
Semua kariawan iri melihat Nita dan Devi di ajak makan dengan pria tampan
"ya ampun beruntung banget ya mereka dapat cowok-cowok ganteng "seru seorang karyawan yang melihat Nita pergi sama Alex dan sekarang giliran Devi yang pergi bersama Pak Denil
" Akh jiwa jomblo ku meronta-ronta ni"seru karyawan yang lain dan masih banyak lagi
"cikkh"kesel Denis dengan megepalkan tangan dengan kuat
"sial kenapa incara gue palah di ambil temennya si Reni " ucap Ana mendegkus kesal
" dan kenapa incarannya gue juga di ambil"saut Nina yang ternyata sudah mengincar lama Pak Denil
"anak-anak baru itu sudah menghancurkan masa depan kita"ucap Denis dengan sangat emosi
"kita beri mereka pelajari saja "saut Nina yang memberi sebuah ide
" tapi kalo gagal kayak pas Reni itu gimana? Sia-sia dong "ucap Ana yang mengingat ketika merjai Reni
" benar juga ya "jawab Nina yang nampak perfiki
Mereka bertiga sedang berfikir bagaimana buat Reni, Devi dan Nita terluka
_----------------------------------------------_
Alex sudah sampai di Cafe yang deket dengan Toko, mereka berdua pun sudah duduk Alex mamaggil pelayan
"Mbak " ucap Alex dengan melambi tangan nya
" iya Pak mau pesan apa"tanya pelayan itu meyondorka menu di Cafe itu
"kamu mau pesan apa Nit "tanya Alex
" sama in punya Kakak Aja " jawab Nita
" baik Mb saya pesan ini sama ini dua-dua ya"ucap Alex
"baik Pak silahkan di tunggu, ya "jawab pelayan itu dan pun pergi
"Apa aku boleh bertanya padamu?"ucap Alex memecah suasana hening
" Boleh, Kakak mau tanya apa"jawab Nita Canggung
"Apa kamu punya seorang kekasih"tanya Alex sedikit ragu
"saya tidak memiliki kekasih kak, jika bisa tidak usah pacaran lagsung Nikah itu lebih baik "jawab Nita Gugup
" apa besok malam minggu mau pergi dengan ku "tanya Alex lagi dan membuat Nita jantungnya ingin meledak
" Kakak ijen sama Ibunya Nita kalo Ibu ku megijinkan aku mau "jawab Nita tidak enak jika menolak
" baiklah nanti pulang kerja aku akan jemput kamu "ucap Alex
" Ah tidak usah Kak aku bisa pulang sendiri "tolak Nita
" Lo terus bagaimana aku bilang sama Ibu kamu "ucap Alex yang gemas melihat wanita yang dia sukai
" Eh iya ya "jawab Nita merasa sangat malu, sedangkan Alex Tersenyum melihat kelakuan Nita yang sangat megemaskan
Makanan yang di tunggu pun akhirnya datang juga" silahkan di nikmati Pak, Buk "seru Pelayan yang membawakan makanan, Alex dan Nita hanya mengangguk, mereka pun makan dengan lahap tanpa ada pembicaraan apapun dan hanya ada keheningan.
