
Pagi yang cerah pun tiba, suwara kicauan burung pun menyambut pagi yang begitu cerah, Devi bangun dengan perasaan yang bahagia dan sedikit masih tidak percaya
"hari ini adalah hari aku akan di lamar, semua seperti mimpi "gumam nya menatap dirinya sendiri di depan cermin
Ia beranjak dari ranjang untuk mencuci wajahnya, di lihat nya sosok sang Ibu yang sedang memasak makanan lumayan banyak
Devi menghampiri sang Ibu" Bu apa ada yang bisa Devi bantu "ucap Devi saat sudah di samping Ibu nya
" tidak usah, kamu mandi saja takut nanti keburu siang, calon suami mu datang jam berapa "ujar Ibu Devi yang tetep fokus memasak
" katanya sampai di sini pukul 11 siang "jawab Devi yang tetap membantu sang Ibu
" biar Devi bantu ya Bu, Devi gak mau Ibu kecapean "lanjut Devi
" iya deh, ini juga sudah mau selesai, tapi keburu dingin gak ya "ucap Ibu Devi
" nanti di panas in lagi aja Bu, kalo masak nya nanti palah gak ke buru lagi "ujar Devi
" iya juga sih, setelah ini kamu mandi ya "ucap Ibu Devi
" iya setelah ini Devi mandi "Bapak kemana Bu" tanya Devi karena sedari tadi tak melihat sosok Bapak nya
"kayak nya masih di kamar, ini kan masih terlalu pagi "jawab Ibu Devi, Devi hanya mengangguk -angguk
Ibu Devi dan Devi melanjutkan memasak nya mereka masak sampai pukul 7 pagi, Devi kembali ke kamarnya sebelum mandi karena jam masih menunjukkan pukul 7 lebih
Ia duduk di kamar dan merenung sampai jam menuju kan pukul setengah 9, ada yang berjalan mendekati kamar Devi
Tap
Tap
Tap
"Dev ayo makan "ucap Ibu Devi di depan kamar Devi
" iya Bu Devi segera keluar "jawab Devi dari dalam kamar
Tak berselang lamar Devi sudah ikut bergabung dengan kedua orang tua nya
" Pak Buk setelah Devi menikah, Ibuk sama Bapak ikut Devi ya "ucap Devi di sela-sela makanya
" memang nya boleh Dev "tanya Bapak Devi
" boleh Pak, aku juga sudah bilang sama Mas Denil dan Mas Denil membolehkan "ucap Devi
" iya sudah, lagin nanti kamu nikah nya di sana kan "tanya Ibu Devi
" iya Bu, jadi sekalian bawa semua barang-barang Ibu sama Bapak "jawab Devi
Bapak dan Ibu Devi mengangguk paham, mereka pun melanjutkan makanya, selesai makan Devi mandi karena jm sudah menunjukkan pukul 10
Kita beralih ke keluarga Denil, Denil sudah rapi dengan pakaian jas nya kedua orang tuanya juga sudah siap.
__ADS_1
"kita beragakat sekarang keburu siang nandi sampai di sana "ujar Papa nya Denil
" iya Pa..."jawab Mama nya Denil dan Denil serempak
Mereka pun keluar menuju ke mobil karena akan segera berangkat, keluarga Denil hanya megunakan satu mobil dan yang menyetir supir pribadi keluar
Berjalan lumayan jauh, untung jalan tidak macet kalo macet bisa-bisa sampai sana sore
Mobil melaju dengan kecepatan sedang sekitar satu jam lebih perjalanan akhirnya sampai di ruamh Devi
Keluar Devi sudah menunggu di depan pintu, Denil dan kedua orang tuanya turun dari mobil dan menghampiri Ibu dan Bapak Devi
"selamat datang Tuan, Nyonya dan Nak Denil "sambutan Bapak Devi
" mari masuk "ajak Ibu Devi
Mereka pun masuk ke dalam rumah nya Devi, rumah yang sangat sederhana" maaf Taun Nyonya rumah nya kecil "ujar bapak Devi
" tidak apa-apa, dan jangan paggil kamu Tuan dan Nyonya kan kita sebentar lagi menjadi besan "ucap Papa Denil
" iya betul itu "timpal Mama nya Denil
Devi pun keluar dari kamarnya setelah selesai merias, Denil yang melihat sang pujaan hati begitu cantik ia tak berkedip sedikit pun
