
Angga dan Denil membalas serangan para preman itu tanpa megunakan senjata
Preman itu tersugkur ke bawah Bruk...... Bruk.. Bruk satu persatu preman-preman itu terjatuh ke bahwa
"beraninya main keroyokan huuuu " ucap Denil yang ngos-ngosan karena habis berantem
Tapi preman itu masih bisa berdiri lagi dan siap untuk menyerang Angga dan Denil tapi di waktu itu anakbuha Angga sudah datang dan menangkap ke lima preman itu untuk di bawa ke markas
" bawa mereka semua, dan motor-motor nya di jal saja "perintah Angga dan di angguk i semua Anak buahnya dan segera pergi meninggalkan Angga dan Denil
Angga dan Denil juga segera meninggalkan tempat tadi dan menuju rumah Angga tapi setelah mengantar Denil pulang
Angga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk pulang ke rumah setelah mengantar Denil
Setelah beberapa menit Angga sampai di halaman rumah nya yang sangat luas Angga memarkirkan mobilnya setelah itu masuk ke dalam rumah
Yang ternyata sudah di tunggu Mama dan Papa Angga, Angga mengucap salam dan mencium tangan kedua orang tua nya
"kenapa baru pulang "tanya Mama Anis karena tidak biasanya Angga pulang jam segini
" maaf Ma tadi ada kendala di jalan, jadi baru nyampek rumah "jawab Angga dengan jujur
" kendala apa maksutmu "sekarang Papa ikut bertanya
" tadi Angga dan Denil sempat di hadang preman "ucap Angga dengan jujur
" apa preman, terus kalin berdua tidak apa-apa kan"Mama Anis sepontan teriak karena mendengar ucapan Angga Mama Anis terlihat cemas
"Angga sama Denil gak apa-apa kok Ma, buktinya Angga ada di hadapan Mama sama Papa "jawab Angga dengan santai
" syukurlah kalo kalin tidak terluka"Mama Anis merasa lega karena putra satu-satunya taidak terluka
"terus bagaimana keadaan preman yang menyerang kalin"sahut Papa Angga
"mereka sudah di bawa ke markas Pa dan motor-motor udah ku suruh untuk di jual "jawab Angga dan di angguk i Mama dan Papa Angga
" ya sudah Angga ke atas dulu ya Ma Pa "lanjut Angga dan pergi menuju ke kamarnya untuk mandi
" ah hari ini lelah sekali "ucap Angga yang berbicara sendiri sambil berjalan menuju kamar mandi
__ADS_1
Selesai mandi Angga lagsung menuju ke ranjang nya dan lagsung terlelap tidur
Pagi hari kedua wanita itu sudah bangun dan sudah bersiap-siap untuk berangkat bekerja
"Ren ingat ya kata-kata gue tadi malam"Devi meluali pembicaraan di sela-sela perjalanannya ke tempat kerja
"hiya Dev lo tenang aja"jawab Ren dengan santai agar Devi tidak semakin khawatir dan Devi hanya mengangguk dan melanjutkan perjalanan menuju tempat kerja
Setelah berjalan sekitar 5 menit Reni dan Devi sampai di toko dan di sana sudah ada Nita yang sengaja menunggu di depan pintu
"selamat pagi Ren Dev"sapa Nita dengan senyuman yang manis
"selama pagi Nit "jawab Reni dan Devi serempak
Dari dalam toko ada tiga orang wanita yang menatap Reni tidak suka
"iya Nis gue setuju"ucap Ana dengan antusias
"mau di kerjain kayak gimana perempuan Itu, apa lo punya rencana " tanya Nina dan Denis berfikir sejenak dan seketika matanya berbinra
