
Geladis pulang ke apartemen nya dengan perasaan emosi dan kesal
"s*al, aku harus membuat Angga berpisah dari wanita itu, tapi sebelumnya aku akan cari tau laki-laki yang pernah suka dengan wanita itu "ucap nya dengan diri sendiri
Ia mengambil ponselnya dari dalam tas dan melepon seseorang
Geladis :" saya mau kamu cari tau orang yang pernah menyukai wanita yang bernama Reni Aprilia "
(.......) :" baik bos "
Tut
Tut
Tut
Geladis mematikan Telpon nya" jika aku tau siapa yang pernah mengejar wanita itu, aku bisa memanfaatkan nya hahahaha "ucapnya penuh dengan semangat ia juga tertawa sendiri
****************
Reni dan Angga sudah keluar dari restoran dan menuju ke rumah karena jam sudah menunjukkan pukul 6 lebih
Mereka pun akhirnya sampai di rumah, mereka lagsung masuk ke dalam kamar setelah menyapa Mama dan Papa yang sedang asik mengobrol dan bercanda
Saat mereka sudah di dalam kamar Reni duduk di sofa di ikut i Angga, Angga melihat sang istri yang nampak sedang memikirkan sesuatu Angga pun bertanya pada Reni
"kamu lagi mikir apa Sayang hmm "tanya nya pada sang istri dengan nada yang lembut
Reni menoleh menatap Angga dengan tatapan yang sulit di artikan" jujur ya Mas, aku gak habis pikir sama lalat peganggu tadi dia benar-benar gak tau mau, apa urat malu nya udah putus ya? "ujar Reni ia benar-benar bingung dengan si Geladis yang tidak punya malu
" kamu ni ada-ada saja, mana ada orang ada punya yang namanya urat malu "dengan tawa dan gemas Angga mencubit hidung
" ih Mas sakit tau "pekik Reni memegangi hidung nya
" iya deh Mas minta maaf, sudah lah sayang takk perlu kamu pikiran tentang lalat peganggu itu "tutur Angga ia membelai kepala Reni dengan lembut
" tapi ya Mas, pasti sekarang dia lagi merencanakan sesuatu "tebak Reni seakan-akan ia tau jika akan ada orang yang ingin merusak hubungan nya
" jika pun iya kita ikuti saja permainan dia tidak Sayang "ucap Angga
" baik lah, aku ikut Mas saja "jawab Reni, Angga tersenyum melihat sang istri begitu nurut dengannya
" ya sudah kita turun aja "ajak Angga yang sudah beranjak dari duduknya dan Reni mengikuti Angga di belakang
Angga dan Reni turun saling bergandengan tangan bak perangko
Mama Anis dan Papa Denil yang melihat itu pun tersenyum" dah kayak perangko aja ya Pa gak bisa pisah "sindir Mama Anis
" biasa lah Ma, kan pengantin baru "jawab Papa Denil dengan tawa nya
__ADS_1
Angga dan Reni sudah ikut duduk bersama Mama Anis dan Papa Denil" gimana udah Gol belum "tanya Papa Denil melihat Angga dan Reni
" sabar dong Pa lagian aku nikah juga baru beberapa hari yang lalu "ujar Angga
Jujur Reni malu karena sang Papa menanyakan hal itu" Pa jangan bicara gitu, liat tu menantu kita wajah nya merona "ujar Mama Anis melirik Reni yang hanya menunduk
" Sayang kenapa wajah mu merah, apa kamu sakit "tanya Angga
" Gak kok Mas "jawab Reni
" ya sudah yuk ini udah saat nya makan malam "ajak Mama Anis yang beranjak dari duduk nya
Papa Denil, Angga dan Reni juga mengikuti langkah Mama Anis menuju meja makan
Saat sudah sampai di meja makan semua makanan sudah tertata rapi di atas meja
Mereka pun makan dengan lahap tanpa ada obrolan
Di sela-sela makan malam tiba-tiba ponsel Angga berbunyi
Dret
