
"*Apa sudah siap"
(......)
"baik lagsung saja berangkat, nanti saya myusul
(.....)
Tut Tut Tut Tut
Telfon di matikan*
Angga meraih kunci mobilnya dan keluar dari kamar saat sampai di bawah Angga melihat kedua orang tua nya sedang menonton tv
"Pa Ma Angga pergi dulu Assalamualaikum "ucap Angga yang mengecam tangan kedua orang tua nya
" Waalaikumsalam "jawab Mama dan Papa serempak
" hati-hati di jalan"ucap Mama Anis yang melihat putranya sudah berjalan keluar Angga pun hanya mengangguk dan setelah itu keluar dari pekarangan rumahnya dengan mobil mewahnya
"ya apum Pa Mama lupa"ucap Mama yang sontak membuat Papa terkejut
"apa sih mau ngageti Papa "Ucap Papa dengan memegang dadanya yang shyor
" heheh maaf, Pa"Mama Anis cegarcengir
"lupa apa "tanya Papa Angga yang sudah menetralkan jantugnya
" Mama lupa mghubingi Mawar buta mengatur semua acara minggu depan "ucap Mama Anis yang menepuk jidatnya
" ya sudah Mama hubungi Mawar dulu, Papa ke ruang kerja dulu "Papa Angga pun pergi meninggalkan istri nya di ruang tv
Sedangkan Mama Anis sedang menghubungi Mawar asisten pribadi Mama Anis ya walaupun Mawar bekerja di kantor suaminya tapi tetap membantu Mama Anis
" ah akhirnya sudah selesai, untung inget"ucap Mama Anis yang berbicara dengan diri sendiri
⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️
⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️
⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️
Angga sudah di depan kos Reni bersama supir yang akan mengantarkan Reni pulang
Angga keluar dari mobil nya dan menuju ke arah pintu kos dan mengetuk pintu
Tok tok tok
"Assalamualaikum "Angga mengucap salam dan yang di dalam bingung siapa pagi-pagi gini udah ada yang bertamu
__ADS_1
Reni dan Devi saling melempar pandangan Reni pun beranjak dari duduk nya dan membukukan pintu
" Waalaikumsalam, ya sebentar "jawab Reni dari dalam kos, saat pintu sudah terbuka begitu terkejut nya siap pagi-pagi buta seperti ini yang bertamu
" Eh mas Angga masuk mas "ajak Reni yang gugup dan di angguk i Angga dengan tersenyum tipis
" yang"panggil Angga
"iya mas ada apa, apa mas mau minum "tanya Reni yang melihat raut wajah Angga sedikit aneh
" em mmm kamu nyaman tinggal di sini "tanya Angga yang ragu takut menyinggung Reni
" bahkan sangat nyaman mas, syukur-syukur punya tempat tinggal mas, di luawaran sana banyak yang tidak memiliki tepat tinggal, jadi aku yang memiliki tempat tinggal walaupun sederhana tapi Reni tetap bersyukur dan nyaman mas "jelas Reni dan tersenyum sangat tulus
" Mama gak salah pilih calon menantu "ucap Angga sepontan membuat Reni malu dan wajahnya seketika merah
" ah mas bisa aja"jawab Reni malu-malu
"ehem kenapa tu muka kayak kepiting rebus"ejek Devi yang tiba-tiba muncul membuat Reni dan Angga kaget
"Eh ada Pak Angga, udah kangen banget ya Pak sampai-sampai pagi buta kayak gini undah ke sini, padahal kemarin habis ketemu hmm " lanjut Devi yang megejek Bosnya sendiri
" hmmm saya mencium Bau-Bau orang yang sedang iki " jawab Angga yang tertawa terbahak-bahakk karena berhasil membalas kejailan Devi
Devi melihat tangannya di depan dada dan memanyunka bibirnya ke depan
" mau buat apa mas "tanya Reni tapi di abaikan oleh Angga karena masih fokus memasukkan nomer ponsel mereka masing-masing
" ni udah kok "Angga meyondorkan ponselnya kepada Reni
" kok cepet mas "tanya Reni lagi
" ya cepet dong emang kenapa harus lama "Angga nampak berfikir
" Aku tidak tau mas"Reni magangkat dua bahunya karena tidak tau.