_------------------------------------------------_
Di Cafe yang sama Devi dan Denil juga sedang makan siang
"Dev " panggil Denil dengan sedikit ragu
Devi pun mendongok menatap Denil" iya Pak ada apa"jawab Devi yang Canggung
"jika di luar begini jangan paggil aku Pak " ucap Denil sedikit tegas dan kesal
" terus saya Panggil Pak Denil siapa "tanya Devi gugup
__ADS_1
" apa saja lah, misalnya Mas, Kakak, atau apalah, Sayang juga boleh "ucap Denil dengan tersenyum jail
Deg
" jantung ku kenapa berdetak dengan kencang rasanya ingin meledak "batin Devi yang bengong menatap ke arah Denil tidak percaya apa yang diucapkan Bos nya itu
" Dev " panggil Denil lagi, Devi pun tersadar dari lamunannya matanya pun melotot karena kaget
" Eh.... Eh iya Pak maaf "ucap Devi yang menundukkan kepalanya karena malu
" iya gak apa-apa, jangan panggil aku Pak " ucap Denil yang melipat kedua tangannya dan terlihat cemberut
Devi yang melihat ekspresi Denil pun ingin tertawa tapi takut dosa
" Saya Paggil Mas aja bagaimana "ajuan Devi
" ya itu lebih baik, dan aku ingin mengajak kamu makan malam, apa kau Mau " ucap Denil
" saya mau Mas"jawab Devi malu-malu
"Terimakasih "ucap Denil yang menatap Devi dengan penuh cinta
" aduh jantung gue"batin Devi
Devi mengangguk dan melanjutkan makanya karena agar segera kembali ke toko
_----------------------------------------------_
Kita beralih ke rumah keluarga Pratama,
Angga memutuskan untuk tidak ke kampus dulu sampai acara pernikahan selesai
Nampak Angga sedang berfikir, Reni lagi ngapain ya di rumah batin Angga, aku coba hubungi aja deh
Angga meraih Ponselnya yang ada di atas meja dan mencari nama seseorang yang tak lain adalah Reni
Angga menarik nafasnya perlahan dan dan mulai mengirim pesan
Assalamualaikum
Reni yang sedang berbaring di atas kasur tiba-tiba mendengar notif pesan dari ponselnya dan lagsung mengambil ponselnya yang ada di atas meja,.
Melihat nama yang mengirim pesan padanya "Sayang" Reni tersenyum dan mulai membalas
"Sayang ❤️''
Waalaikumsalam Mas
"Reni Sayang "
Kamu lagi apa
" Sayang ❤️''
Lagi tiduran Mas, kalo Mas lagi apa
"Reni Sayang ❤️''
Sama dong aku juga lagi tiduran 😁
"Sayang ❤️''
Ah Mas Angga bisa aja😄
"Reni Sayang ❤️''
Aku tidak bohong hmm
"Sayang ❤️''
Iya Mas Reni percaya
__ADS_1
"Reni Sayang ❤️''
Apa Mas megangu kamu Sayang
"Sayang ❤️''
Tidak kok Mas
"Reni Sayang ❤️''
Ya sudah kamu lanjut istirahat nya, Mas cuman mau tau kabar kamu
"Sayang ❤️''
Mas juga di lanjut istirahat nya, Assalamualaikum
"Reni Sayang ❤️''
Waalaikumsalam Sayang 😘
"Sayang ❤️''
😊
Akhirnya selesai sudah mesra-mesraanya ya walaupun hanya lewat sebuah pesan
Reni di kamarnya senyum-senyum sendiri, ia pun tersadar dan ingin tau bagaimana kabar Devi dan Nita
Tapi Reni mengurugkan niatnya karena ia tau sahabtnya masih bekerja
Reni pun tertidur setelah bergelut dengan pikirannya yang memikirkan sahabatnya itu, Reni takut Devi terlambat bekerja karena bagunya siang tapi semoga saja tidak
Sedangkan Angga juga tertidur setelah berhayal apa yang akan di lakukan setelah menikah nanti dan pasti tidurnya tidak sendiri lagi
Saat pulang kerja pun ada yang menyambutnya, saat makan ada yang melayani seperti halnya Mama nya yang selalu melayani Papa.
Tapi sayang pernikahan ini terlalu tertutup karena Angga takut akan ada yang berusaha mencelakai Istrinya
Angga adalah ketua Mafia terbesar di dunia jadi pasti banyak musuh, tapi Reni belum tau kalo Angga adalah King Mafis
Ya walaupun Angga tau Reni punya kelebihan tapi tetap saja Angga tidak rela jika orang yang ia Sayang i tergores sedikit pun
Mengingat dulu Nenek dan Kakek meninggal karena Rumah keluarga Pratama di serang Mafia lain, dulu usia Angga masih sekitar 10 tahun tapi sudah pandai bela diri.
Dan menyaksikan lagsung Nenek dan Kakek nya terbunuh di hadapannya
Sejak itulah Angga berjanji akan menjaga orang-orang yang ia sayang
Ya itulah identitas Angga yang sebenernya, selain ia pengusaha ia juga seorang King Mafia Kejam di dunia
.
.
.
.
.
.
Terimakasih yang sudah membaca 😘
Jangan lupa
Like
Komen
Vote juga ya 🤗🤗🤗
__ADS_1