
"huf untung sudah tidur"ucap Reni bernafas lega
Saat Reni akan ke ruang ganti tiba-tiba, Reni di tarik dan jatuh di atas Tubuh Angga
" Eh... Eh...eh "pekik Reni karena tiba-tiba di tarik dan terjatuh di atas tubuh Angga
"apaan sih mas, aku kan jadi kaget" kesal Reni, tapi sejujur nya Reni gerogi tapi berusaha untuk bersikap biasa saja
Reni berusaha bangkit dari atas tubuh suaminya tapi berhasil di tahan Angga
"mau kemana hmm "ucap Angga menahan tubuh Reni
" ya Mau ganti baju lah, ini sama kamu palah di pegang kuat banget "ujar Reni membuang muka dan lebih memilih tidak menatap wajah Angga
" kena kamu lega kalo aku sudah tidur hmm " tanya Angga memasang wajah megintrogasi
" kata siap "ucap Reni pura-pura tidak tau dengan menjawab cuek
Angga megeratkan tubuhnya dengan tubuh Reni" memang kamu kira telinga aku udah gak berfungsi "ucap Angga
"mugkin saja" gumam nya tapi masih bisa di dengan Angga
"kamu biang apa...... "
" Eh tidak tidak aku tidak bilang apa-apa "ucap Reni salah tingkah
Angga meletakkan kedua tangannya di kedua pipi Reni" Tatap mata sayang jangan buang muka gitu, apa kamu gak mau liat suami mu yang tampan ini "ujar Angga dengan nada manja
"sudah ah mas aku mau ganti baju" Reni memberontak ingin lepas dari cegraman Angga, tapi nihil tetap tidak bisa
"Sayang aku mau meminta hakku, boleh ya ini kan malam pertama kita "ujar Angga sedikit memohon
Blus/
Deg
Seketika wajah Reni berubah menjadi merah seperti kepiting rebus
" ta.. Ta....tapi aku takut "ucap Reni malu-malu, Angga menaikkan satu alisnya
" takut apa sih Sayang "ujar Angga yang penasaran
Reni menarik nafasnya dalam-dalam" takut sakit "jawab Reni lagsung menutup wajahnya dengan tangannya
Angga yang mendengar pengakuan Istrinya itu tertawa" siapa yang bilang hm " ucap Angga
" kata temen ku, "jawab Reni, Angga tidak henti-hentinya membujuk Reni
" ayo lah Sayang, dosa lo kalo nolak suami"ujar Angga memasang wajah memelas
"baik lah, aku ganti baju dulu "pamit Reni yang akan beranjak dari tubuh Angga, Angga lagsung menahan
" tidak usah ganti baju Sayang, toh nanti juga gak pakek baju "goda Angga dengan senyum jahil nya
Wajah Reni semakin memerah, pasalnya ini kali pertama satu kamar dengan seorang laki-laki
__ADS_1
" ayo lah Sayang ku mohon "rengek Angga, Reni meghembiskan nafasnya dan mengangguk
Angga yang sudah mendapatkan lampu hijau dari Istrinya lagsung menjalankan aksinya, Angga bertukar posisi dengan Reni, sekarang Reni yang di bawah dan yang di atas Angga
Angga mencium bibir Reni dengan lembut, dan sampai akhir nya cuma itu menjadi semakin panas karena Angga mel***t bibir Reni dengan rakus
"Emmmm"desah Reni
Reni mulai ke habisa oksigen Angga yang mengerti lagsung menghentikan aktivitas
Angga juga sudah melepas baju dan celanya dan mereka berdua pun sudah polos tidak ada sedikit pun sehelai benang, Angga melanjutkan aktivitas nya
Dan sampai di area sensitif Reni, Reni pun semakin meggila dengan permainan Angga yang lincah
"Aku masukin ya "pinta Angga , Reni hanya mengangguk, Angga yang sudah mendapatkan persetujuan pun lagsung melanjutkan aktivitas nya
Angga kesulitan karena milik Istrinya masih sangat sempit, tapi akhirnya bisa masuk juga, Reni menjerit sangat keras dan mulutnya lagsung di bugkam dengan mulut Angga
