan nafasnya dengan kasar" di bagian bahan pokok"jawab Denil singkat
Dan tanpa permisi Alex pun lagsung pergi begitu saja sedekah Denil medegkus kesal karena ulah sahabatnya itu yang gak punya akhlak
Akhirnya Alex menemukan tempat Nita dan tanpa berfikir panjang Alex lagsung mghampiri Nita.
Nita yang melihat kedatangan Alex pun sudah mulai salah tingkah dadanya berdebar kencang
"ka....kak kenapa ada di sini, mau belanja ya"tanya Nita dengan gugup
__ADS_1
"Aku gak mau belanja tapi aku mau kamu "jawab Alex dengan megoda Nita
Deg
Rasanya jatugnya mau meledak dan wajahnya sudah berubah merah seperti kepiting rebus" Ma..... Maksut Kaka ap.. Apa " tanya Nita yang sudah menundukkan kepalanya karena malu sekaligus gugup
" kenapa tu muka kok jadi merah merona "goda Devi yang sudah tidak tahan melihat temannya tersipu malu
" apaan sih Lo Dev "jawab Nita yang palah jadi semakin gugup, Devi pun tertawa puas karena melihat tingkah Nita
" Aku mau ajak kamu makan siang"ucap Alex sepontan Nita pun menatap Alex
"mau tidak kalo tidak mau harus tetap mau "lanjut Alex dan menarik tangan Nita dengan lembut
Nita pun hanya ikut saja sedangkan Devi melihat itu semua gelang-geleng kepala
Dan tiba-tiba dari belakang Ada yang menepuk pundak Devi, Devi terkejut dan segera membagikan badannya
Saat melihat siapa yang di belakang Devi mebuka Matanya sempurna karena yang di belakang nya adalah Pak Denil
"Eh Pak Denil mengagt kan saja "ucap Devi
" maaf lagian kamunya ngeliat apa coba"jawab Denil
"itu Pak saya melihat Nita yang pergi sama Pak Alex "jawab Devi
" Ooo, makan yuk Dev "ajak Denil
Devi pun merasa kenapa tiba-tiba jadi degdekan seperti ini
__ADS_1
" he palah bengong ayo tidak ada penolakan "ucap Denil yang melirik tangan Devi dengan lebut
" Eh.... Eh iya Pak "akhirnya Devi mau di ajak makan siang