
Saat sedang makan tiba-tiba ponsel Denil Berbunyi
......Dret......
......Dret ......
......Dret ......
"sebentar ya aku angkat telpon dulu "ujar Denil bangkit dari duduknya, Devi mengangguk
Denil sedikit menjauh dari Devi
Denil
" ya ada apa "
Anak Buah
" maaf King markas di serang "
Denil
" WHT, oky saya segera di sana "
...Tut...
......Tut ......
......Tut ......
Telpon di matikan, Denil lagsung menghubungi Alex dan Angga, setelah itu Denil kembali ke tepat Devi
" Sayang, kamu pulang di anter supir ya, aku ada urusan mendadak "ujar Denil
" ada apa Mas kok kamu kayak panik "khwati Devi
" Aku akan menceritakan semuanya saat kita sudah menikah, maaf kan aku ya aku harus pergi "ucap Denil sebelum pergi Denil mencium pucuk kepala Devi
Cup
Devi menatap kepergian Denil, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang sudah berumur mendekati nya
" mari Non jika mau pulang sekarang "ujar Pak supir
" oh baik Pak mari "jawab Devi sopan
Sedangkan Alex yang mendengar semua itu lagsung bergegas ke markas
Angga pun sama ia pamit dengan istrinya" Sayang aku mau ke markas, markas sedang di serang "ujar Angga
" Aku ikut ya Mas "pinta Reni,
" jangan Sayang di sana bahaya, aku pergi dulu ya "ucap Angga mencium pucuk kepala Reni
Cup
Angga lagsung buru-buru tancap gas menuju markas
......DI MARKAS ......
Penjaga di markas pun sedang membalas serangan para musuk
......Dor......
...Dor...
...Srek...
...Srek...
...Srek...
...Dor...
Suwara tembakan dan pedagang pun bergantian" DI MANA KING KALIAN "teriak ketua musuh, tapi tidak di hiraukan
Denil sudah sampai di markas" apa ada yang terluka "ujar Denil
" tidak ada King"jawab Penjaga
Denil pun ikut menyerang para musuh, para penjaga lega melihat King nya datang
Denil membawa dua pistol, menembak dengan begitu lincah
...Dor...
...Dor...
...Dor...
__ADS_1
"matilah kalin "gumam Denil menembak tepat di jantung nya
Alex dan Angga pun sudah datang dan ikut menyerang
...Dor...
...Dor...
...Dor...
...Bruk...
...Bruk...
...Duar...
...Duar...
Akhirnya para musuh pun terbunuh semua, Denil, Alex dan Angga ngos-ngosan
" cih..... berani sekalih mereka menyerang markas ku "ujar Angga kelas
" apa ada yang terluka "ujar Angga lagi
" tidak King... "jawab serempak para pengawal
" mafia mana yang sudah berani menyerang "ujar Angga
" mafia urutan ke 10 King "ucap salah satu penjaga
"Cih.... Sok berani" ujar Angga
"kalian hancur kan markasnya saat mereka lengah"ujar Angga lagsung pergi ke ruangan pribadi nya di markas
"baik King..... "jawab semua Penjaga
Denil dan Alex mengikuti langkah Angga, mereka membersihkan diri bergantian
" ya sudah gue pulang dulu "pamit Angga
" sekarang pegen cepet-cepet pulang, oh iya kan udah ada istri up..... "ledek Alex dan mendapat tatapan tajam dari Angga
Angga tak megubris perkataan Alex ia lebih memilih buru-buru pulang, tapi yang di bilang Alex benar ia baru pergi sebentar saja sudah merindukan istrinya
Saat Angga keluar dan para penjaga memebir hormat kepada King nya
Angga segera melanjutkan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di rumah
"Akh. .... gara-gara penyerangan ini makan sing ku jadi berantakan "gerutu Denil ia sangat kelas
" hahahah kasian "ejek Alex, Denil pun menatap Alex dengan tajam
Denil pun pergi meninggalkan Alex sendiri" Eh kok gue di tinggal "ujar Alex yang ikut pergi
Angga sudah sampai di rumahnya, ia pun lagsung masuk ke dalam rumah saat sudah di ruang Tv di dapati Mama dan Istrinya sedang asik berbincang-bincang