Di sela-sela permainanya Angga berbisik di telinga Reni "Aku mencintaimu Sayang" bisik nya di telinga Reni, namun Reni hanya tersenyum Reni dan Angga mendesak penuh kenikmatan sampai akhir nya mencari puncak nya
Angga membaringkan tubuhnya di samping Reni yang sudah lemas dan tertidur, Angga yang melihat itu pun tersenyum dan ikut tidur dengan memeluk sang istri
_-------------------------------------_
Pagi hari pun tiba sepasang pengantin baru itu masih setia menutup matanya karena lelah melakukan olahraga malam entah berapa ronde
Sedangkan Mama Anis dan Papa Denil sudah ada di meja makan untuk sarapan pagi
"Pa Angga sama Reni mana ya, kok gak ada "ujar Mama Anis menatap Papa Denil meminta jawaban
" oh iya, Mama lupa "ucap Mama Anis menepuk jidatnya
" sudah lah Ma mugkin mereka capek semalam kan habis bertempur "ujar Papa Denil
" ya sudah kita makan dulu aja"ucap Mama Anis yang mulai mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya
Mama dan Papa Angga pun menyantap sarapan pagi tanpa Angga dan Reni
Sarapan pun selesai Papa Denil pamit untuk ke kantor "Ma Papa ke kantor dulu ya" pamit Papa Denil
"iya Pa hati-hati ya "jawab Mama Anis menyalami punggung tangan Papa Denil
Mama Anis mengantar Papa Denil Sampai di depan pintu
Setelah mobil Papa Denil keluar dari halaman rumah Mama Anis kembali masuk ke dalam rumah
" Dasar Angga, di garap sampai jam berapa Istrinya sampai jam segini mereka kok belum bangun "Mama Anis mengumpat sendiri
Mama Anis memutuskan untuk masuk ke kamar nya rencananya hari ini akan pergi arisan, sekarang baru pukul 8 pagi Mama Anis pun bersiap-siap di kamar
Mama Anis sudah bersiap-siap dan duduk di ruang tamu sambil meyeruput teh nya
Mama Anis melihat jam sudah menunjukkan pukul 9 "ya Allah mereka belum bangun juga" ucap Mama Anis gelang-geleng
"bi nanti kalo Angga sama Reni nanya in saja, bilang kalo saya arisan "ujar Mama Anis
__ADS_1
" baik nyonya "jawab Bi Tuti
Mama Anis keluar dari rumahnya supir pun sudah siap mengantar majikannya kemana saja
Dan tak lupa Angga juga menempatkan bodigat tapi memantau dari jauh
Sedangkan di kamar pengantin baru itu Reni sudah mulai megeliat,matanya mulai terbuka
"jam berapa ini ya kok kayak udah siang "gumam Reni
Reni melihat sosok laki-laki yang sedang memeluknya Reni tersenyum dan berusaha menyingkirkan tangannya
Setelah berhasil menyingkirkan tangan Angga, Reni berusaha bangun tapi Reni merasa sakit di bagian bawahnya
" Akh.. "pekik Reni
Angga bangun karena mendengar suara Reni" ada apa Sayang "ucap Angga ikut duduk di samping Reni
" Sakit "tunjuk Reni di bagian bawahnya, Angga tersenyum
" maaf Sayang, aku terlalu kasar ya semalam "ucap Angga yang lagsung memeluk Reni
" tidak apa-apa Mas, tapi aku mau mandi "ujar Reni
Tanpa basa-basi lagi Angga lagsung mengangkat tubuh Reni, Reni yang refleks lagsung mengalugkan tangannya di leher Angga
Pagi ini Angga dan Reni mandi bareng, dan kemudian sarapan pagi
" kamu di sini saja ya Sayang, biar aku ambilkan makanan untuk mu "ujar Angga, Reni pun mengangguk
Angga turun ke bawah" Bi Mama mana "tanya Angga
" tadi Nyonya bilang mau arisan "jawab Bi Tuti
Angga mengangguk paham dan lagsung mengambil kan Makanan, Angga lagsung naik lagi ke atas
Tak
Tak
Tak
Angga sudah berada di kamarnya" ini Sayang makannya "ucap Angga
" Terimakasih Mas "jawab Reni dengan senyuman manis nyaa
Angga dan Reni pun sarapan dengan satu piring berdua dan adegan suap-suapan pun terjadi
.
.
.
__ADS_1
.