" kita bohongin aja si Reni itu di suruh Pak Angga membutkan kopi, otomatis nanti Pak Angga pasti marah karena Reni sok perhatian, karna gue yakin Pak Angga sebenarnya tidak suka sama Reni " jelas Denis dengan bahagia kerena akan membuat Reni di marah i Pak Angga
" wah ide bagus kita lakuin itu setelah 2 jam bekerja bagaimana"Ana menimpal omongan Denis
"setuju "sahut Nina akhirnya ke tiga wanita tadi tertawa bersama
" yuk Ren Dev masuk "ajak Nita dan di angguk i Reni dan Devi
Mereka bertiga sudah mulai bekerja seperti biasanya setelah 2 jam berlalu Denis, Ana dan Nina menjalankan aksinya dan mghampiri Reni
" Eh kebetulan gue liat lo di sini"Denis berbasa-basi dulu sebelum menuju ke inti rencana nya
"ya ada perlu apa Kak Denis"jawab Reni dengan sopan tanpa ada rasa curiga apapun
__ADS_1
"gini Ren tadi aku tidak sengaja ketemu Pak Angga dan Pak Angga menyuruh ku untuk memberitahu mu agar membuat kopi untuk Pak Angga sekarang juga"ucap Denis yang sedang menjalankan rencana jahatnya
"oh begitu ya, ya suda saya permisi dulu Kak"pamit Reni dan pergi untuk membutkan kopi untuk Pak Angga
Sedangkan Denis senyum kegirangan "Dasar bodo nurut nutur aja dia" ucap Denis dalam hati nya dan Denis pun tertawa penuh kebahagiaan
Sedangkan sahabat Reni tidak tau tentang rencana yang sudah di buat ke tiga cabe-cabean itu
Reni sudah membawa secangkir kopi dan menuju ke ruangan Pak Angga, Reni megetuk pintu Tok Tok Tok
"masuk"titah Angga dengan singkat dan Reni pun masuk
"Assalamualaikum Pak " Reni mengucap salam saat masuk ke dalam ruangan Pak Angga
" Waalaikumsalam ada apa"jawab Angga yang belum tau siapa yang datang ke ruangannya
"maaf Pak ini kopi yang Bapak pesen " ucap Reni yang meletakkan kopi di atas meja kerja Angga
"saya tidak memesan kopi" ucap Angga yang sudah menatap siap yang masuk ke ruangannya dan Angga terkejut
"tapi Pak tadi ada yang_"ucap Reni yang terpotong karena melihat tatapan Angga yang terlihat marah dan bingung, Reni pun hanya menunduk
"apa kau sedang mencari perhatian sama saya "ucap Angga dengan tatapan sinisnya dan datar
" maaf Pak saya tidak bermaksud seperti itu "ucap Reni gugup karena takut dan masih menunduk
" terus apa tujuan kamu memberi kan saja kopi"ucap Angga dengan sikap seperti tadi
"maaf Pak kata Kak Denis tadi bertemu Bapak terus saya di suruh memuat kan kopi untuk Pak Angga "jawab Reni yang sudah menatap Angga
" tapi saya dari tadi di dalam ruangan ini dan tidak bertemu dengan Denis, apa kamu sedang mengarang cerita"Angga menatap Reni curiga
"Maaf Pak saya tidak berbohong atau mengarang cerita sendiri, jika memang Bapak tidak memesan kopi biar saya bawa lagi Pak kopinya mungkin Kak Denis tadi iseng saja"jelas Reni yang mengambil kopi yang tadi sudah di taruh di meja dan akan keluar dari ruangan Angga
"Tunggu dulu, siap yang nyuruh kamu membawa kembali kopi Itu " ucap Angga tegas Reni pun menghentikan langkah nya dan berbalik badan
" Maaf Pak saya kira Bapak tidak mu"Reni kembali menaruh kopi yang di bawahnya tadi ke atas meja Angga
Reni pun pergi dari ruangan Angga "ya sudah Pak saya permisi dulu" Reni pamit untuk pergi dari ruangan Angga
__ADS_1
"ya, terimakasih kopi nya "ucap Angga dengan tersenyum tipis Reni pun mengangguk dan membalas senyuman Angga dan melangkah pergi