Devi yang sadar ia sedang di pandang i oleh Denil ia tersipu Malu dan lagsung menunduk kan kepala
"wah nak Devi cantik sekalih "puji Mama nya Denil
" kok Tante sih Sayang, panggil nya Mama dong "gerutu Mama nya Denil
" Eh iya Ma "jawab Devi Malu
Devi duduk di antara kedua orang tuanya" mari aja kita mulai "ujar Papa nya Denil
Semua mengangguk Papa Nya Denil pun melanjutkan ucapannya" kedatangan kami ke sini ingin melamar kan Putra saya dengan Putri bapak, apa lamaranya di trima "ucap Papa nya Denil
" saya selalu orang tuanya menerima lamaran ini, tapi balik lagi ke Putri saya semua kepuasan ada di Putri saya "ujar Bapak Devi yang melihat ke arah Devi
Devi paham dengan lirik sang Bapak Devi hanya menjawab dengan angguk kan
Semua pun bersyukur Alhamdulillah karena acara lamaranya berjalan dengan lancar, dan setelah itu di lanjutkan dengan penentuan tanggal pernikahan
"Nil apa sudah di tentukan tanggal pernikahan nya "tanya Papa nya Denil
" sudah Pa, aku putuskan minggu besok hari pernikahan nya "jawab Denil santai sambil megedipkan matanya ke arah Devi, Devi membalas itu dengan senyuman
" apa itu tidak terlalu cepat nak "ucap Ibu Devi
" tidak Bu, bukankah lebih cepat lebih baik ya "jawab Denil
" baiklah saya ikut saja bagaimana baiknya "ujar Ibu Devi
" iya jeng lebih cepat lebih baik, semua urusan pernikahan biar saya yang hendel semua "sahut Mama nya Denil
__ADS_1
Setelah penentuan hari pernikahan kini mereka sedang menyantap makanan yang tersedia
Sedangkan Denil dan Devi ijin untuk mengobrol berdua di teras rumah" kau sangat cantik Sayang "puji Denil membelai rambut Devi
" gombal "jawab Devi yang sedang bermanja di pundak Denil
" serius Sayang Mas gak gombal ih "ujar Denil yang tak trima degan tuduhan Devi, dengan gemas ia mencubit hidung mancung Devi sampai merah
" ih Mas sakit tau "kesel Devi yang memegangi hidung nya yang sudah merah karena ulah Denil
Sedangkan Denil palah tertawa membuat Devi semakin kesal di buat nya
" maaf in Mas Sayang, kamu sih gitu Mas kan jadi gemes sama kamu "ujar Denil yang mendekan Devi dalam pelukannya
" iya aku maafin "jawab Devi tapi masih terdengar ketus
" jangan cemberut dong sayang aku kan jadi tambah gemes "gemes Denil melihat tingkah Devi seperti anak kecil yang sedang merajuk
" tau ah... "
Denil mendekatkan mulutnya di telinga Devi dan ia membisikkan sesuatu" kalo cemberut gitu aku cium lo "bisik Denil di telinga Devi
Blus/
Wajah Devi berbuah menjadi merah merona" apaan sih Mas mesum "ucap Devi yang lagsung menutup mulutnya, Denil pun tertawa terbahak-bahak
" Ha....... Ha....... Ha "tawa Denil
Papa dan Mama Denil keluar dari rumah Devi dan sudah berpamitan dengan kedua orang tua Devi
Hanya kurang Denil yang belum berpamitan " Ma Pa udah mau pulang ya "tanya Denil yang melihat Kedua orang tua sudah di luar
" iya "jawab Mama nya Denil
" ya sudah Devi Sayang Mas pulang dulu "pamit Denil pada Devi dengan sangat lembut
Dan setelah itu berpamitan dengan kedua orang tua Devi, sedangkan Devi juga berpamitan dengan kedua orang tua Denil
" Mama sama Papa hati-hati di jalan"ucap Devi menyalami tangan Mama dan Papa Denil berganti
Mobil pun semakin menjauh dari halaman rumah Devi, Devi dan kedua orang tua nya kembali masuk ke dalam rumah.
Terimakasih yang sudah membaca 🙏
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
Favorit kan juga 🔥🙏💪😊
__ADS_1