Dret
Dret
Angga menghentikan aktivitas makanya dan mengangkat telepon nya
Denil :" gue cuma mau ngasih tau, kata haceker kita saat ini sedang ada yang mencari tahu tentang Reni dan siap yang pernah megejar-ngejar Reni"
Angga :"s*all siapa yang berani menganggu ketenangan kau, dan apa motif orang itu, cari tau siapa pelaku nya segera "
Tut
Tut
Tut
Telpon di matikan dengan sepihak Denil mendegkus kesal karena Angga
Wajah Angga yang tadinya hangat sekarang berubah menjadi penuh amarah
" Mas kamu kenapa, siap yang telpon tadi "tanya Reni yang khawatir dengan sang suami
Sedangkan Angga masih belum bergeming, Reni mendenbgkus kesal" Mas"ucap Reni dengan nada suara yang sedikit meninggi
"Eh iya kenapa Sayang "jawab Angga yang nampak kaget
" siapa yang habis telpon kamu "tanya Reni ketus ia kesal dengan Angga karena ia di abaikan
__ADS_1
" Denil yang "jawab Angga dengan lembut
Reni menaikkan alisnya" memang Denil ngomong apa sama kamu, sampai-sampai kamu keliatan marah gitu "tanya Reni yang penasaran
Angga mendekati telinga Reni dan berbisik sesuatu" nanti aku kasih tau pas sudah di kamar "bisik Angga di telinga Reni, sedangkan Reni hanya mengangguk paham
" memang ada masalah apa sama Denil "tanya Mama Anis yang sedari tadi hanya menyimak
" hanya masalah bisnis Ma "jawab Angga bohong
" apa kamu sedang berbohong Ga"Papa Denil iku bersuara
"tidak Pa, sudah di lanjut lagi makannya "Angga berusaha mengalihkan pembicaraan
Mereka pun lanjut makan, makan malam pun selesai mereka pun masuk kamar masing-masing
Angga dan Reni juga sudah di dalam kamar" mas ayo jelaskan semuanya "ucap Reni megintrogasi Angga
Sebelum Angga menjelaskan semuanya Angga menarik nafas nya dalam-dalam dan meghembuskan dengan kasar
" tadi Denil bilang ada yang sedang mencari tenang mu sekaligus mencari tau siap yang dulu pernah mengejar mu "jelas Angga Reni yang mendengar itu nampak bingung
" siap Mas yang melakukan itu"ujar Reni
"Mas juga gak tau, tapi Mas sudah nyuruh anak buah Mas cari tau "ucap Angga
" semoga cepat ketemu ya Mas "ujar Reni
" apa kamu takut Sayang "tanya Angga membelai kepala Reni dengan lembut
" gak sih Mas, cuma heran aja gitu apa coba untung nya cari tau tentang aku"ucap Reni
"apa kamu punya musuh Sayang "ujar Angga.
" gak punya Mas "Jawab Reni
" emm baik lah, apa Istri Mas ini mau kalo di ajak ke pantai "ucap Angga menatap Reni
Reni nampak berbinar mendengar kata Pantai" mau Mas "jawab Reni sangat antusias dengan sepontan memeluk sang suami
Angga membalas pelukan Reni dengan penuh cinta" Terima kasih Mas "ujar Reni di sela-sela pelukan mereka
Angga megeratkan pelukan nya, di sela-sela pelukan itu Angga mulai nakal karena menc*umi leher Reni
Reni yang merasakan itu lagsung mendorong tubuh sang suami dari perlukan nya
" ayo lah Sayang, Junior sudah bangun dan ingin di manja dengan ke Indah an gowa mu sayang "ucap Angga merengek seperti bayi dengan memasang wajah imut nya
Reni yang melihat itu ingin tertawa namun sebelum tertawa tanpa aba-aba Angga lagsung menerkam sang Istri
__ADS_1
Reni hanya pasrah karena sudah tidak bisa bergeming, malam ini pun menjadi malam panas pasutri yang sedang di mabuk cinta, entah akan sampai ronde berapa