"yang udah di jemput kamu siap-siap dulu "suruh Angga
" oh sudah ya mas, ya sudah aku ke kamu dulu "Reni beranjak dari duduknya yang di angguk i Angga
Dan ternyata di dalam sudah ada Devi" Dev siap-siap jadi ikut gak "tanya Reni
" jadi Ren tapi nanti gue pulang nya hari ini juga karena besok kerja "Jawab Devi dan di Angguk i Reni
" mas aku sudah siap "ucap Reni dan Angga pun menoleh ke arah Reni
" sayang kau sangat cantik sekalih "puji Angga yang membuat wajah Reni Merak merona
" sudah -sudah jadi pergi ga hmm "ucap Devi tiba-tiba dan keluar terlebih dahulu meningkatkan kedua pasangan tadi yang sedang asik mengobrol
__ADS_1
Reni dan Angga pun tersadar dan seger keluar dari dalam kos, Reni mengunci pintu kos dan di serahkan ke Devi
" ni Dev lo bawa kan nanti lo pulang "ucap Reni dan menyondorkan kunci nya ke tangan Devi
" lo nanti gak pulang juga"tanya Devi
"gue gak pulang karena pasti mengurus semuanya di desa "jawab Reni dan di angguk i Devi
Angga membukakan pintu untuk Reni masuk" Terimakasih mas"ucap Reni dengan tersenyum bahagia
"sama-sama sayang, hati di jalan ya"Angga mencium pucuk kepalanya dengan lembut, Reni pun hanya tersenyum dengan perlakuan suaminya
Mobil yang di tumpangi Reni dan Devi sudah pergi meninggalkan kos dan masih tersisa Angga tiba-tiba ada notiv di hp Angga
*Denil
"Ga ke markas yuk"
Isi pesan untuk Angga
Angga
"gue gak bisa masih banyak urusan "
Denil
"oky lah*"
Read
Angga pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena jalanan nya lumayan ramai, saat di perjalanan Angga tidak sengaja melihat anak-anak jalanan yang sedang mencari makan di tong sampah, di dalam hati kecil Angga merasa kasih dan Angga pun meminggirkan mobilnya di pinggir jalan yang ada tukang jualan nasi goreng
Angga membeli nasi goreng banyak karena ingin di bagikan kepada para anak jalanan, setelah menunggu lama akhirnya pesannya sudah siap Angga menyondorkan beberapa uang lebaran berwarna merah
"Ini Pak uangnya "Angga memberikan beberapa lebar pecahan seratus ribu
" wah Tuan ini kelebihan"penjual itu menyondorkan uang Angga beberapa
"sudah Pak iki rejeki Bapak "tolak Angga dan beranjak pergi dari tempat tukang nasi goreng
" Terimakasih tuan"ucapan terimakasih dari penjual itu dan tak lupa bersyukur, Angga pun hanya mengangguk dan tersenyum
Angga berjalan mghampiri para anak jalanan itu "hai semua apa kalin mau Makan anak-anak" tanya Angga dan anak-anak jalanan itu berbalik badan menghadap ke sumber suwara
"mau kak mau "jawab serempak para anak jalanan itu
" baiklah berbaris dulu yang rapi baru kakak kasih "Angga menyuruh Anak-anak untuk berbaris dan anak-anak pun hanya menurut setelah semua sudah rapi Angga membagikan nasi goreng satu-satu
Tapi di sisi lain mobil yang perkirakan Angga sembarang sedang di incar oleh preman, tapi Angga terlihat tetap santai melihat apa yang akan di lakukan para preman Angga tersenyum dengan penuh arti
__ADS_1