" he kau, dasar anak Nakal meninggalkan istrimu sendiri di rumah, dari mana saja kau ha "jengkel Mama Anis menjewer telinga Angga
" Akh...... Ma hentikan sakit, Sayang bantu aku "rengeknya pada sang istri, Reni yang melihat itu hanya tersenyum
" Mama tanya sekalih lagi kamu dari mana "ujar Mama Anis yang sudah melepas tangannya dari telinga nya
" Aku dari markas, markas tadi di serang "ucap Angga
" oh... "jawab Mama Anis singkat, Angga yang mendengar itu pun mendegkus kelas
" gitu doang "ujar Angga melirik Mama Anis
" iya.... "singkat padat dan jelas
" apa semua sudah beres Mas "tanya Reni, Angga yang tadinya kesal dengan Mamanya ketika sang istri yang berbicara Angga lagsung berubah menatap Reni dengan Hangat
" sudah Sayang, dan semua baik-baik saja "jawab Angga duduk di samping istrinya
" syukur lah, apa ada yang terluka "tanya Reni yang cemas dengan suaminya
" tidak ada Sayang, kau tak perlu khawatir "jawab Angga dan posisinya Angga tiduran di paha Reni
" Ehemmm..... "gumam Mama Anis
Reni yang mendengar itu pun merasa tidak enak dangan Mama Anis
" ah sudah lah Mama ke kamar dulu "ujar Mama Anis melangkah pergi ke kamar
Angga yang melihat Mama nya pergi ia tak peduli, Angga masih ada di posisinya
Tangan Angga mulai Nakal ia menyentuh kedua g*nung kembar Reni, Reni yang sedang menonton Tv pun tersentak
" Emmm Mas "d*sah Reni dan berusaha menyingkirkan tangan Angga
__ADS_1
" ih sayang "ucap Angga yang aktivitas nya di hentikan Reni
" kita itu masih di depan tv mas, nanti kalo ada yang liat bagaimana "ucap Reni ketus kesal dengan Angga
" Maaf Yang "ujar Angga melihat wajah sagistri yang cemberut
" hmm... "jawab Reni
" baiklah kita ke kamar aja yuk "ajak Angga Reni hanya melirik Angga sekilas dan kembali menatap layar Tv
Angga pun lagsung megendong Reni yang sedang Ngmbek" Eh... Eh... apaan sih mas turunkan aku"Reni memberontak di gendongan Angga
"tenang lah Sayang, jangan gerak nanti jatuh "ujar Angga, Reni mendegkus kesal dan mematuhi apa kata sang suaminya
Mereka pun sampai di kamarnya, Angga menaruh Reni di atas ranjang Angga pun mulai Aksinya
" mas mau ngapain, ini masih siang "ucap Reni menahan tubuh Angga
" lalu kenapa kalo sing Sayang "jawab Angga yang masih mencium Reni
" hentikan Mas dasar mesum "ujar Reni mendorong Angga
" ya gak apa-apa mesum, lagian Mas mesum juga sama istri Mas sendiri "jawab Angga santai kembali mendekati Reni
" nanti saja mas, aku pegen telpon Ibu "ucap Reni, agar terhindar dari suami mesumnya itu
" baiklah malam nanti kau tak akan lolos Sayang "bisiknya di telinga Reni
" Dasar Mesum "Reni kembali mendorong tubuh Angga
Reni mulai menelepon Ibunya
...Dret...
...Dret...
...Dret...
Suara ponsel berbunyi,Ibu Reni yang sedang berbaring di kasur langsung mengambil ponselnya
Ibu Reni
" Assalamualaikum nak "
Reni
" Waalaikumsalam bu, ibu sedang apa "
Ibu Reni
" Ibu sedang tiduran, kalo kamu sedang apa nak"
Reni
"apa Reni megangu Ibu, Reni juga sedang tiduran "
Ibu Reni
" tidak kamu tidak mengangguk Ibu kok "
Reni
" ya sudah Ibu istirahat saja, Assalamualaikum "
Ibu Reni
" Waalaikumsalam "
...Tut...
...Tut...
...Tut...
Telpon di matikan Reni menaruh ponselnya di atas meja, Reni melihat suaminya yang sudah terlelap ia tersenyum dan ikut tidur bersama sang suami
.
.
.
.
Terimakasih yang sudah membacaπ
Jangan lupa
Like
__ADS_1
Komen
Di Vote juga ππππ